Tiap Sel Baterai Mempunyai Lubang Untuk Mengisi

Alumnice.co – Tiap Sel Baterai Mempunyai Lubang Untuk Mengisi



PEMELIHARAAN BATERI (ACCU)



Baterai merupakan sumber energi listrik yang digunakan oleh sistem starter dan sistem kelistrikan yang lain

.


Baterai ada dua tipe yaitu baterai kering dan baterai basah

. Baterai yang digunakan untuk motor, mobil maupun truk adalah  baterai jenis basah.

Pada kendaraan secara umum baterai berfungsi  sebagai sumber energi listrik pada kendaraan, namun bila kita amati lebih detail maka, fungsi baterai pada kendaraan adalah:

1)




Saat mesin mati



sebagai sumber energi untuk menghidupkan asessoris, penerangan, dsb.

2)




Saat starter



untuk mengidupkan sistem starter

3)




Saat mesin hidup



sebagai stabiliser suplai listrik pada kendaraan, dimana pada saat hidup energi listrik bersumber dari alternator.






Konstruksi Baterai

Baterai terdiri dari beberapa komponen antara lain :


Kotak  baterai, terminal baterai, elektrolit baterai, lubang elektrolit baterai,  tutup baterai dan sel baterai.


Dalam satu baterai terdiri dari beberapa sel baterai

,
tiap sel menghasilkan tegangan 2 – 2,2 V. Baterai 6 V terdiri dari 3 sel, dan baterai 12 V mempunyai 6 sel baterai yang dirangkai secara seri.

Tiap sel baterai mempunyai lubang untuk mengisi elektrolit baterai, lubang tersebut ditutup dengan tutup baterai,
pada tutup terdapat lubang ventilasi yang digunakan untuk mengalirkan uap dari elektrolit baterai.



Elektrolit Baterai


Elektrolit baterai merupakan : campuran antara air suling (H2O) dengan asam sulfat (SO4),


Komposisi campuran adalah 64 %
H2O  dan dan 36 %
SO4
.


Spesifikasi : dari campuran tersebut diperoleh elektrolit baterai dengan berat jenis 1,270. Mm Hg.





Gambar 3.



Komposisi elektrolit baterai



Kotak Baterai(CASE)


Wadah yang menampung elektrolit dan elemen baterai


disebut kotak baterai.
Ruangan didalamnya dibagi menjadi ruangan sesuai dengan jumlah selnya. Pada kotak baterai
terdapat garis
tanda upper level(BATAS ATAS)  dan lower level(BATAS BAWAH) , sebagai indicator jumlah elektrolit
.



Sumbat Ventilasi(VENT CAPS)

Sumbat ventilasi ialah
tutup untuk lubang pengisian elektrolit. Sumbat ini juga berfungsi
untuk memisahkan gas hidrogen (yang terbentuk saat pengisian) dan uap asam sulfat di dalam baterai.
dengan cara membiarkan gas hidrogen keluar lewat lubang ventilasi, sedangkan uap asam sulfat mengembun pada tepian ventilasi dan menetes kembali ke bawah.





Gambar 4.



Kotak dan sumbat baterai



Reaksi Kimia pada Baterai


Baterai merupakan pembangkitan listrik secara kimia

.


Listrik


dibangkitkan akibat reaksi kimia antara :
plat positip,  elektrolit baterai dan plat negatip

.

Saat baterai dihubungkan dengan sumber listrik arus searah maka terjadi :
proses pengisian (charge). Proses tersebut secara kimia dapat dirumuskan sebagai berikut:

 Plat (+) + Elektrolit + Plat  (-)

à

Plat (+)  +  Elektrolit  +  Plat  (-)




 Pb SO4
 +   2H2O + PbSO4               PbO2
 + 2H2SO4
 + Pb


Proses pengisian (charge) : ketika baterai dihubungkan dengan sumber listrik arus searah.


Proses pengosongan (dis-charge)

Saat sistem starter berfungsi maka energi listrik yang tersimpan di baterai akan mengalir ke beban

, proses ini sering disebut proses pengosongan (dis-charge).

Dengan istilah lain,
Proses pengosongan (dis-charge) : yaitu memanfaatkan energy listrik yang tersimpan dalam baterai(ACCU).

Proses pengosongan
secara kimia dapat dirumuskan sebagai berikut:

Plat (+) + Elektrolit + Plat  (-)

à

Plat (+)  +  Elektrolit  +  Plat  (-)




 Pb O2
 +  2H2SO4
+ Pb                 PbO4
 +  2H2O
 + Pb SO4

Dari  reaksi kimia tersebut terdapat perbedaan elektrolit baterai saat kapasitas baterai penuh dan kosong,  dimana saat baterai penuh elektroli terdiri dari 2H2SO4, sedangkan  saat kosong elektrolit batarai adalah 2H2O.










Gambar 5.



Proses pengisian dan pengosongan baterai



Rating Kapasitas Baterai

Energi yang tersimpan dalam baterai harus cukup kuat untuk starter, untuk itu baterai harus terisi penuh.


Kapasitas baterai yaitu



à



jumlah listrik yang disimpan baterai yang dapat dilepaskan sebagai sumber listrik/energy.


Faktor yang mempengaruhi Kapasitas baterai :


1.ukuran plat,           2.jumlah plat,         3.jumlah sel dan                         4.jumlah elektrolit baterai.


Terdapat 3 ukuran yang sering menunjukkan kapasitas baterai, yaitu:

1)


Cranking Current  Ampere (CCA)

3)


Ampere Hour Capacity (AH)


Cranking Current  Ampere (CCA)


Kapasitas baterai tergantung pada bahan plat yang bersinggungan dengan larutan elektrolit, bukan hanya jumlah plat tetapi besar ukuran (luas permukaan singgung) pada plat yang akan menentukan kapasitasnya.



(CCA = luas/besar ukuran plat menentukan kapasitas)


The Internasional standard memberikan nilai untuk capasitas baterai


:


spesifikasi



dengan
SAE Cranking Current
atau
Cold Cranking Current (C



.




C




.




A





=





Cold Cranking Ampere


).

 Nilai CCA dari suatu baterai adalah arus (dalam ampere) dari baterai yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 derajat Celsius selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 volt atau lebih.




Reserve Capacity







(RC)









Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada baterai yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 ampere pada 27 derajat  Celsius setelah sistim pengisian dilepas.





 Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 volt per sel (10.5 volt total untuk baterai 12 volt).






(RC=waktu/lamanya baterai dapat digunakan)






Gambar 6.



Rating Baterai




Ampere Hour Capacity






(AH)





Kapasitas baterai  adalah banyaknya arus pada baterai yang diisi penuh dapat menyediakan arus selama
20 jam
pada
27 derajat Celsius, tanpa penurunan tegangan tiap sel dibawah 1.75 volt.





Rumus menentukan kapasitas baterai


adalah:



AH = A (amper) x H (Jam)


JIS mendefinisikan


=
kapasitas baterai sebagai jumlah listrik yang dilepaskan sampai tegangan pengeluaran akhir menjadi 10,5 V dalam 5 jam.

Sebagai contoh baterai dalam keadaan terisi penuh dikeluarkan muatannya secara terus menerus 10 A selama 5 jam sampai mencapai tegangan pengeluaran akhir (10,5 V). Maka kapasitas baterai ialah 50 AH (10 x 5 jam) 1
oC

Baterai otomotif yang baru memiliki striker yang ditempelkan untuk memberikan informasi tentang spesifikasi baterai tersebut, salah satu model stiker baterai seperti tampak dibawah ini


Gambar 7.



Spesifikasi baterai

Pada stiker di
gambar di atas menunjukkan


:



nomer kode area yaitu N57. Baterai tersebut memiliki 11 plat per sel dengan nilai 380
Cold Cranking Ampere
dan tegangan baterai yang dihasilkan adalah 12


volt.



Keselamatan Kerja Saat Menguji Baterai

Sebelum melaksanakan pengujian tersebut perlu diperhatikan masalah keselamatan kerja. Hal-hal tersebut antara lain:

1)


Baterai pada umumnya berukuran besar dan berisi larutan asam sulfat, oleh karena itu  harus hati-hati jangan sampai cairan baterai mengenai pakaian, kulit maupun kendaraan.

2)


Saat melepas baterai untuk menguji baterai perlu diperhatikan keamanan awal yang diperlukan untuk menghindari pemakai atau kerusakan alat elektronik akibat pelepasan baterai.

3)


Gunakan alat pelindung atau alat pengaman, termasuk pemakaian alas kaki yang sesuai dan pelindung mata

4)


Putuslah hubungan kabel baterai pada saat anda akan memperbaiki beberapa bagian dari suatu sistem rangkaian kelistrikan.

5)


Lepas hubungan terminal baterai ke ground terlebih dahulu, karena bila melepas terminal positip akan kemungkinan terjadi hubungan pendek melalui kunci ke kodi kendaraan.


Gambar 8.



Pemutusan terminal ground baterai

6)


Ingatlah baterai mudah menimbulkan arus energi listrik pada tenggang tinggi, sehingga jam tangan logam perhiasan dan gelang sebaiknya tidak dikenakan pada saat anda bekerja dengan baterai.

7)


Gas yang keluar dari bagian atas sel baterai selama proses pengisisan dan pengosongan  bersifat mudah meledak, jangan menyalakan korek atau merokok dekat lokasi pengisian baterai.

8)


Sebelum menghubungkan pengisian baterai, kedua terminal baterai positif dan negatif harus dilepaskan dari sistem rangkaian elektronik.

9)


 Pada saat melakukan pengisian baterai, anda membutuhkan udara yang bersih dan ventilasi udara yang bebas dari bunga api atau kemungkinan terjadi kebakaran.

10)


Apabila baterai anda memiliki lubang ventilasi pengaman jangan buka tutup penyumbatnya ketika melakukan proses pengisian, bila baterai anda tidak memiliki lubang pengaman, bukalah tutup penyumbatnya agar gas hodrogen yang dihasilkan pada saat proses  pengisian dapat keluar.

11)


Jangan melepas atau menghubungkan terminal baterai saat alat pengisian bekerja. ini akan menyebabkan munculnya bunga api dan menyalakan/membakar gas hidrogen yang ada dalam baterai.





Gambar 9.



Tanda peringatan dilakasi yang menagani baterai

12)


Jangan meniup baterai dengan aliran udara, compresor udara dapat membuka tutup sel dan menyebarkan larutan elektrolit ke tubuh anda.

13)


Untuk mencegah yang aman, jangan salah memasang posisi terminal baterai, ini akan membalik polarisasi dan mengakibatkan rusaknya alternator dan sistem elektronik yang mempergunakan semikonduktor.

14)


Untuk pencegahan, jangan salah memasang posisi terminal baterai, ini akan membalik polarisasi arus yang akan merusak alternator dan sistem kelistrikan yang menggunakan semi konduktor


Pertolongan Pertama

Asam sulfat, merupakan bahan elektrolit aktif pada baterai, yang bersifat sangat korosif/merusak. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada semua bahan yang dikenainya. Ini akan menyebabkan keracunan atau luka bakar yang serius bila terkena kulit, dapat juga mengebabkan kebutaan bila mengenai mata. Bila cairan asam baterai mengenai kulit anda:

1)


Basuhlah kulit anda denga air yang bersih

2)


Basuhlah berulang-ulang kurang lebih 5 menit, ini akan melarutkan asam pada air tersebut.

3)


Bila Cairan asam mengenai mata anda, basuhlah mata anda dengan air berulang-ulang, segera pergi ke dokter.





Gambar 10.



Membersihkan asam yang mengenai mata

4)


Larutan elektrolit juga berbahaya pada cat kendaraan, pada kasus lain larutan elektrolit dapat menetesi cat, usaplah dengan air yang banyak.



Memeriksa dan Menguji Baterai


Baterai harus diperiksa secara periodik dan diuji kemampuannya. Terdapat 3 kelompok pemeriksaan dan pengujian baterai yang sering dilakukan, yaitu:

1)


Pemeriksaan Visual



à


dengan indra penglihatan(mata secara langsung)

2)


Pemeriksaan elektrolit dan kebocoran



à



Hidrometer

3)


Pengujian Beban



à



Ampermeter = arus dan Voltmeter =tegangan


Pemeriksaan Visual Baterai


Pemeriksaan visual  meliputi


:




Kotak baterai sering mengalami kerusakan yang dapat didentifikasi secara visual,
jenis kerusakan kotak baterai antara lain:  kotak  retak  akibat benturan, mengembang akibat over charging, bocor akibat keretakan atau mengembang


Gambar 11.



Pemeriksaan bagian baterai secara visual

2)


Sel-sel baterai(plate’s) :

Sel baterai sering mengalami gang
g
uan yaitu
sell yang mengembang akibat over charging maupun mengkristal dan sel yang rontok karena getaran,
kualitas yang kurang baik maupun usia baterai.

3)


Terminal baterai dan konektor kabel

:


Terminal baterai dan konektor

merupakan
bagian baterai yang sering mengalami kerusakan, bentuk kerusakan paling banyak adalah
korosi yang disebabkan oleh uap elektrolit baterai maupun panas akibat kenektor kendor atau kotor

Jumlah elektroli
t

perlu diperiksa secara periodic.
Bila pengisian berlebihan (over charging)
maka elektrolit cepat berkurang karena penguapan berlebihan
. Pemeriksaan jumlah elektrolit dapat dilakukan dengan cepat karena kotak dibuat dari plastic yang tembus pandang.
Jumlah elektrolit harus berada diantara garis
Upper Level
dan
Lower Level.

Panas pada kabel
akibatnya : menyebabkan elasitas kabel menurun, isolator muda pecah dan terkupas,  hal ini terjadi terutama
pada isolator dekat dengan terminal baterai.


Pemengang baterai harus dapat mengikat baterai dengan kuat agar goncangan baterai dapat dihindari

, sehingga usia baterai dapat lebih lama.


Gangguan pada pemegang baterai


antara lain
kendor akibat mur pengikat karat untuk itu lindungi mur dengan mengoleskan vaselin/ grease.



PROSEDUR PEMERIKSAAAN BATERAI(ACCU)


Pemeriksaan Elektrolit


Jumlah elektrolit baterai harus selalu dikontrol, jumlah yang baik adalah diantara tanda batas
Upper Level
dengan
Lower Level.


Akibat/dampak kuantitas (jumlah) dari elektrolit

:

1.


Jika Jumlah elektrolit yang kurang menyebabkan

à

sel baterai cepat rusak,

2.


Jika jumlah elektrolit berlebihan menyebabkan

à

tumpahnya elektrolit saat batarai panas akibat pengisian atau pengosongan berlebihan.

3.


Akibat proses penguapan saat pengisian memungkinkan

à

jumlah elektrolit berkurang,


Untuk menambah

jumlah
elektrolit
yang kurang  cukup dengan menambah H2O atau terjual
dengan
nama
Air Accu.


Penyebab elektrolit cepat berkurang

dapat disebabkan oleh
overcharging(pengisian yg berlebihan)

,
oleh karena bila berkurangnya elektrolit tidak wajar maka periksa dan setel arus pengisian. Keretakan baterai dapat pula menyebabkan elektrolit cepat berkurang, selain itu cairan elektrolit dapat mengenai bagian kendaraan, karena cairan bersifat korotif maka bagian kendaraan yang terkena elektrolit akan korosi.



Hydrometer


Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai menggunakan alat

hydrometer
. Pemeriksaan berat jenis elektrolit baterai merupakan salah satu metode untuk mengetahui kapasitas baterai. Baterai penuh pada suhu 20 ºC mempunyai Bj
1,27-1,28, dan baterai kosong mempunyai Bj 1,100 -1,130.



Langkah melakukan pengukuran elektrolit baterai adalah:

1)


Lepas terminal baterai negatif

2)


Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer

3)


Masukkan thermometer pada lubang baterai

4)


Masukkan ujung hydrometer ke dalam lubang baterai

5)


Pompa hydrometer sampai elektrolit masuk ke dalam hydrometer dan  pemberat terangkat


6)



Tanpa mengangkat hydrometer dari lubang baterai


à


baca berat jenis elektrolit baterai dan baca temperature elektrolit baterai

7)





Catat hasil pembacaan, lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain








Gambar 12.



Memeriksa elektrolit

Berat jenis elektrolit berubah sebesar 0,0007 setiap perubahan 1 ºC. Spesifikasi berat jenis normal ditentukan pada 20 ºC, oleh karena itu saat pengukuran temperature elektrolit harus diamati. Rumus untuk mengkoreksi hasil pengukuran adalah:


S
20 ºC= St + 0,0007 x (t  –  20)

S
20 ºC
:        berat jenis pada temperature 20 ºC

St               :        Nilai pengukuran berat jenis

t                          :        Temperatur elektrolit saat pengukuran

Contoh:

Tentukan  berat jenis baterai bila hasil pengukuran pada temperature 0ºC, menunjukkan berat jenis 1,260.


                         S
20 ºC
=       St + 0,0007 x (t  –  20)

                                                      =       1,260  +  0,0007  x ( 0 – 20)

                                                      =       1,260 – 0,0014

                                                      =       1,246

Tindakan yang harus dilakukan terkait hasil pengukuran elektrolit  adalah sebagai berikut:

Tabel .1  Tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil pengukuran BJ elektrolit


HASIL  PENGUKURAN

TINDAKAN

1.280 Atau lebih

Tambahkan air suling agar berat jenis berkurang

1.220 – 1.270

Tidak Perlu Tindakan

1.210 atau kurang

Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis.  Bila masih dibawah 1.210 ganti baterai.

Perbedaan  antar sel kurang dari 0.040

Tidak perlu tindakan

Perbedaan berat jenis antar sel 0.040 atau lebih

Lakukan pengisian penuh, ukur berat jenis. Bila berat jenis antar sel melebihi 0.030, setel berat jenis. Bila tidak bisa dilakukan, ganti baterai


Kebocoran Arus

Adanya kebocoran arus listrik menyebabkan baterai mengalami pengosongan, sehingga bila kendaraan lama tidak digunakan maka energi listrik yang tersimpan pada baterai dapat berkurang cukup banyak sehingga mesin sulit dihidupkan.








Gambar 13.



Pemeriksaan kebocoran arus

Langkah untuk memeriksa kebocoran arus listrik adalah sebagai berikut:

1)


Matikan seluruh beban kelistrikan

2)


Lepas kabel baterai negatip

3)


Pasang amper meter dengan skala ukur 35 mA

4)


Baca hasil pengukuran

5)


Besar kebocoran arus tidak boleh melebihi 20 mA.

Besar arus tersebut disebabkan energi listrik yang digunakan untuk jam maupun memori ECU (Electronic Control Unit). Penyebab terjadi kebocoran arus karena adanya karat, kotoran, air pada terminal atau soket sehingga mampu mengalirkan listrik. Pengukuran dapat pula dilakukan pada kabel positip.

Kebocoran arus listrik dapat pula terjadi ke bodi baterai (Case drain)  untuk memeriksa hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:





Gambar 14.



Pemeriksaan kebocoran bodi

Atur selector pada  voltage,  hubungkan kabel negatif multi meter ke negatip baterai dan positip volt meter ke bodi bateri. Penunjukan yang baik adalah  0 Volt, dan  tegangan tidak boleh melebihi 0,5 V.


Pemeriksaan dengan test beban baterai




Pemeriksaan baterai dengan beban dilakukan
Battery load tester. Pemeriksaan dilakukan dengan cara memberi beban baterai sebesar 200 A selama 15 detik. Bila tegangan baterai lebih dari 9,6 V berarti baterai masih baik, bila tegangan baterai 6,5V – 9,6 V  baterai perlu diisi beberapa saat, bila tegangan kurang dari 6,5 V ganti baterai karena  kemungkinan ada sel baterai yang sudah rusak.


Gambar 15.



Test dengan beban

Baca :   Nama Latin Tangkai Bunga


c. Rangkuman 1

Baterai berfungsi  sebagai sumber energi listrik pada kendaraan, namun bila kita amati lebih detail maka fungsi baterai adalah:
Saat mesin mati
sebagai sumber energi untuk menghidupkan asesoris, penerangan, dsb.
Saat starter
untuk mengidupkan sistem starter.
Saat mesin hidup
sebagai stabiliser suplai listrik pada kendaraan, dimana pada saat hidup energi listrik bersumber dari alternator.

Secara garis besar konstruksi baterai terdiri dari kotak baterai, sel baterai dan elektrolit baterai. Saat baterai diberikan beban arus maka terjadi proses pengosongan, sedangkan bila baterai mendapat arus dari luar maka terjadi proses pengisian,  pada proses pengisian maupun pengosongan terjadi reaksi kimian antara elektrolit baterai dengan plat beterai.

Terdapat 3 hal dalam menentukan rating kapasitas baterai, yaitu:


Cranking Current  Ampere (CCA), Reserve Capacity


dan  Ampere Hour Capacity (AH).
Sedangkan pengujian pada baterai meliputi: Pemeriksaan secara visual, pemeriksaan elektrolit baterai, pemeriksaan kebocoran dan pengujian beban baterai.




d. Tugas 1

Isilah table berikut ini dengan cara  observasi pada bengkel atau membaca buku pedoman kendaraan:


No


Merk dan tipe kendaraani


Spesifikasi Baterai yang digunakan


Sumber Informasi

1

2

3

4

5

6

7


e. Test Formatif 1

Jawablah pertanyaan dibawah ini:

1)


Jerlaskan fungsi baterai pada kendaraan

a)


Saat mesin mati

b)


Saat mesin hidup

c)


Saat starter

2)


Sebutkan bagian- bagian baterai pada gambar berikut ini,

1.  …………………………………..






2.  …………………………………..

3.  …………………………………..

4.  ……………………………………

5.  ……………………………………

3)


Jelaskan perbedaan plat positip dan plat negatip pada baterai

4)


Sebutkan komposisi elektrolit baterai,dan jelaskan prosedur pemeriksan berat jenis elektrolit baterai!

5)


Jelaskan reaksi kimia saat pengisian dan pengosongan baterai.

6)


Jelaskan pengertian


Cranking Current  Ampere (CCA), Reserve Capacity dan  Ampere Hour Capacity (AH)


yang terdapat pada

baterai.

7)


Jelaskan prosedur menguji kebocoran arus listrik pada baterai (drain test)

8)


Jelaskan prosedur menguji baterai dengan beban (load test).


f.  Kunci Jawaban Test Formatif 1

1)


Fungsi baterai pada kendaraan adalah:

a)



Saat mesin mati


sebagai sumber energi untuk menghidupkan asessoris, penerangan, dsb.

b)



Saat starter


untuk mengidupkan sistem starter

c)



Saat mesin hidup


sebagai stabiliser suplai listrik pada kendaraan, dimana pada saat hidup energi listrik bersumber dari alternator.

2)





Bagian- bagian baterai


pada gambar berikut ini,

a)


Vent caps (sumbat baterai)

b)


Terminal posts  (terminal baterai)

c)


Cell connectors (penghubung sel)

d)


Cells ( Sell-sel baterai)

e)


Cell partitions(separator)

3)


Perbedaan plat positip dengan plat negatip adalah
plat positip berwarna coklat gelap (dark brown) dan plat negatip berwarna abu-abu metalik (metallic gray).

4)


Komposisi elektrolit baterai adalah 64 %
H2O  dan dan 36 %
SO4
dengan berat jenis 1,27.  Prosedur pemeriksaan elektrolit adalah:

a)


Lepas sumbat baterai dan tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer

b)


Masukkan thermometer pada lubang baterai

c)


Masukkan ujung hydrometer ke dalam lubang baterai

d)


Pompa hidromenter sampai elektrolit masuk ke dalam hydrometer dan  pemberat terangkat

e)


 Tanpa mengangkat hydrometer baca berat jenis elektrolit baterai dan baca temperature elektrolit baterai

f)


Catat hasil pembacaan, lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain

g)


Konversi berat jenis hasil pengukuran pada temperatur  20 ºC, dengan rumus:

S
20 ºC= St + 0,0007 x (t  –  20)

5)


Reaksi Kimia pada baterai

Plat (+) + Elektrolit    + Plat  (-)              Plat (+)  +  Elektrolit  +  Plat  (-)




Pb SO4
 + 2H2SO4
+ PbSO4                 PbO2
 + 2 H2O
 + Pb


Pengosongan

Plat (+) + Elektrolit + Plat (-)                   Plat (+)  +  Elektrolit  +  Plat  (-)




PbO2
 + 2 H2O
 + Pb                                                    Pb SO4
 + 2H2SO4
+ PbSO4

6)


Pengertian

Cranking Current  Ampere (CCA):

Nilai CCA dari suatu baterai adalah arus (dalam ampere) dari baterai yang diisi penuh sehingga dapat memberikan arus untuk 30 detik pada 18 derajat Celsius selama itu tetap menjaga tegangan setiap sel 1.2 volt atau lebih.

Pengertian Reserve Capacity

Kapasitas layanan adalah banyaknya waktu dalam menit pada baterai yang diisi penuh dapat memberikan arus sebesar 25 ampere pada 27 derajat  Celsius setelah sistim pengisian dilepas.  Tegangan tidak boleh turun dibawah 1.75 volt per sel (10.5 volt total untuk baterai 12 volt).

Pengertian Ampere Hour Capacity (AH)

JIS mendefinisikan kapasitas baterai sebagai jumlah listrik yang dilepaskan sampai tegangan pengeluaran akhir menjadi 10,5 V dalam 5 jam. Sebagai contoh baterai dalam keadaan terisi penuh dikeluarkan muatannya secara terus menerus 10 A selama 5 jam sampai mencapai tegangan pengeluaran akhir (10,5 V). Maka kapasitas baterai ialah 50 AH (10 x 5 jam)

7)


Prosedur drain test / kebocoran arus listrik adalah :

a)


Matikan seluruh beban kelistrikan

b)


Lepas kabel baterai negatip

c)


Pasang amper meter dengan skala ukur 35 mA antara kabel negatip dengan terminal baterai.

d)


Baca hasil pengukuran. Besar kebocoran arus tidak boleh melebihi 20 mA.

8)


Prosedur test baterai tanpa beban adalah:

a)


Pasang Volt Amper meter, dengan cara  kabel merah dihubungkan positip baterai, kabel hitam dengan negatip baterai, kabel Ampermeter induksi dapat kabel negatiip atau kabel positip, perhatikan tanda aliran arus listriknya.

b)


Lakukan starter mesin selama 15 detik.

c)


Catat tegangan dan arus yang mengalir saat waktu starter pada 15 detik

d)


Tunggu kurang lebih 5 menit untuk melakukan pembebanan lagi, waktu ini diperlukan untuk proses pendinginan unit motor starter.

Tiap Sel Baterai Mempunyai Lubang Untuk Mengisi

Sumber: https://banaranotosport.blogspot.com/2012/07/pemeliharaan-bateri-accu-baterai.html

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …