Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning

Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning.

Unsur Intrinsik Hikayat Anakan Kemuning

Hikayat ialah keseleo satu sastra prosa Melayu yang didalamnya berisikan cerita, amalan dan takhayul. Riuk satu ciri umum dari hikayat ialah cerita hikayat mengandung kemustahilan dan ketakutan dari tokoh nan diceritakan. Pada kesempatan kali ini, Kangenge akan membagikan artikel tentang hikayat Bunga Kemuning.

Secara keseluruhan, Isi pusat kisahan hikayat Bunga Kemuning ini menceritakan akan halnya nasib buruk nan menimpa Sibungsu, Putri Kuning karena pelahap dianiaya makanya mbok-kakaknya. Saja di n domestik cerita hikayat ini pula mengandung beraneka ragam peristiwa kekeluargaan dan buram kasih seorang ayah kepada anaknya.

Secara lengkap perhatikan sinopsis hikayat Rente Kemuning di bawah ini.

Sinopsis Hikayat Anakan Kemuning

Ringkasan Hikayat Bunga Kemuning

Cerita dimulai ketika sang Raja mempunyai sepuluh orang anak asuh. Anak-anaknya nakal, bandel dan pelik diatur. Keadaan ini diperparah dengan kematian istrinya ketika melahirnya sibungsu, Upik Asfar. Akhirnya kesepuluh putri anak baginda tersebut diasuh oleh inang penanggung jawab anak di Kastil.

Berbeda dengan empok-kakaknya, Putri Kuning lahir baik dan terdidik. Sehingga menjadi Putri kesayangan si Sunan. Namun karena hal inilah dia dirundung dan dianiaya oleh kakak-kakaknya.

Suatu musim si Raja menjauhi ke sebuah negeri. Disana ia membelikan kalung permata bercat plonco untuk Putri Kuning karena rajin dan baik. Keputusan ini lain disambut baik oleh kakak-kakaknya.

Mulailah Perawan Asfar menerima berbagai cemooh dan birama berpangkal mbuk-kakkanya, hingga akhirnya Putri Kuning meninggal.

Kisahan masih berlangsung hingga akhirnya lahir rente Kemuning.

Narasi Kamil Hikayat Bunga Kemuning

Selain versi ringkasannya diatas, Kangenge juga menyiapkan varian lengkap mulai sejak hikayat Anak uang Kemuning ini.

Hikayat Bunga Kemuning

Alkisah, lega zaman lampau kala cak semau sendiri kaisar nan dikenal arif dan bijaksana. Ia punya sepuluh manusia puteri berparas rupawan jelita bernama Puteri Jambon, Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Sirah Merona, dan Puteri Kuning. Semata-mata karena terlalu sibuk mengatur imperium, sang raja tidak luang merebus mereka dengan baik. Sementara si isteri sudah meninggal dunia detik berputra puterinya yang bungsu. Si sri paduka terpaksa memasrahkan pengasuhan anak-anaknya sreg inang pengasuh kerajaan.

Ternyata sang inang pengasuh tak kuasa mengasuh seluruh puteri raja. Hanya si bungsulah, merupakan Puteri Kuning nan berhasil pelihara dengan baik hingga menjadi anak yang selalu riang, ramah sreg setiap basyar dan n kepunyaan kepribadian pekerti baik. Sementara ayunda-kakaknya tumbuh menjadi anak cak beranja-anja dan nakal. Mereka tak kepingin belajar dan mendukung Sang Raja. Saban hari uni-kakak Puteri Kuning kerjanya sahaja bermain di sekitar danau dan ataupun bersinggungan memperebutkan sesuatu.

Suatu hari Sang Raja hendak berkunjung ke kerajaan lain kerumahtanggaan rangka menangkap silaturrahim. Untuk itu ia mengumpulkan seluruh puteri-puterinya. Kepada mereka Sang Pangeran berucap, “Aku hendak meninggalkan ke imperium bukan selama beberapa minggu. Buah tangan apa yang kalian inginkan?”.

Baca :   Pencahayaan Pada Kegiatan Pameran Sebaiknya Diarahkan Ke

Tanpa mengukur-nimbang lagi, sang sulung (Puteri Jambon) berfirman, “Aku mau perhiasan yang mahal.”

Permintaan yang hampir serupa mahal dan mewahnya pula diajukan oleh adik-adik Puteri Jambon. Hanya Puteri Asfar sajalah yang mendekat dan memegang lengan ayahnya sambil berkata, “Aku cuma cak hendak ayah pula dengan selamat.”

“Alangkah baik perkataanmu, wahai puteriku. Sebaiknya saja aku dapat kembali dengan selamat dan membawakan hidayah yang indah untukmu,” pembukaan si raja.

Pendek cerita, setelah Sang Raja memencilkan kelakuan anak-anaknya tambahan pula menjadi semakin nakal dan malas. Bukannya bersedih, mereka malah merasa gembira karena selain Sang Syah, di seluruh imperium tidak ada yang berani melarang. Kesempatan ini mereka pergunakan kerjakan membentak dan menyuruh para inang pelayan sekehendak hati. Para inang juga menjadi sibuk sehingga tidak tahu membersihan taman istana kesayangan Si Kaisar.

Melihat hal itu Puteri Kuning taajul mengambil sapu dan mulai menerangkan taman kesayangan ayahandanya. Dedaunan kering dirontokkannya, rumput ilegal dicabutnya, dan dahan-dahan plus dipangkasnya agar terpandang lebih segeh. Provisional empok-kakaknya yang melihat Puteri Kuning sibuk di ujana, malah mencemooh. “Tatap, tampaknya kita memiliki pelayan bau kencur,” pengenalan pelecok seorang diantaranya.

“Hai pelayan! Kami masih menyibuk banyak feses di sini!” sebut keseleo sendiri kakaknya langsung membanting sampah ke arah yojana. Sekilas kemudian, mereka pun berbarengan menyerbu dan mengacak-rambang ujana. Dan, setelah puas mengacak-rawak taman dahulu meninggalkan begitu saja menuju danau untuk bermain sambil berenang. Serupa itu ulah kakak-kakak Puteri Kuning setiap harinya sebatas ayah mereka pulang.

Momen Sang Raja pulang, engkau hanya mendapati Puteri Kuning sedang merangkai bunga di teras istana, provisional kesembilan kakaknya semenjana asyik bermain di telaga. Ia agak kecewa karena mutakadim bersusah erak merinaikan biji pelir tangan tetapi lain disambut dengan hangat maka dari itu anak-anaknya. Namun Puteri Kuninglah yang berlari sendirian cak bagi menyambutnya dengan rasa gemar cita.

Sambil berjalan menjurus teras, Sang Raja bercakap, “Anakku nan rajin dan baik kepribadian. Ayah sekadar boleh memberimu sebuah kalung batu hijau. Ayahanda telah mencari di seluruh pelosok kerajaan seberang saja tak menemukan kalung batu asfar seperti dandan kesayanganmu”.

“Sudah lain mengapa, Ayahanda. Kalung batu hijau juga akan serasi dengan rona bajuku,” kata Puteri Asfar lemah lembut.

Keesokan harinya, walau seluruhnya telah diberi cinderamata, namun masih saja suka-suka yang iri. Keseleo satunya Puteri Hijau yang mengintai Puteri Asfar memakai kalung bisikan mentah segera menimpa. “Wahai adikku, seharusnya kalung itu milikku karena bercat yunior. Kenapa hingga suka-suka di lehermu?” tanya Puteri Hijau dengan perasaan iri.

Baca :   Jenis Jenis Bunga Asoka

“Ayah memberikannya padaku,” sahut Puteri Kuning singkat dan jelas.

Puteri Hijau tidak terima penjelasan Puteri Kuning. Dia segera berlari pergi menemui saudari-saudarinya nan tidak. “Rantai hijau yang dipakai Sang Kuning sebenarnya milikku. Tetapi dia mengambilnya dari kantong ayah!” katanya menghasut ke delapan saudarinya.

Mendengar hasutan Puteri Bau kencur saudari-saudarinya menjadi sentimen. Mereka kemudian bersepakat kerjakan merampas kalung itu dari tangan Puteri Kuning. Kesembilan adik-beradik tersebut lalu bersama-seimbang pergok puteri hijau. Pasca- bertemu, mereka langsung memaksa Puteri Hijau bikin memberikan kalungnya. Tentu saja engkau menolak dan akhirnya terjadilah perbantahan sengit hingga kepalanya terkena ketukan dan meninggal detik itu lagi.

“Beliau meninggal!” seru Puteri Jingga keruh.

“Kita harus menutupi kejadian ini,” pembukaan Puteri Merah Merona.

“Sekiranya begitu kita harus cepat menguburkannya sepatutnya Ayahanda dan seisi kastil tidak mengetahui kejadian ini!” prolog Puteri Merah jambu kepada saudari-saudarinya.

Seia dengan Sang Mbakyu (Puteri Merah muda), mereka juga lantas beramai-ramai memelopori jasad Puteri Kuning untuk dikuburkan di tengah taman istana. Bersama jasad Sang Puteri Kuning, timbrung sekali lagi dikuburkan benda nan menjadi bahan penguasaan, yaitu kalung batu hijau. Benda ini dikuburkan seorang oleh Puteri Mentah yang menembakkan terserah pertengkaran dan perkelahian dengan Puteri Asfar.

Sore harinya, entah kok Sang Prabu merasa ribang dan cak hendak berbincang dengan Puteri Kuning di ujana istana tempatnya biasa berperan. Saja, karena lain menemukannya, dia lalu memanggil para puterinya nan lain lakukan meminang keberadaan adik bungsu mereka. Satu per satu ditanyainya, sahaja tidak ada koteng lagi yang mau berterus panah. Mereka melembarkan diam dan buat-buatan tidak memafhumi keberadaan Puteri Kuning.

Khawatir akan eksistensi dan keselamatan puteri bungsunya, kaisar lalu menitah para pengawal kerajaan untuk mencarinya ke seluruh penjuru kastil. “Hai, para mat kodak! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!” teriaknya gusar.

Pencarian Puteri Asfar sepanjang berhari-hari hingga berminggu-pekan di seluruh penjuru keraton tentu cuma sia-sia belaka karena sudah dikubur sangat segeh oleh saudari-saudarinya hingga lain cak semau bisa menyangkanya. Hal ini takhlik Sang Yamtuan menjadi tinggal sedih dan menyesal karena enggak mampu menjaga, merawat, dan mengarahkan puteri-puterinya. Mereka merecup menjadi pribadi-pribadi nan individualis, tidak peduli terhadap sesama serta tidak patuh terhadap nasihat manusia tua. Makanya karena itu Si Raja segera mengirimkan mereka ke negeri seberang untuk belajar kepatutan. Tujuannya, sebaiknya mereka menjadi manusia nan berbudi pekerti luhur dan dapat saling menjaga antara satu dengan lainnya.

Beberapa pekan sehabis para puteri emir belajar kepribadian pekerti di negeri seberang, tumbuhlah sebuah pohon di atas kubur Puteri Kuning. “Tanaman apakah ini?” seru Sang Raja heran. “Batangnya bagaikan jubah Puteri Asfar, daunnya buntar berkilau bagai kalung bisikan bau kencur, sementara bunganya putih kekuningan dan berbau sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning,” tambahnya.

Baca :   Cara Menanam Kembang Telang

Sejak ketika itulah rente tersebut diberi logo anak uang kemuning karena mengingatkan raja pada Puteri Kuning. Dan, sama seperti mana Puteri Kuning, bunga kemuning memiliki banyak guna. Bunganya bisa digunakan untuk memasyhurkan rambut, batangnya dapat dipakai untuk membuat peti-kotak indah, dan indra peraba kayunya dapat ditumbuk cak bagi dijadikan perona pipi penghalus durja.

Sesudah mendaras secara lengkap silakan kita pahami partikel-anasir intrinsik dan ekstrinsiknya.

Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning

Tema

Hikayat Bunga Kemuning ini bertemakan kemalangan yang diterima maka itu anak buncit karena perilaku kakak-kakaknya.

Tokoh dan watak

  1. Sang Raja : sibuk, ramah, dan bijaksana. Dibuktikan berpangkal pemaparan “Sang Paduka sibuk sehingga enggak bisa mendiidk anak-anaknya; sang Raja memberikan biji pelir tangan bikin anak-anaknya”
  2. Putri Kuning : pelaku utama, baik dan penyabar. Dibuktikan berpokok “Amoi Kuning kontributif merawat taman; Putri Asfar dicemooh sebagai pelayan makanya taci-kakaknya namun Putri Kuning sabar dan kukuh membantu merawat taman”
  3. Pelayan : baik dan doyan menolong.
  4. Kakak Putri Kuning : dagi, jahat dan muluk. Dibuktikan dari “Hai pelayan! Kami masih melihat banyak kotoran di sini!” sebut pelecok seorang kakaknya sambil menggagalkan sampah ke arah taman. Sejurus kemudian, mereka pula langsung menyerbu dan mengacak-acak taman.

Latar tempat, periode dan suasana

  1. Latar ajang: Keraton kerajaan, taman kerajaan.
  2. Latar masa : Pagi dan siang hari
  3. Latar suasana : Tegang, sedih dan haru.

Galur

Galur maju. Dibuktikan dari setiap paragraf waktunya konsisten menceritakan terbit suatu peristiwa ke peristiwa enggak.

Tesmak pandang

Sudut pandang manusia ketiga serba tahu. Dibuktikan bermula kisah pencatat membualkan biang kerok yang serba senggang akan detail, hal yang terjadi.

Amanat

Amat yang terkandung dalan hikayat Bunga Kemuning ini adalah hargailah basyar bukan dan jangan memperlakukan semena-mena. Karena dengan menghargai basyar lain kita juga akan dihargai.

Lalu sebagai turunan tua, awasilah anak asuh-anak mu. Ragam anak mu mencerminkan bagaimana sikapmu kepada anak-anaknya.

Download Hikayat Anak uang Kemuning Pdf

Bagi engkau yang membutuhkan kisah Hikayat Bunga Kemuning ini, Kangenge sediakan link untuk mendownloadnya. File berbentuk pdf sehingga bisa lebih mudah dan elastis untuk membacanya.

Hikayat Bunga Kemuning.pdf
200kb

Pengunci

Sekian artikel mengenai
Kisah Acuan Hikayat Bunga Kemuning. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Peroleh kasih selamat belajar dan terus hidup menggapai cita-cita!

Unsur Intrinsik Hikayat Bunga Kemuning

Source: https://www.ilmusekolahan.com/2021/05/sinopsis-hikayat-bunga-kemuning.html

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …