SUMBER SEJARAH

Apakah anda pernah melakukan penjelajahan? Pastinya anda meninggalkan jejak dalam perjalanan. Jejak anda sebagai tanda bukti sejarah. Dengan kata lain, sejarah merupakan hal yang berkenaan dengan peristiwa masa lalu. Untuk meneliti sejarah, maka harus ada bukti sebagai dasar untuk menentukan peristiwa tersebut. Pada kali ini akan dibahas sumber-sumber sejarah berdasarkan bentuknya, sumber sejarah berdasarkan bahannya, dan sumber sejarah berdasarkan urutan peristiwanya.

Segala sesuatu yang secara langsung atau tidak langsung menceriterakan kegiatan manusia pada masa lalu disebut sumber sejarah. Sumber sejarah disebut juga data sejarah. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keterangan yang benar dan bahan nyata yang dapat dijadikan sebagai dasar kajian, analisis atau kesimpulan. Data sejarah atau sumber sejarah juga mempunyai pengertian seluruh informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk merekonstruksi atau menyusun kembali peristiwa masa lalu.

Kedudukan Sumber Sejarah

Penggunaan data sumber dalam belajar sejarah menjadi sangat penting, karena sejarahmerekonstruksi peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lalu. Karya sejarah merupakansebuah karya nonfi ksi. Peristiwa yang direkonstruksi bukanlah khayalan.Inilah perbedaannya dengan karya sastra seperti novel, karena cerita di dalam novel adalahhasil imajinasi penulis yang bersifat khayalan dan tidak berdasarkan data atau sumber sejarah.

Macam-Macam Sumber Sejarah

Bagi sejarawan sumber sejarah ini merupakan alat, bukan tujuan akhir. Adanya sumber sejarah merupakan bukti dan fakta adanya kenyataan sejarah. Dengan sumber sejarah, sejarawandapat mengetahui kenyataan sejarah. Tanpa adanya sumber, sejarawan tidak akan bisa bicaraapa-apa tentang masa lalu, dan begitu pula tanpa sentuhan sejarawan, sumber sejarah punbelum bisa banyak bicara apa-apa. Sumber sejarah sendiri bukanlah sejarah. Sejarah itu ada karena konstruksi dari sejarawan terhadap sumber sejarah.

  1. Sumber sejarah berdasarkan bentuknya

Sumber sejarah pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu sumber dokumenter,artefak dan lisan.

  1. Sumber Dokumenter
  2. Laporan

Laporan-laporan dapat berupa laporan yang dibuat oleh lembaga pemerintah atau lembaga non pemerintah. Pembuatan laporan biasanya per tahun. Jadi, kita bisa menggunakan laporan tahunan. Pada lembaga-lembaga pemerintah, biasanya suka dibuat laporan tahunan. Sedangkan laporan non pemerintah misalnya laporan perusahaan. Dengan adanya laporan tahunan perusahaan, kita akan mengetahui bagaimana perkembangan perusahaan dalam periode tertentu.

  • Surat-Surat

Surat-surat dapat menjadi sejarah baik surat surat pribadi maupun surat surat resmi yang dibuat oleh pemerintah. Dalam surat kita bisa melihat tanggal, ditujukan kepada siapa, dari siapa (pembuat), dan isi surat itu. Isi surat ini akan memberikan suatu informasi penting apa yang terjadi pada saat itu.

  • Surat Kabar
Baca :   Burung Dara Burung Merpati Terbang Cepat Ya Tuan Tiada Tara

Sumber tertulis yang banyak merekam atau mencatat kejadian-kejadian seharihari yang terjadi di masyarakat adalh surat kabar. Berita yang dimuat dalam surat kabar sangat beragam, ada berita ekonomi, politik, sosial dan budaya. Bagi peneliti sejarah, berita-berita tersebut dapat dijadikan sumber bahan penelitiannya. Sumber yang digunakan tergantung pada tema penelitian yang ditelitinya. Apabila ingin meneliti sejarah ekonomi, maka berita-berita ekonomi yang akan lebih banyak digunakan, tetapi mungkin pula berita politik dan sosial juga digunakan, selama ada kaitannya dengan tema penelitian.

Berita yang disajikan oleh surat kabar yang satu dengan yang lainnya, kemungkinan akan menunjukkan suatu analisis yang beragam. Perbedaan ini disebabkan oleh kepentingan dari masing-masing penerbit surat kabar. Setiap surat kabar memiliki kepentingan atau misi untuk membantuk opini atau pendapat masyarakt. Surat kabar yang diterbitkan oleh pemerintah dan non pemerintah tentu akan memiliki perbedaan dalam menilai suatu peristiwa. Apalagi surat kabar yang diterbitkan oleh partai politik, biasanya dijadikan sebagai alat untuk mempropaganda program-program atau misi dari partai tersebut.

  • Catatan Pribadi

Orang-orang tertentu memiliki kebiasaan untuk mencatat berbagai peristiwa yang ia anggap penting dalam catatan pibadinya atau sering disebut dengan buku catatan harian. Catatan pribadi ini dapat memberikan informasi yang mungkin saja tidak terdapat pada laporan-laporan resmi, misalnya laporan resmi pemerintah. Ada pula dari catatan catatan pribadi ini yang kemudian disusun oleh si pemilik catatan tersebut menjadi sebuah autobiografi atau memoar.

  • Notulen Rapat

Notulen rapat adalah catatan-catan yang berisi tentang hal-hal yang menjadi materi penting dalam pembicaraan rapat. Catatan dibuat biasanya oleh salah seorang yang ditunjuk atau ditugaskan utuk menjadi pencatat atau sekretaris. Apabila kita menemukan notulen rapat, akan memberikan informasi yang berharga tentang hal yang menjadi topik penelitian kita. Apalagi kalau kita bisa menemukan notulen rapat, masih dalam bentuk tulisan tangan asli dari si pencatat rapat.

  • Sumber Artefak
  • Prasasati

Prasasti jumlahnya banyak, misalkan prasasti peninggalan kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Majapahit, Mataram, dan kerajaan-kerajaan lainnya. Prasasti merupakan batu bertuliskan , perintah raja. Prasasti artinya pujian dan perintah raja. Prasasti dituliskan pada batu, lempengan tembaga, perunggu, perak, dan emas. Isi prasasti adalah nama raja, kerajaan, dan sambadha (tujuan pembuatan prasasti). Misalnya Prasasti Ciarunteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi sungai Ciarunteun, dekat muara sungai Cisadane Bogor. Prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa dn bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris kalimat yang ditulis dalam bentuk puisi. Disamping itu, terdapat lukisan labaalaba serta sepasang telapak kaki Raja Mulawarman yang diibarkan kaki Dewa Wisnu.

  • Candi
Baca :   Garis Lengkung Yang Digunakan Dalam Suatu Gambar Dapat Memberikan Kesan

Candi merupakan bangunan agama Hindu dan Buddha. Candi adalah bangunan makam raja. Yang dikuburkan di candi bukanlah mayat atau abu raja Di sana disimpan pripih, yaitu benda-benda peninggalan raja. Misalnya, perhiasan dan batu-batuan berharga. Candi merupakan tanda penghaomatan raja yang telah meninggal. Misalnya Candi Jago untuk mengenang Wisnuwardhana, Candi Kidal untuk mengenang Raja Anusapati, dan Candi Jawi untuk mengenang Raja Kertanegara. Candi Prambanan adalah candi agama Hindu. Candi Borobudur adalah candi agama Buddha. Contoh candi Hindu adalah candi Bima, Candi Arjuna, Candi Nakula, Candi Pramabanan, Candi Sambisari, Candi Ratu Baka, dan Candi Sukuh. Candi agama buddha adalah Candi Borbudur, Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Sari, Candi Pawon, dan Candi Mendut.


  • Makam

Bangunan bersejarah masa Islam adalah makam. Makam Islam tertua adalah makam Fatimah Binti Maimun. Makan ini berada di Gresik Jawa Timur. Di Aceh di ditemukan batu nisan Sultan Malik As Saleh yang meninggal tahun 1326. Bagian nisan makam dihias pahatan. Gapura makam dipahat dengan indah. Misalnya, gapura makam Sendang Duwur di Tuban, Jawa Timur. Contoh makam-makam zaman Islam di Indonesia, antara makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik dan makam Troloyo di Trwulan, Mojokerto.

  • Benteng

Benteng dibangun Belanda ada abad ke-17. Gunanya melindungi dari serangan musuh. Salah satu bangunan benteng adalah Benteng Vredeburg. Benteng Vredeburg dibangun tahun 1760. Selama penjajahan Belanda, benteng tersebut dijadikan pusat kegiatan militer Belanda. Pada masa Jepang menjadi markas Jepang. Contoh benteng peninggalan Belanda adalah Benteng Pendem di Calacap, Benteng Fort Rotterdam di Makasar, Benteng Marlborough di Bengkulu, Benteng Fort de Kock di Padang, dan Bneteng Otanah di Gorontalo.

  • Mata Uang

Mata uang merupakan salah satu sumber sejarah berupa artefak. Berdasarkan bukti mata uang bisa di ketahui sejarah masa lampau suatu bangsa. Pada zaman dahulu mata uang kerajaan di Indonesia berupa emas, perak atau logam. Berdasarkan mata uang tersebut bisa diketahui sejarah kerajaan tersebut. Misalnya mata uang Kerajaan Samudra Pasai terbuat dari emas bertuliskan raja yang berkuasa.

  • Sumber Lisan

Sumber lisan merupakan cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara metode sejarah lisan. Sejarah lisan adalah satu dari sumber sejarah yang ada pada ingatan pelaku dan atau penyaksi suatu peristiwa sejarah, yang terjadi pada jamannya. Kemudian diungkapkan secara lisan oleh pelaku dan penyaksi sejarah itu sendiri. Sumber lisan bertanggung jawab atas kebenaran yang dikisahkannya, sehingga informasi lisannya itu dapat digunakan sebagai sumber dalam penulisan sejarah.

Kelebihan dari penelitian sejarah lisan sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan adanya komunikasi dari arah (antara peneliti dengan tokoh) sehingga jika ada hal yang kurang jelas bisa langsung ditanyakan pada nara sumber.
  2. Penulisan sejarah menjadi lebih demokratis
  3. Melengkapi kekurangan data atau informasi yang belum termuat.
Baca :   Sebuah Mobil Yang Mula Mula Diam Bergerak Dipercepat

Kekurangan dari sejarah lisan adalah sebagai berikut:

  1. Keterbatasan daya ingat seseorang pelaku/saksi sejarah terhadap suatuperistiwa.
  2. Memiliki subyektivitas yang tinggi dikarenakan sudut pandang yang berbedadari masing-masing pelaku dan saksi terhadap sebuah peristiwa.
  • Sumber Sejarah Berdasarkan Bahannya

Sumber sejarah berdasarkan bahannya terdiri dari dua hal, antara lain:

  1. Bukti Tertulis

Bukti tertulis mirip dengan sumber tertulis pada sumber sejarah yang memuat faktafakta sejara jelas. Bukti tertulis wujudnya dapat berupa dokumen, seperti surat-surat, notulen rapat, kontrak kerja, naskah, atau bentuk peninggalan tertulis pada media lain seperti prasasti.

  • Bukti Tidak Tertulis

Bukti tidak tertulis sudah barang tentu tidak berwujud benda konkrit meskipun demikian mengandung unsur-unsur sejarah. Bukti tidak tertulis dapat berupa foto, bangunan atau alat-alat.

  • Sumber Sejarah Berdasar Urutan Penyampaiannya

Sumber-sumber sejarah sangat penting, karena kita dapat memperoleh informasi sejarahsecara benar dan lengkap. Sumber sejarah dapat juga dibedakan sebagai berikut:

  1. Sumber Primer

Sumber primer adalah kesaksisan dari seorang saksi dengan mata kepala sendiri atau saksi dengan menggunakan pancaindra lain atau dengan alat mekanis yang hadir pada peristiwa itu (saksi pandangan mata), seperti kamera, kamera fi lm atau video, dan alat perekam suara
(tape recorder).

Sumber primer merupakan materi mentah, lebih berarti bagi sejrawan. Sumber primer berarti harus sezaman dengan peristiwa yang dikisahkan. Akan tetapi, sumber itu tidak perlu asli, seperti makna asli sebenarnya (versi tulisan pertama). Sumber primer hanya harus asli dalam arti kata kesaksiannya tidak berasal dari sumber lain, tetapi berasal dari saksi sejarah.

  • Sumber Sekunder

Sumber sekunder adalah kesaksian dari siapa pun yang bukan merupakan saksi pandangan mata, seseorang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan. Misalnya, hasil liputan koran dapat menjadi sumber sekunder karena korban tidak hadir pada peristiwa itu berlangsung (sumber primer). Adanya sumber sekunder harus didahului oleh sumber primer. Sumber primer adalah kesaksian dari seorang saksi dengan mata kepala sendiri atau saksi dengan pancaindera yang lain, atau dengan alat mekanis.

  • Sumber Tersier

Sumber tersier merupakan sumber yang berupa buku-buku sejarah yang telah disusun dimana si pengarang tidak melakukan penelitian langsung. Tetapi berdasarkan kepada hasil penelitian ahli sejarah (para sejarawan).