Unsur Yang Tidak Terdapat Dalam Naskah Yaitu

Alumnice.co – Unsur Yang Tidak Terdapat Dalam Naskah Yaitu

Setiap karya sastra dengan bentuk pengajuan apa pula pasti memiliki unsur yang membangun di dalamnya. Seperti yang sudah lalu kita ketahui bahwa, sebuah karya sastra dibangun atas dua unsur, yakni unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik.

Secara garis besar, unsur ekstrinsik merupakan unsur berpunca luar karya sastra, sedangkan unsur intrinsik adalah unsur dari dalam karya sastra itu koteng. Atom intrinsik merupakan fragmen penting intern sebuah karya sastra.

Drama merupakan penggalan dari karya sastra. Sebagaimana karya sastra nan lain (prosa dan tembang), teks ketoprak bagaikan bentuk karya sastra juga memiliki unsur-unsur pembangunnya. Unsur tersebut yaitu partikel intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik privat drama dapat dilihat berlandaskan dialog antartokohnya.

Unsur-unsur Intrinsik Drama

Partikel-unsur intrinsik yang terdapat dalam skenario drama antara lain
tema, pengumuman, silsilah, perwatakan,
dan
satah alias setting.

Adapun penjabaran berpunca unsur-unsur tersebut adalah berikut.

Tema
adalah gagasan pokok nan melandasi terbentuknya narasi secara masyarakat, yang boleh terbangun mulai sejak subtema-subtema.

Pengetahuan
adalah pesan atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita.

Alur
yakni korespondensi cerita yang merupakan jalinan konflik antartokoh nan inkompatibel. Silsilah sandiwara radio biasanya terdiri atas perkenalan, pergesekan, klimaks, pengakuran, dan penyelesaian.

Penokohan
mengungkapkan perwatakan dalam drama yang digambarkan menurut keadaan fisik, psikis, dan sosiologis.



Watak fisik



menutupi variasi kelamin, ciri-ciri fisik, hidup, dan sebagainya.

Keadaan psikis



meliputi kegemaran, mentalitas, temperamen, peristiwa emosi, dan sebagainya.

Watak sosiologis

meliputi jabatan, pekerjaan, kelompok sosial, dan sebagainya.

Dialog
merupakan percakapan yang dilakukan para pelaku drama.

Mengenai
meres
ialah gambaran akan halnya tempat, waktu, dan keadaan jalannya cerita. Permukaan sangat berhubungan dengan tata pentas, manajemen rias, dan perlengkapan lainnya.

Baca :   Abcd Efgh Pada Gambar Disamping Adalah Prisma

Hal yang harus selalu kalian ingat adalah
zarah pustaka sandiwara radio

berlainan dengan
unsur pementasan drama. N domestik keadaan ini, elemen teks sandiwara tradisional hanya mencengam dalam sebuah teks. Akan halnya unsur pementasan dagelan telah menghampari banyak peristiwa, seperti keaktoran, tata panggung, tata rias, tata bohlam, dan ilustrasi.

Teoretis Naskah Drama Sumir

Perhatikanlah kutipan drama “Rajin Ada Orang Bukan” berikut!

Sayang Suka-suka Orang Lain

Karya: Utuy Tatang Sontani

DI Flat SUMINTO Yang SEMPIT DAN Terbelakang. SUASANA SEPI. Seketika DATANG SEORANG Adam MENCARI SUMINTO.

Sandiwara boneka



Hamid
: Minto … Minto! Kau masih tidur di siang masa begini? (SUMINI ISTRI SUMINTO Muncul DENGAN PAKAIAN YANG BAGUS) Suminto cak semau?



Sumini
: Ada. Mas … Mas … ini ada Sampul Hamid! (MINTO Unjuk DENGAN Danuh OBLONG DAN SARUNG)



Hamid
: Lho aneh …! Istrinya perlente, suaminya berbenda gembel.



Suminto
: Anda kepingin pergi, ada urusan.



Hamid
: Dan kau, tunggu di rumah? Mengapa tidak berduaan saja spontan rekreasi. Ini teko hari Minggu?



Suminto
: Hari Minggu lebih-lebih lebih mencemaskan. Uang enggak suka-suka, kelesa mau pergi. Bungkam di rumah, banyak yang nagih utang.



Hamid
: Engkau burung laut pesimis, Minto. Untung istrimu tidak.



Sumini
: Cewek jangan disamakan dengan lanang, Kelongsong Hamid. Silakan duduk Pak Hamid, saya mau pergi adv amat, ada urusan. (Menghadap MINTO LALU Menumbuk TANGAN BERPAMITAN) Saya pergi dulu, Mas! (MINI Menghindari KELUAR)



Hamid
: Minto, asian sekali anda memiliki gula-gula seperti mana anda. Tapi anehnya, anda selalu kelihatan lesu.



Suminto
: Bagaimana tidak lesu, gaji pegawai kurang seperti saya ini sangat tidak seimbang dengan harga-harga di pasar. Gaji yang saya terima sekarang cuma dapat untuk hidup dasa perian sekadar, yang dua puluh hari mesti harus ditutup dengan tunggakan, kalau mesti menjual barang yang cukup dijual. Kian lama utang itu enggak kian sedikit, Paket Hamid, tapi makin menggunung. Aku berkreasi bukan hanya bikin aku dan istriku, atau biaya sekolah seorang anakku. Tapi, sekadar cak bagi mereka yang mengutangkan kepada istriku.

Baca :   Soal Bangun Datar Kelas 2 Sd Dan Jawabannya



Hamid
: Aku sudah bilang kali menyorongkan supaya berubah cara berpikirmu. Kamu harus melihat realitas, berpikir yang dialektik. Mestinya kau tidak perlu pesimis dengan gajimu yang tidak cukup. Dengan gaji nan enggak cukup itu, kamu harus boleh menggunakan kesempatan dalam segala apa pendirian, semoga rumah tanggamu menjadi kuat.



Suminto
: Lantas, segala apa aku harus manipulasi untuk menutup kekurangan? Aku bukan dapat melakukan senista itu, Pak Hamid.



Hamid
: Siapa yang menyodorkan kamu bakal korupsi? Aku tidak beberapa sejenis itu. Aku cuma mensyurkan seharusnya ia berpikir dialektis, agar kamu dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik. Tapi … sudahlah, Minto, aku ke sini sebenarnya tetapi mau sanggam raket badmintonmu.



Suminto
: Sudah tak ada.



Hamid
: Ke mana?



Suminto
: Telah kujual lakukan menutup kekurangan.

Zarah Intrinsik Sandiwara bangsawan “Sayang Ada Sosok Lain”

Beralaskan petikan tulisan tangan sandiwara “Sayang Cak semau Orang Lain”, kalian boleh mengidentifikasikan unsur intrinsik yang cak semau, seperti mana contoh berikut.

1. Tema

Secara umum petikan drama di atas mengandung tema


kondisi ekonomi yang kesuntukan

. Hal tersebut dapat dilihat pecah petikan dialog tokoh Suminto;
Bagaimana tidak lesu, gaji pegawai rendah seperti saya ini terlampau tidak seimbang dengan harga-harga di pasar. Gaji yang saya terima saat ini doang bisa bagi hidup sepuluh hari semata-mata, yang dua puluh hari mesti harus ditutup dengan tunggakan, meminjam, kalau perlu lego produk yang layak dijual …

(dan lebih jauh).

2. Amanat atau pesan

Kabar atau pelajaran yang dapat diambil terbit petikan naskah drama di atas di antaranya, yaitu


seseorang harus bijaksana dalam menyikapi tuntutan spirit berkenaan dengan keadaan ekonomi yang kekurangan.

Baca :   Lirik Lagu Batak Bunga Pancur

Publikasi ataupun wanti-wanti tersebut dapat disimpulkan berusul dialog tokoh, antara lain:
Aku sudah lalu beberapa kali menganjurkan supaya berubah pendirian berpikirmu. Kamu harus melihat realitas, berpikir yang dialektik. Mestinya kau lain wajib pesimis dengan gajimu nan bukan cukup, tapi dengan gaji nan tidak cukup itu kamu harus bisa menggunakan kesempatan internal segala cara, mudahmudahan rumah tanggamu menjadi awet.

3. Alur

Jalinan cerita yang tertumbuk pandangan plong petikan skrip drama di atas


tersusun secara beradab.



Artinya isi kisah disampaikan dengan kronologi cerita pecah waktu yang sangat menuju waktu ke depan.

4. Penokohan

Kerumahtanggaan petikan tulisan tangan tersebut terletak beberapa tokoh dengan berbagai karakter penokohannya, yang mencerminkan letak posisi dalang dalam cerita. Riuk satu contoh karakter tokoh dari petikan di atas adalah


rasam kejujuran yang dimiliki oleh dalang Suminto

. Karakter tersebut dapat dilihat melampaui dialog;

Lantas, apa aku harus korupsi untuk menutup kehabisan? Aku tidak bisa berbuat senista itu, Pak Hamid.

5. Latar ataupun setting

Permukaan arena pecah kisahan dalam petikan naskah di atas yaitu


kondominium Suminto

. Adapun latar waktu dan suasana privat kisahan yaitu


puas waktu pagi hari nan sepi di hari Minggu

.

Hal tersebut boleh dilihat privat wahi lakuan maupun dialog pentolan yang terdapat internal teks naskah, di antaranya;
Di rumah Suminto yang sempit dan sederhana. Suasana sepi … dan dialog: … Ini teko hari Minggu?
(dan seterusnya).

Unsur Yang Tidak Terdapat Dalam Naskah Yaitu

Sumber: https://asriportal.com/unsur-yang-tidak-terdapat-dalam-naskah-yaitu/

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …