Tindakan ekonomi merupakan solusi konkret yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah keterbatasan alat pemuas kebutuhan merupakan masalah dari segala sumber masalah ekonomi. Dengan demikian, kita harus melakukan pilihan ekonomi, yaitu memilih kebutuhan mana yang harus kita dahulukan dan kebutuhan mana yang harus kita tunda. Melakukan pilihan tersebut merupakan salah satu contoh tindakan ekonomi.

Memilih berarti kita berusaha mendapatkan kenikmatan yang sebesar-besarnya dari kebutuhan yang hendak kita penuhi. Memilih juga berarti kita telah mempertimbangkan kebutuhan mana yang hendak kita korbankan dan kebutuhan mana yang hendak kita hasilkan. Seseorang dapat dikatakan bertindak ekonomi, apabila ia berhasil memilih perbandingan yang sebaik mungkin antara pengorbanan dan hasilnya.

Dengan demikian, terdapat suatu hal yang terpenuhi agar tindakan yang kita lakukan dapat disebut sebagai tindakan ekonomi. Berikut adalah berbagai pemaparan mengenai tindakan ekonomi, mulai dari pengertiannya terlebih dahulu.

Pengertian Tindakan Ekonomi

Menurut Asmarani (2020, hlm. 27) apa itu tindakan ekonomi adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup agar mencapai kemakmuran dengan dilandasi prinsip ekonomi. Singkatnya, tindakan ekonomi merupakan suatu aksi yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dengan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Selanjutnya, menurut Ibrahim kk (2021, hlm. 38) tindakan ekonomi adalah usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia seperti mengambil dan memanfaatkan hasil kekayaan alam (ekstraktif), mengolah tanah (agraris), berdagang (perdagangan), membuka usaha industri dan usaha jasa. Tindakan ekonomi dapat dilakukan melakukan bermacam cara yang hampir tidak terbatas, asalkan tetap sesuai dengan prinsip ekonomi, yakni mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan kerugian sekecil-kecilnya.

Sementara itu Dinar & Hasan (2018, hlm. 5) Menegaskan bahwa tindakan ekonomi adalah suatu tindakan yang baru dapat dikatakan bertindak ekonomi apabila individu atau suatu organisasi berhasil memilih perbandingan yang terbaik antara pengorbanan dan hasil, sehingga kebutuhan terpenuhi dengan sebaik mungkin, dan pengorbanan yang sedikit mungkin. Artinya, tindakan ekonomi haruslah berhasil memenuhi kebutuhan ekonomi dengan cara yang efektif dan efisien berdasarkan prinsip ekonomi.

Baca :   Berikut Yang Merupakan Sudut Refleks Adalah

Lebih lanjut Dinar & Hasan (2018, hlm. 6) menerangkan bahwa tujuan dan ciri keberhasilan tindakan ekonomi itu berbeda antara produsen, konsumen, dan pemerintah, dengan rincian:

  1. Bagi seorang
    konsumen
    dikatakan bertindak ekonomi apabila ia dapat membagi-bagi penghasilannya yang terbatas untuk keperluan makan, minum, pakaian, dan lain-lainnya sedemikian rupa sehingga kebutuhankebutuhan hidupnya terpenihi dengan sebaik mungkin (optimal).
  2. Bagi seorang
    produsen
    dikatakan bertindak ekonomi apabila dapat mempertimbangkan dengan baik berapa hasil yang hendak dicapai dengan pengorbanan yang harus dikeluarkan.
  3. Demikian pula bagi
    pemerintah
    harus bertindak ekonomi dengan cara mengalokasikan uang negara yang terbatas untuk perbaikan jalan, mendirikan bangunan, mengembangkan pendidikan, kesehatan dan lain-lainnya.

Contoh Tindakan Ekonomi

Berbagai uraian di atas semakin menjelaskan tindakan ekonomis manusia pada kegiatan ekonomi, yakni dapat berupa berbagai usaha untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya baik dari sisi konsumsi maupun produk dengan contoh sebagai berikut:

  1. Seorang pengusaha warung makan membeli ayam langsung ke peternak ayam untuk mendapatkan harga yang paling murah dan kualitas ayam yang paling tinggi.
  2. Berbelanja di pasar induk tradisional untuk mendapatkan harga yang paling murah jika dibandingkan dengan pasar biasa.
  3. Selalu berusaha terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan primer dibandingkan dengan kebutuhan sekunder.
  4. Melakukan tawar-menawar antara penjual dan pembeli untuk menentukan transaksi suatu barang yang saling menguntungkan dari kedua belah pihak.
  5. Membeli barang dengan dalam kuantitas besar, kemudian menjual dengan cara mengecernya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

Tindakan Ekonomi Rasional

Tindakan ekonomi rasional merupakan tindakan atau kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan pikiran dan akal yang sehat. Artinya, tindakan ekonomi rasional adalah tindakan ekonomi yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan menguntungkan.

Baca :   Model Teras Rumah Sederhana Di Desa

Contoh Tindakan Ekonomi Rasional

Contoh tindakan ekonomi rasional adalah sebagai berikut:

  1. Seorang pengusaha restoran menyajikan menu musiman, sehingga dapat membeli bahan masakan dalam kondisi terbaik dengan harga yang murah juga.
  2. Ibu mendahulukan untuk membeli bahan makanan terlebih dahulu sebelum membelikan baju baru untuk adik, karena adik masih memiliki baju yang layak pakai.
  3. Penjual sayuran di pasar membeli stok sayuran ke petani secara langsung tanpa melalui perantara yang tidak bertanggung jawab (tengkulak), sehingga mendapatkan harga terbaik.
  4. Sebelum membeli mobil baru, seorang pengusaha lebih memilih untuk menanamkan kembali keuntungannya menjadi modal untuk melipatgandakan jumlah penjualannya.

Tindakan ekonomi irasional

Sementara itu, tindakan ekonomi irasional adalah tindakan atau kegiatan ekonomi yang dilakukan tanpa akal sehat. Dengan demikian, tindakan ekonomi ini tidak dilandasi atas prinsip ekonomi atau pilihan yang baik dan paling menguntungkan.

Contoh Tindakan Ekonomi Irasional

  1. Pengusaha warung makan membeli bahan makanan ke penjual sayur yang berkeliling di sekitar dengan harga yang lebih tinggi dari pasar.
  2. Membeli mobil baru baru dengan cara menyicilnya dengan jumlah cicilan yang lebih besar dari setengah penghasilan bulanannya.
  3. Seorang pengusaha restoran membeli bahan makanan murah tanpa memperhatikan kualitasnya, sehingga kualitas masakan menjadi rendah pula dan konsumen tidak terpuaskan.
  4. Membeli kebutuhan sekunder (barang mewah, gadget yang tidak produktif) terlebih dahulu tanpa menggubris kebutuhan primer (makanan, minuman, dsb).

Referensi

  1. Asmarani, C.R. (2020). Modul pembelajaran ekonomi. Jakarta: Kemdikbud.
  2. Dinar, M., Hasan, M. (2018). Pengantar ekonomi: teori dan aplikasi. Bekasi: Pustaka Taman Ilmu.
  3. Ibrahim, A. dkk. (2021). Pengantar ekonomi islam. Jakarta: Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia.