Untuk Mengawetkan Bahan Pangan Maupun Non Pangan Metode Tertua Adalah

Alumnice.co – Untuk Mengawetkan Bahan Pangan Maupun Non Pangan Metode Tertua Adalah

Punya bahan pangan, tetapi terlalu banyak atau mungkin tidak mampu menghabiskannya dalam waktu dekat? Kamu bisa mencoba berbagai metode pengawetan makanan di rumah agar usia panganmu lebih panjang.

Sebisa mungkin, kita memang tak membuang atau menyia-nyiakan makanan. Selain persoalan etis, menyia-nyiakan makanan berujung pada persoalan baru, yaitu limbah. Tidak main-main, di dunia food waste mencapai sepertiga dari seluruh bahan pangan yang masuk ke rantai pasok.

  • 1. Membekukan
  • 2. Mengeringkan
  • 3. Membuat acar
  • 4. Mengasinkan
  • 5. Memaniskan
  • Video yang berhubungan

Nah, di rumah kita mungkin kerap memiliki makanan sisa yang bingung akan kita apakan lantaran tidak bisa kita habiskan dalam jangka pendek. Daging, buah, sayur-sayuran, dan sebagainya.

Selagi bahan pangan itu masih bagus, kita bisa berkreasi mengawetkannya agar makanan lebih awet dan daya simpannya menjadi lebih panjang. Berikut beberapa cara pengawetan makanan yang bisa dilakukan di rumah.

1. Membekukan

Ini cara yang termudah, memasukkan makanan ke lemari pembeku atau freezer. Cara ini lazim kita pakai untuk mengawetkan daging. Namun, tak hanya daging atau makanan beku olahan yang bisa disimpan di dalam lemari pembeku.

Sayur-sayuran, beberapa jenis buah, dan roti bisa menjadi lebih tahan lama apabila disimpan di freezer. Roti tawar, misalnya, menjadi tetap oke kualitasnya hingga satu bulan. Beberapa jenis buah, terutama yang akan diolah sebagai jus, dapat dibekukan juga. Stroberi, nanas, atau pisang, misalnya.

Sementara itu, menyimpan sayuran di freezer butuh trik khusus. Yang perlu diingat pertama, sayuran yang cocok disimpan di lemari pembeku adalah sayuran yang kandungan airnya tidak terlalu tinggi. Kadar air yang tinggi dapat membuatnya lembek ketika dikeluarkan.

Jenis sayuran yang aman disimpan di lemari pembeku misalnya brokoli, kembang kol, wortel, atau buncis. Baik juga apabila sebelum dibekukan sayuran ini direbus atau kukus setengah matang terlebih dulu.

2. Mengeringkan

Mengeringkan atau membuat makanan terdehidrasi adalah salah satu metode lain pengawetan. Dengan menghilangkan kelembaban pada makanan, kita juga mencegah pertumbuhan bakteri atau mikroorganisme di dalam bahan pangan tersebut. Di rumah, cara ini bisa dilakukan dengan menjemur atau memanggang makanan dengan oven.

Kamu bisa mengeringkan misalnya sayuran, buah-buahan, atau bahan herbal. Kalau menjemur membutuhkan waktu lama dan berisiko juga karena ada kemungkinan hujan, gunakan oven. Oh iya, makanan juga lebih cepat kering jika diiris tipis-tipis. Jadi, kalau sekiranya itu memungkinkan, irislah terlebih dulu makanan yang mau kamu keringkan.

3. Membuat acar

(Video) Penggunaan panas dalam pengawetan pangan

Membuat acar juga menjadi cara tradisional untuk mengawetkan makanan dan mengurangi food waste. Acar dibuat dengan cara merendam sayuran di dalam larutan cuka, air, dan garam yang kemudian disimpan di dalam kulkas.

Baca :   Perbedaan Lipstik Maybelline Powder Matte Asli Dan Palsu

Tentu saja, bukan hanya timun dan wortel yang bisa dijadikan makanan. Kita bisa melakukannya pada hampir semua jenis sayuran. Agar rasa lebih segar, kamu juga bisa menambahkan jahe pada acarmu.

Baca juga :

4. Mengasinkan

Teknik pengasinan mengandalkan garam untuk memperpanjang usia bahan makanan. Garam akan menarik air keluar sekaligus membunuh bakteri pada bahan pangan. Tak hanya mengawetkan, metode ini menambahkan rasa yang unik dan gurih pada makanan. Yang lazim diasinkan, misalnya ikan, daging, atau telur.

5. Memaniskan

Tak hanya garam, gula pun punya efek yang sama dalam mengawetkan makanan. Praktik mengasinkan dan memaniskan memang sudah dilakukan sejak zaman dahulu, ketika kita belum bisa membekukan makanan di kulkas atau mengeringkan makanan dengan mesin.

Gula dapat mengeluarkan cairan dari makanan dan mencegah bertumbuhnya bakteri atau jamur. Mengawetkan makanan dengan cara ini juga menambahkan rasa dan mengubah teksturnya, sehingga makanan dapat terasa lebih nikmat. Bukankah karena itu juga kamu suka mengudap manisan buah?

Nah, selain menjadikannya sebagai manisan, bahan pangan, terutama buah dapat juga dijadikan selai. Prinsip metode ini sama, mengurangi kadar air dan menambahkan gula.

Bedanya dengan manisan biasa, pada selai biasanya buah dihancurkan terlebih dulu, misalnya dengan blender. Kamu juga bisa mencoba membuat selai buah sendiri.

Nah, itu cara-cara mengawetkan makanan yang bisa kita lakukan di rumah. Semoga tak ada lagi cerita makanan terbuang karena busuk, ya!

Tags :featuredmakananmetode pengawetan makanan

Teknologi fermentasi merupakan teknologi yang menggunakan pertumbuhan mikroba secara terkontrol untuk mengonversi komponen mayor dan minor pada bahan pangan, sehingga dihasilkan produk dengan karakteristik tertentu atau metabolit yang diinginkan. Fermentasi pangan merupakan salah satu metode pengawetan tertua. Fermentasi merupakan proses yang murah dengan penggunaan energi relatif lebih sedikit, sehingga menjadi strategi untuk mengolah dan mengawetkan pangan yang diterapkan oleh masyarakat. Dengan teknologi fermentasi, pangan-pangan yang mudah busuk seperti daging, susu, ikan, buah-buahan dan sayuran dapat diperpanjang umur simpannya.

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Juli 2019, Fermented Foods: Strong Trend in Food Industry. Pembelian & Berlangganan hubungi kami: / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039.




14. Teknik pengawetan yang tertua adalah… .


A. pendinginan
B. pembekuan
C. pasteurisasi
D. sterilisasi
E. pengeringan

Liputan6.com, Jakarta
Teknik pengawetan makanan telah digunakan sejak berabad-abad untuk meningkatkan daya simpan dan kualitas. Bahan makanan alami seperti sayuran, buah, daging, ikan, susu, dan masih banyak lagi, bahan-bahan ini tak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Teknik pengawetan makanan berguna untuk menghindari pembusukan dan memperpanjang waktu penyimpanan makanan. Teknik pengawetan makanan digunakan dengan cara menghambat atau mematikan pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan makanan.

Teknik pengawetan makanan sudah diterapkan sejak lama dalam kehidupan manusia. Salah satu cara pengawetan yang paling tua di antaranya adalah pengeringan, pengasinan, dan fermentasi. Metode modern termasuk pengalengan, pasteurisasi, pembekuan, iradiasi, dan penambahan bahan kimia.

Teknik pengawetan makanan bisa dilakukan sendiri di rumah. Namun, ada juga teknik pengawetan makanan yang memerlukan teknologi seperti pemanasan pada suhu tertentu. Berikut 8 teknik pengawetan makanan yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (11/2/2020).

Perbesar

Ilustrasi makanan beku (sumber: iStock)

Pendinginan merupakan teknik pengawetan makanan yang paling mudah dan sering dilakukan. Pendinginan atau pembekuan makanan dilakukan untuk menurunkan suhu agar menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Penghambatan ini mencegah makanan membusuk dan basi.

Pendinginan bisa dilakukan menggunakan lemari es atau pembeku, Makanan-makanan yang biasa mengalami proses pendinginan adalah daging dan olahannya, buah, sayuran, susu.

Perbesar

Gambar ilustrasi

Teknik pemanasan diterapkan pada bahan makanan padat dan cair. Proses pemanasan bertujuan untuk mematikan atau mencegah perkembangan mikroorganisme yang membusukkan makanan. Pemanasan makanan adalah cara yang efektif untuk mengawetkan makanan karena sebagian besar patogen berbahaya terbunuh pada suhu dekat dengan titik didih air.

Dalam hal ini, memanaskan makanan adalah bentuk pengawetan makanan yang sebanding dengan pembekuan tetapi jauh lebih unggul efektivitasnya. Salah satu teknik pemanasan yang paling populer adalah pasteurisasi. Bahan yang biasa dipasteurisasi adalah susu, telur, madu, anggur, jus buah, dan cuka sari apel.

Perbesar

Ilustraasi foto Liputan6

(Video) Karakteristik dan Fungsionalitas Bahan Pangan Lokal: Aplikasi pada Proses Pengolahan Produk Mi

Pengalengan adalah proses menerapkan panas ke makanan yang disegel dalam tabung untuk menghancurkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan pembusukan makanan. Makanan kemudian dikemas dalam kaleng.

Teknik ini menggabungkan proses kimia dan fisika untuk mendapatkan hasil makanan yang lebih tahan lama. Makanan yang biasa dikalengkan meliputi sayur, buah, makanan laut, dan susu.

Perbesar

Gambar ilustrasi

Pengasapan dilakukan dengan meletakkan makanan di suatu tempat lalu diasapi dari bawah tanpa mendekatkannya dengan api. Sebelum diasapi, daging atau ikan biasa direndam dengan air garam, namun ada pula yang langsung diasapi. Makanan harus dijaga agar seluruh bagian makanan terkena asap.

Teknik ini akan mengeringkan makanan dan membuatnya lebih awet karena mikroorganisme tak dapat berkembang di dalamnya. Makanan yang biasa diasapkan adalah daging dan ikan.

Perbesar

Ilustrasi buah kering – kismis (iStockphoto)

Pengeringan dilakukan untuk mengeluarkan air dengan cara penguapan. Pengeringan biasa dilakukan dengan penjemuran di bawah sinar matahari, aplikasi udara panas, atau melalui permukaan yang terpanaskan.

Baca :   Berikut Ini Adalah Penjelasan Yang Berhubungan Dengan Internet Kecuali

Pengeringan menghambat pertumbuhan bakteri, ragi, dan jamur melalui pembuangan air. Bahan makanan yang biasa dikeringkan seperti ikan, buah, sayur, dan daging.

Perbesar

Ilustraasi foto Liputan6

(Video) Proses Pembuatan Makanan Kaleng, Daging Hingga Sayur sayuran.

Pengasinan atau penggaraman adalah metode mengawetkan makanan yang lebih umum sebelum pendinginan modern. Pengasinan menjaga makanan dengan menarik air keluar dari makanan, mencegah bakteri tumbuh dan merusak makanan. Makanan yang biasa diasinkan seperti daging, ikan, telur, dan buah-buahan.

Alasan mengapa garam adalah pengawet yang efektif adalah karena garam mengeluarkan kelembaban dari makanan. Makanan cenderung rusak karena kelembaban yang menyebabkan mikroorganisme merusak makanan. Ketika sesuatu seperti daging terpapar garam dalam jumlah yang tepat, sekitar 20% salinitas, garam mulai menarik uap air dari sel tidak hanya pada makanan tetapi juga bakteri yang ada dalam makanan.

Perbesar

Gambar ilustrasi

Pemanisan adalah metode pengawetan makanan yang mirip dengan pengasinan. Makanan dikeringkan terlebih dahulu dan kemudian dikemas dengan gula. Gula ini bisa berupa kristal dalam bentuk meja atau gula mentah, atau bisa berupa cairan dengan kepadatan gula tinggi seperti madu, sirup, atau molase.

Gula juga digunakan dalam pengalengan dan pembekuan buah-buahan untuk meningkatkan rasa, tekstur, dan mempertahankan warna dan bentuk alami. Makanan yang sering dimaniskan adalah buah dan sayuran.

Perbesar

Gambar ilustrasi

Fermentasi adalah proses alami di mana mikroorganisme seperti ragi dan bakteri mengubah karbohidrat seperti pati dan gula menjadi alkohol atau asam. Alkohol atau asam bertindak sebagai pengawet alami dan memberikan rasa khas dan kekenyalan pada makanan yang difermentasi.

Fermentasi juga mendorong pertumbuhan bakteri menguntungkan, yang dikenal sebagai probiotik. Makanan fermentasi banyak ditemui seperti tape, kimchi, yogurt, kefir, anggur, keju, dan masih banyak lagi.

Lanjutkan Membaca ↓

1. EMULSIFIER DAN STABILIZER (pengemulsi dan pengental) | BAHAN TAMBAHAN PANGAN

2. Materi kuliah MPP: PENGENDALIAN MIKROORGANISME PANGAN DENGAN PENGENDALIAN AKTIVITAS AIR (Aw)

3. TEKNIK PENGAWETAN MAKANAN AGAR TIDAK BASI

4. Teknologi Pengawetan dengan Suhu Rendah

6. Alat dan Mesin Pengering

Article information

Author: Mrs. Angelic Larkin

Last Updated: 10/20/2022

Views: 6340

Rating: 4.7 / 5 (67 voted)

Reviews: 82% of readers found this page helpful

Author information

Name: Mrs. Angelic Larkin

Birthday: 1992-06-28

Address: Apt. 413 8275 Mueller Overpass, South Magnolia, IA 99527-6023

Phone: +6824704719725

Job: District Real-Estate Facilitator

Hobby: Letterboxing, Vacation, Poi, Homebrewing, Mountain biking, Slacklining, Cabaret

Introduction: My name is Mrs. Angelic Larkin, I am a cute, charming, funny, determined, inexpensive, joyous, cheerful person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.

Untuk Mengawetkan Bahan Pangan Maupun Non Pangan Metode Tertua Adalah

Sumber: https://richmondaudiosociety.com/article/metode-tertua-paling-awal-yang-digunakan-dalam-pengawetan-bahan-pangan-dan-non-pangan-adalah

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …