Teknik Mengecor Sudah Ada Sejak Zaman

Alumnice.co – Teknik Mengecor Sudah Ada Sejak Zaman

Untuk membuat sebuah patung ada beberapa bahan dan teknik yang digunakan. Berikut ini beberapa di antaranya.1) Bahan KerasSalah satu bahan yang digunakan untuk membuat patung adalah bahan keras. Bahan keras dapat berupa kayu, batu cadas atau andesit, logam, gading, tulang, dan tanduk. Teknik yang digunakan untuk membuat patung denganbahan keras adalah dengan teknik pahat, kecuali bahan yang terbuat dari logam. Sementara untuk membuat patung dengan bahan keras yang terbuat dari logam seperti perunggu, kuningan, emas, perak, tembaga, besi bisa dilakukan dengan teknik cor (bivalve dan a cire perdue), tempa, patri, dan las tuang.2) Bahan PlastisBahan lunak yang dapat digunakan untuk membuat patung antara lain tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur kertas, sabun, dan gips. Patung dari bahan plastis bisa dibuat dengan teknik membentuk, membutsir, mencetak, modelling, coiling, pijit, dan slabing.b. Bentuk dan Wujud Seni PatungBerikut ini beberapa bentuk dan wujud patung.• Bagian kop merupakan pembuatan patung yang hanya menggambarkan bagian kepala.• Bagian buste merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian dada atau bentuk    dada dan kepala.• Bagian torso merupakan pembuatan patung yang menggambarkan bagian badan.c. Teknik Membuat PatungDalam membuat patung seorang seniman dapat membuat patung dengan berbagai teknik bergantung pada bahan dan keahlian yang dimilikinya. Teknikteknik tersebut antara lain teknik mengecor, modelling, dan konstruktif.1) Teknik MengecorTeknik mengecor atau mencetak adalah teknik yang dipakai jika media yang digunakan bersifat cairan. Sebelum mengecor seorang pematung harus membuat cetakan terlebih dahulu. Untuk mendapat cetakan, pematung harus membuat model patung jadi atau model positif, setelah itu pematung membuat cetakan negatif. Bahan yang digunakan untuk membuat patung berbeda dengan bahan untuk membuat cetakannya. Contohnya, jika bahan yang digunakan untuk membuat patung adalah logam, maka bahan untuk membuat cetakannya adalah gips atau tanah liat.Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat cetakan adalah bagian yang satu dengan bagian yang lain diusahakan tidak terkunci. Ada dua jenis cetakan teknik mengecor patung dengan menggunakan cetakan, yaitu bivalve dan a cire perdue. Bivalve adalah teknik mengecor dengan cetakan yang dapat di bongkar pasang. Teknik ini dipakai untuk mendapatkan hasil dalam jumlah banyak dengan model yang sama. Sementara teknik a cire perdue dipakai hanya untuk mendapatkan satu hasil, biasanya cetakannya terbuat dari bahan yang mudah dipecahkan seperti dari tanah liat.2) Teknik ModelingTeknik modelling adalah teknik membuat suatu bentuk dengan cara memijit, meremas, dan membentuk sesuai bentuk yang diinginkan. Bahan yang dipergunakan dalam pembuatan teknik ini adalah bahan yang bersifat plastis seperti tanah liat, plastisin, lilin, dan bubur kertas.3) Teknik Konstuktif (Menempel)Tenik menempel adalah teknik membuat patung dengan cara menempelkan bagian yang satu dengan bagian yang lain sedikit demi sedikit sehingga menjadi sebuah karya patung. Bahan yang dipergunakan bervariasi, bisa tanah liat, lilin,logam, dan bubur kertas.

Baca :   Keuntungan Mekanis Suatu Katrol Bergerak Adalah Sebesar


Rafaelciaputra


Rafaelciaputra

Tanah liat dan di ukir,di cetak

Berikut perbedaan dalam teknik pembuatan benda logam antara teknik bivolve dengan teknik a cire perdue… .

a cire perdue Bivolve
A Cetakan hanya dapat digunakan sekali saja Cetakan dapat digunakan secara berulang
B Hasilnya lebih rapuh Hasilnya lebih tahan lama
C Model dibuat dari lilin Model dibuat dari tanah liat
D Model cetak manual Model cetak setangkup
E Hanya untuk logam perunggu Untuk semua jenis logam

Pembahasan:

Terdapat 2 tekni pembuatan logam, yaitu:

  1. Teknik Bivalve merupakan cetakan setangkap yang terbuat dari batu. Alat yang digunakan terbuat dari batu. Tempat cetakan logam bisa digunakan berulang kali. Benda logam yang dihasilkan sederhana
  2. Tekni A Cire Perdue merupakan cetakan logam yang terbuat dari lilin dan tanah liat. Cetakan untuk membuat logam hanya bisa digunakan sekali. Benda yang dihasilkan memiliki bentuk yang kompleks dan indah

Untuk materi lebih lengkap tentang ZAMAN PRA AKSARA DI INDONESIA silahkan kunjungi link youtube berikut ini. Kalau bermanfaat jangan lupa subscribe, like dan share.. Terimakasih

Kunci Jawaban:

Berikut perbedaan dalam teknik pembuatan benda logam antara teknik bivolve dengan teknik a cire perdue… . A. A Cire Perdue hanya digunakan sekali, Bivalve digunakan secara berulang

Teknik bivalve biasanya digunakan untuk membuat patung berbahan a emas b tanah liat c. lilin d kayu

Mari berlomba lomba dalam kebaikan. Semoga isi dari blog ini membawa manfaat bagi para pengunjung blog. Terimakasih

Salah satu cabang karya seni rupa yaitu seni patung. Sebagimana karya-karya seni lainnya, seni patung juga mengalami perkembangan seiring dengan kebutuhan dalam mengarungi perubahan gaya hidup manusia. Menurut ensiklopedia indonesia ( 1990 : 215 ) seni patung berarti seni pahat atau bentuk badan yang padat yang diwujudkan dalam tiga dimensional yang ciptaanya bisa berupa gambar-gambar timbul (relief) atau patung yang di buat dari media kayu maupun logam. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, patung adalah tiruan bentuk orang, hewan, dan sebagainya dibuat (dipahat dan sebagainya) dari batu, kayu, dan sebagainya.
Secara umum dapat kita simpulkan bahwa seni patung ialah karya seni rupa yang berwujud 3 dimensi yang



diciptakan dengan membentuk bahan bervolume. Bahan yang digunakan bisa berupa tanah liat, kayu, batu, logam dan bahan lainnya dengan menggunakan teknik substraktif yaitu mengurangi bahan seperti dipahat, dipotong, dicukil atau dengan teknik aditif, yaitu menambahkan bahan seperti mengecor dan mencetak.

Baca :   Apa Saja Yang Harus Dibahas Dalam Evaluasi Pergelaran Musik


Kali ini saya akan membahas salah satu teknik yang digunakan dalam mewujudkan patung dengan bahan logam yaitu teknik cetak. Ada dua jenis teknik yang digunakan untuk mencetak patung

dengan bahan logam
, yaitu teknik bivalve (setangkup) dan a cire perdue (

cetak lilin buang

)


1. Teknik bivalve (setangkup)

Pengertian teknik cetak bivalve adalah teknik mencetak patung dengan bahan logam menggunakan cetakan yang terbuat dari bahan gipsum, batu, campuran semen dan pasir, silikon (untuk bahan cetakan non logam), fiberglass maupun bahan lainnya yang memiliki sifat bahan yang sama kemudian direkatkan atau di ikat dengan tali di ke-2 sisinya. Sesudah direkatkan atau diikat, lelehan logam dimasukkan ke dalam cetakkan melalui lubang yang berada di bagian atas cetakan.
Setelah logam mengeras baru cetakan dilepaskan dan logam diambil. Teknik cetak bivalve ini bisa dikerjakan berulang-ulang karena cetakannya tidak dihancurkan

Teknik bivalve biasanya digunakan untuk membuat patung berbahan a emas b tanah liat c. lilin d kayu

walaupun pada mulanya bahan yang digunakan ialah logam (khususnya perunggu), seiring perkembangan zaman, maka bahan yang digunakan untuk mencetak patung dengan teknik bivalve tidak melulu menggunakan logam. Namun bisa juga menggunakan bahan cor yang lain, misalnya semen, gipsum, resin atau fiberglass.


2.

Teknik A Cire Perdue (cetak lilin buang)


Pada zaman prasejarah, pengrajin Jawa hanya menempa emas dengan palu. Penggunaan panas untuk mengerjakan emas dimulai pada abad-abad pertama Masehi. Pengrajin patung sejak zaman prasejarah sudah menguasai teknik cetak lilin buang dan cara ini diterapkan untuk membuat patung perunggu dan emas. Selain menggunakan teknik



A Cire Perdue (cetak lilin buang) u


ntuk membuat patung, mereka juga menggunakan teknik-teknik lain seperti pengecoran, pengukiran, pemahatan, filigree (Filigree atau filigrana adalah sebuah jenis pembuatan perhiasan biasanya dari emas dan perak. Karya tersebut masih populer di India dan wilayah Asia lainnya. Karya tersebut juga populer di Italia, Prancis dan Portugis dari 1660 sampai akhir abad ke-19) dan Repoussé (


Repoussé atau repoussage mengacu pada teknik pengerjaan logam di mana logam lunak dibentuk dengan memalu dari sisi sebaliknya. Sehingga jika dilihat dari depan logam akan memiliki efek timbul tenggelam seperti relief)


atau cara membuat rancangan relief, juga cukup terkenal dan merupakan seni kerajinan yang tinggi.

Baca :   Bagaimana Cara Mengetahui Pokok Berita Dengan Mudah

Teknik bivalve biasanya digunakan untuk membuat patung berbahan a emas b tanah liat c. lilin d kayu

Replika temuan Wonoboyo, temuan artefak emas dan perak, dipamerkan di Museum Prambanan.

Temuan Wonoboyo asli disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Sekitar
Abad ke-8 sampai ke-9 Masehi dibuat dengan teknikRepoussé

Teknik bivalve biasanya digunakan untuk membuat patung berbahan a emas b tanah liat c. lilin d kayu

Kerajinan Perak Celuk dari Desa Celuk Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali. Dibuat dengan teknik filigree


Pembuatan patung dengan menggunakan teknik




A Cire Perdue (cetak lilin buang)




diawali dengan membuat bentuk benda logam dari lilin yang berisi tanah liat sebagai intinya. Bentuk awal patung yang terbuat dari lilin ini dihias dengan berbagai pola hias. Bentuk lilin yang sudah lengkap dibungkus lagi dengan tanah liat yang lunak dengan bagian atas dan bawah diberi lubang. Dari lubang atas dituangkan lelehan logam(tentu saja sangat panas) dan dari lubang bawah mengalirlah lilin yang meleleh. Bila logam yang dituangkan sudah dingin, maka cetakan tersebut dipecah untuk mengambil benda yang sudah jadi. Cetakan dengan teknik ini hanya dapat dipergunakan sekali saja.

Teknik bivalve biasanya digunakan untuk membuat patung berbahan a emas b tanah liat c. lilin d kayu


Perbedaan Teknik Bivalve dan A Cire Perdue

Berdasarkan keterangan mengenai pengertian teknik Bivalve dan A Cire Perdue di atas, maka dapat kita ketahui perbedaan kedua teknik tersebut, yaitu :


1. Teknik Bivalve (setangkup), yaitu t

eknik mengecor dengan cetakan yang bisa dibongkar pasang. Teknik ini digunakan untuk memperoleh hasil dalam jumlah banyak dengan model yang sama.


2. Teknik A cire perdue (cetak lilin buang), yaitu t

eknik yang digunakan hanya untuk memperoleh satu hasil atau sekali digunakan. Pembuatan cetakan menggunakan bahan yang mudah dipecahkan, contohnya tanah liat atau juga bisa menggunakan

gipsum


Page 2

SENI DAN BUDAYA STRUKTUR FORMAL MUSIK NOTASI MUSIK WARNA SINTETIS BATIK RADEN SALEH SJARIF BOESTAMAN KEPAHLAWANAN TRUNOJOYO TAUTAN UNDUHAN

Teknik Mengecor Sudah Ada Sejak Zaman

Sumber: https://toptenid.com/teknik-bivalve-biasanya-digunakan-untuk-membuat-patung-berbahan-a-emas-b-tanah-liat-c-lilin-d-kayu

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …