Siapa Saja Tokoh Yg Terlibat Dalam Penceritaan

Alumnice.co – Siapa Saja Tokoh Yg Terlibat Dalam Penceritaan

Gambaran tragedi G30 S PKI di Museum AH Nasution.
Sumber: Antara Foto

Siapa saja sebenarnya tokoh tokoh PKI? Mari kita dalami asal-usulnya.



Di bulan September, bangsa Indonesia mengenang sebuah tragedi berdarah yang disebut sebagai Gerakan 30 September, atau G30S PKI. Dalam tragedi ini, 7 perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban utama, diikuti oleh 1 gadis kecil dan 3 perwira lainnya.

Tokoh PKI yang berada di balik peristiwa tragis ini adalah Dipa Nusantara (DN) Aidit, dengan bantuan Letnal Kolonel Untung selaku eksekutor lapangan yang menangkap dan membunuh para korban pemberontakan.



Tapi sebenarnya, sejarah PKI jauh lebih tua daripada peristiwa G30S PKI. Beberapa tokoh PKI menjadi dalang pemberontakan dan pembunuhan, tapi beberapa yang lain punya kontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Siapa saja tokoh tokoh PKI tersebut? Simak bahasan dari Museum Nusantara ini sampai habis.

Asal Mula Terbentuknya PKI

Munculnya komunisme di  Indonesia bermula di awal abad 20. Pada tahun 1913, paham yang diprakarsai oleh tokoh Uni Soviet bernama Vladimir Lenin ini diperkenalkan ke Hindia Belanda melalui
Indische Sociaal Democratische Vereeniging
(ISDV).

Artikel Terkait

  • Teks Cerita Inspiratif: Pengertian, Struktur, & Contohnya

    by Arnetta Firstianti (Studio Literasi) on September 12, 2022 at 3:52 am

    Kawan Literasi tentunya sudah familiar dengan cerita melalui novel dan cerita pendek, bukan? Ternyata, teks cerita memiliki macam-macam jenis, lho, Kawan Literasi. Salah satu jenis teks cerita yaitu cerita inspiratif. Namun, teman-teman sudah cukup mengenal serba-serbi mengenai teks cerita inspiratif, belum? Oleh karena itu, Studio Literasi ingin mengajak teman-teman untuk mengenal lebih jauh apa itu Artikel Teks Cerita Inspiratif: Pengertian, Struktur, & Contohnya pertama kali tampil pada Studio Literasi.


  • Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Kaidah, & Contohnya

    by Arnetta Firstianti (Studio Literasi) on September 11, 2022 at 5:55 pm

    Pernahkah kamu dalam suatu acara atau kesempatan melakukan diskusi? Jika pernah, kamu pasti merasakan bagaimana sebuah komunikasi menjadi bagian dari proses menemukan titik temu atau solusi dari setidaknya dua pemikiran, pandangan, dan pendapat yang berbeda.  Ditemukannya gagasan atau ide selama diskusi tersebut, biasanya dicatat dalam teks diskusi. Adapun tujuan disusunnya jenis teks ini adalah untuk Artikel Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Kaidah, & Contohnya pertama kali tampil pada Studio Literasi.



  • Kisah Nabi Ibrahim As Yang Patut Diteladani

    by Media Studioliterasi (Studio Literasi) on September 4, 2022 at 5:40 pm

    Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar dari para nabi dan rasul, salah satunya Nabi Ibrahim. Kisah Nabi Ibrahim adalah kisah yang patut dicontoh sebab keteladanannya dalam menjalankan setiap perintah Allah SWT. Penasaran? Langsung saja kita simak kisahnya di bawah ini! Kisah Nabi Ibrahim Nabi Ibrahim As termasuk 25 nabi dan rasul yang wajib kita Artikel Kisah Nabi Ibrahim As Yang Patut Diteladani pertama kali tampil pada Studio Literasi.

  • Iman Kepada Malaikat

    by Media Studioliterasi (Studio Literasi) on Agustus 29, 2022 at 3:43 am

    Assalamualaikum Sahabat Studio Literasi! Pada pembahasan ini, kita akan membahas Iman Kepada Malaikat.  Malaikat adalah mahluk ghaib yang diciptakan oleh Allah. Mereka merupakan mahluk Allah SWT yang diberi izin oleh Allah untuk menyerupai berbagai wujud manusia.  Walaupun kita tidak pernah bertemu malaikat dan tidak mengetahui bagaimana wujud aslinya. Namun kita harus tetap mempercayai keberadaannya. Oleh Artikel Iman Kepada Malaikat pertama kali tampil pada Studio Literasi.


Tokoh ISDV yang memimpin persebaran komunisme di Hindia Belanda adalah Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet, atau lebih populer dengan nama Henk Sneevliet. Bersama 84 koleganya, Sneevliet menyebarkan marxisme ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari buruh, tokoh agama, intelektual, sampai nasionalis.

ISDV akhirnya berhasil mendapat simpati masyarakat pribumi hanya dalam beberapa tahun saja. Pada tahun 1920, tokoh-tokoh pribumi ISDV seperti Semaun dan Darsono berhasil mendirikan Partai Komunis di Hindia (PKH), yang 4 tahun kemudian berubah nama menjadi PKI.


Semaun dan Darsono yang juga anggota Sarekat Islam (SI) berusaha menarik simpati dari organisasi tersebut. Sepak terjang dua tokoh PKI pendiri ini akhirnya berhasil memecah belah SI menjadi dua golongan, yaitu SI Putih (dipimpin HOS Tjokroaminoto) dan SI Merah (berhaluan komunis).

Foto Sarekat Islam
Anggota organisasi Sarekat Islam.
Sumber: Buguruku.com

Di tahun-tahun berikutnya, PKI dianggap sebagai salah satu organisasi pergerakan terkuat di Indonesia. Bahkan pada pemilu pertama di tahun 1945, PKI menjadi salah satu partai dengan suara terbanyak. Tokoh Partai Komunis Indonesia paling moncer namanya di masa ini adalah Musso, yang juga adalah tokoh PKI Madiun.

Sementara itu, tokoh PKI paling jaya di masa Demokrasi Terpimpin (1955 – 1965) adalah DN Aidit. Di masa tersebut, PKI punya hubungan sangat dekat dengan Ir. Soekarno. Saking dekatnya, DN Aidit bahkan diangkat menjadi Menteri Penasehat Presiden dan membantu mencetuskan NASAKOM (Nasionalisme, Agama, Komunisme).


Penyatuan 3 ideologi tersebut mendapat pertentangan keras dari berbagai golongan, termasuk militer dan elit politik. Puncaknya, DN Aidit dan beberapa petinggi PKI lainnya merencanakan penangkapan petinggi militer penentang NASAKOM paling keras, sehingga tercetuslah Gerakan 30 September 1965.

8 Tokoh PKI Paling Berpengaruh & Asal Usulnya

Di balik berbagai peristiwa berdarah yang diprakarsainya, PKI adalah salah satu partai paling berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di bawah ini Museum Nusantara akan mengulas tokoh tokoh PKI paling berpengaruh beserta asal usulnya.


1. Henk Sneevliet

Henk Sneevliet adalah tokoh PKI yang pertamakali membawa pengaruh komunisme ke Indonesia. Di negara asalnya Belanda, Sneevliet terkenal sebagai pendiri Revolutionary Socialist Party (RSP) dan aktif menentang penjajahan Nazi.


foto henk sneevliet
Foto Henk Sneevliet.
Sumber: jacobinmag.com

13 tahun setelah lulus perguruan tinggi, Sneevliet datang ke Indonesia dan menyebarkan ideologi komunis pada masyarakat pribumi melalui ISDV. Beberapa siswa terbaiknya seperti Semaun dan Darsono akhirnya berhasil menjadi tokoh PKI paling utama dan menyebarkan pengaruh marxisme ke seluruh Indonesia.

Saat Perang Dunia II meletus, Sneevliet memutuskan kembali ke negara asalnya dan melanjutkan penentangan terhadap Nazi. Akibat sikapnya ini, pada tahun 1942 ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Jerman untuk dieksekusi.

2. Semaun

Semaun adalah tokoh PKI pertama yang memprakarsai gerakan komunisme pribumi. Ia lahir di Jombang pada tahun 1899 di keluarga miskin. Meski demikian, Semaun terkenal sebagai sosok yang cerdas sehingga bisa masuk Holland Indische School (HIS) dan berhasil menjadi juru tulis di usianya yang baru 13 tahun.


Pada tahun 1914, Semaun belia bergabung dengan Sarekat Islam, asosiasi pedagang muslim yang didirikan Haji Samanhudi. Tiga tahun kemudian, ia terpilih menjadi ketua SI Semarang. Dalam 1 tahun, ia berhasil menaikkan anggota secara drastis, dari 1700 menjadi 20 ribu orang.

tokoh PKI semaoen
Semaun.
Sumber: Wikimedia

Tujuh tahun kemudian, Semaun mendirikan PKI. Di tahun yang sama, ia memutuskan pergi ke Moskow dan baru kembali ke Indonesia pada tahun 1959. Meski Semaun dapat disebut sebagai pendiri komunisme di Indonesia, ia tidak terlibat dalam berbagai pemberontakan yang dilakukan petinggi PKI lainnya.

3. Darsono

Darsono adalah rekan Semaun dalam proses pendirian Partai Komunis Indonesia (PKI). Keduanya bertemu di Sarekat Islam, dan saat Semaun menyatakan perpisahan dengan SI, Darsono menyertainya.


Pendiri PKI semaun dan darsono
Foto Darsono bersama Semaun.
Sumber: Bumi Rakyat

Dari segi latar belakang, Darsono sangat berbeda dengan Semaun. Ia adalah keturunan bangsawan yang lahir pada tahun 1893. Pada tahun 1917, Darsono bergabung dengan ISDV dan menjadi salah satu anak didik langsung dari Henk Sneevliet.

Pada tahun 1925, Darsono diasingkan pemerintah Belanda ke luar negeri. Selama belasan tahun, ia aktif dalam organisasi komunisme internasional (Komintern) dan baru kembali ke Indonesia pada 1950. Sama seperti Musso, Darsono juga tidak terlibat dalam berbagai pemberontakan PKI di Indonesia.

4. Musso

Munawar Musso, atau terkenal dengan sebutan “Musso” saja, adalah salah satu tokoh partai komunis Indonesia paling dekat dengan pemerintahan. Ada dua versi terkenal tentang riwayat Musso, yaitu versi investigasi Merdeka dan Pinter Politik.


Menurut Merdeka, Musso adalah anak seorang kiyai besar asal Kediri bernama KH. Hasan Muhyi. Kiyai yang punya nama alias “Rono Wijoyo” ini disebut-sebut sebagai salah satu pasukan Pangeran Diponegoro. Sementara itu  berdasarkan versi Pinter Politik, Musso adalah putra dari seorang pegawai bank bernama Mas Martoredjo.

Siapapun orangtuanya, rekan-rekan Musso mengenalnya sebagai penganut Islam yang sangat taat. Di tahun 1913 saat usianya 16 tahun, Musso masuk ke Hogereburgerschool (HBS) Surabaya dan sempat satu kos dengan Soekarno dan SM Kartosoewirjo.

Tokoh PKI madiun musso
Munawar Musso.
Sumber: Wikimedia

Berkumpulnya tiga tokoh nasional ini menjadi kisah legendaris karena Musso, Soekarno, dan Kartosoewirjo di masa depan menjadi pemimpin dengan haluan ideologi berbeda, yaitu komunis, sosialis, dan Islam-ekstrimis.


Musso merupakan salah satu tokoh PKI Madiun yang terlibat dalam Pemberontakan 1948. Di masa itu, PKI menyatakan pendirian Republik Soviet Indonesia dan mengangkat Musso sebagai presiden. Pada 31 Oktober 1948, Musso meninggal dalam baku tembak dengan militer di daerah Ponorogo, Jawa Timur.


5. Haji Misbach

Tokoh PKI populer berikutnya adalah Mohammad Miscbach atau lebih terkenal dengan nama Haji Misbach. Ia lahir di Kauman pada tahun 1876 dalam keluarga muslim yang sangat berada. Meskipun begitu, Haji Misbach telah mendedikasikan dirinya sejak muda untuk membela rakyat miskin dan tertindas.

Selain berdakwah, Haji Misbach juga aktif di dunia jurnalistik. Surat kabar yang didirikannya kerap mengkritisi pemerintah Hindia Belanda hingga membuatnya berulangkali masuk penjara.


Tokoh PKI ustadz
Haji Misbach.
Sumber: Alchetron

Pada tahun 1923, Haji Misbach diketahui bergabung dengan Semaun dan Darsono dalam Sarekat Islam golongan Merah dan menjadi propagandis PKI. Pada kongres PKI di tahun tersebut, ia memaparkan kedekatan ideologi Islam dan marxisme dengan berlandaskan pada dalil-dalil Al-Qur’an. Salah satu pesan terkuat yang disampaikan Haji Misbach adalah muslim harus punya keberpihakan kuat ke kaum dhuafa dan tertindas.

Sejak saat itu, Haji Misbach memiliki julukan baru, yaitu “Haji Merah”. Setahun setelah pidato berapi-apinya di kongres PKI, Haji Merah diasingkan ke Papua dan meninggal karena penyakit malaria 2 tahun kemudian.

6. Amir Syarifuddin

Amir Syarifuddin adalah tokoh PKI yang turut aktif dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ia lahir di Sumatera Utara pada 27 April 1907 di sebuah keluarga yang cukup berada. Privilese dan kecerdasannya membuat Amir berhasil masuk sekolah-sekolah elit Belanda di masa itu.


Selama bersekolah, Amir aktif dalam organisasi pergerakan kemerdekaan. Saat Deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Amir menjadi salah satu perwakilan dari Jong Sumatera. Sejak saat itu, Amir akhirnya berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan lainnya, salah satunya adalah Musso, yang sama-sama punya ideologi komunis.

foto tokoh PKI amir syarifuddin
Amir Syarifuddin.
Sumber: Wikimedia

Pasca kemerdekaan, Amir Syarifuddin sempat diangkat menjadi Menteri Penerangan, Menteri Pertahanan, dan Perdana Menteri untuk Soekarno dan Hatta. Akan tetapi pada Pemberontakan PKI 1948, Amir diangkat menjadi presiden oleh koleganya di partai komunis. Akhirnya ia menjadi salah satu tokoh PKI Madiun buronan dan dieksekusi pada 19 Desember 1948.

7. DN Aidit

Di antara tokoh tokoh PKI yang sudah diulas sebelumnya, DN Aidit tergolong dalam PKI Neo, atau PKI generasi baru. Tokoh kelahiran Belitung, 30 Juli 1923 ini merupakan salah satu anak didik langsung dari Muhammad Hatta.


Semasa kecil, Aidit memiliki nama lengkap Achmad Aidit. Latar belakangnya yang berasal dari keluarga agamis membuat Aidit menjadi muslim yang sangat taat. Di usia remaja, rasa cintanya kepada Indonesia membuat Aidit menghapus nama depannya dan menggantinya dengan “Dipa Nusantara”.

Pada tahun 1940, Aidit muda pindah ke Jakarta dan memulai pergerakannya sejak masuk perguruan tinggi Handelschool. Di masa-masa itulah, ia mulai membangun kedekatan dengan tokoh-tokoh nasional seperti Soekarno, Hatta, Chaerul Saleh, Wikana, Sukarni, Syahrir, dan masih banyak lagi.

foto tokoh partai komunis dn aidit
DN Aidit.
Sumber: Biografiku

Pada tahun 1951, Aidit akhirnya diangkat menjadi Sekretaris Jenderal PKI. Selain aktif di PKI, Aidit juga menjadi anggota Komintern. Kiprah besarnya di dunia politik pada masa itu membuat PKI berhasil mencapai puncak kejayaan dan popularitasnya.


Kejatuhan DN Aidit bermula pada tahun 1965, saat ia dan petinggi PKI lainnya disebut terlibat dalam Pemberontakan G30S PKI. Kemarahan masyarakat Indonesia (terutama militer) pada PKI membuat Aidit diburu dan dieksekusi tanpa sempat melalui proses pengadilan.

Hingga saat ini, kebenaran soal keterlibatan DN Aidit dalam peristiwa 30 September dini hari masih menjadi kontroversi. Ada yang menyebut Aidit merupakan otak dibalik pembunuhan tragis tersebut, mengingat perseteruan politiknya dengan petinggi TNI saat itu. Akan tetapi ada pula versi cerita lain yang menyebut Aidit hanya dijadikan “kambing hitam” oleh pemerintah.

8. Letnan Kolonel Untung

Tokoh Partai Komunis Indonesia terakhir yang akan kita bahas adalah Untung Syamsuri, atau lebih terkenal dengan sebutan “Letkol Untung”. Ia adalah pemimpin pasukan tentara elit Tjakrabirawa yang menjadi eksekutor pembunuhan 7 Pahlawan Revolusi di Lubang Buaya.


Sejak bergabung dengan kemiliteran, Untung dikenal sebagai salah satu tentara paling berprestasi. Ia pernah bergabung dalam pasukan elit Jenderal Ahmad Yani dan Soeharto di dua misi besar yang berbeda.

tokoh g30s pki letkol untung
Letkol Untung.
Sumber: Wikimedia

Terdapat banyak versi tentang latar belakang Letkol Untung membunuh Dewan Jenderal (istilah untuk menyebut 7 perwira yang dibunuh dalam Gerakan 30 September).

Ada yang menyebut tujuan Untung adalah untuk melindungi Soekarno yang sedang sakit dari kudeta militer. Di versi lain, ada pula desas-desus bahwa Letkol Untung merupakan antek yang diperintah langsung oleh PKI.


Akibat tindakan kejinya, Letkol Untung akhirnya dieksekusi mati pada tahun 1966.

Monumen Kesaktian Pancasila. Sumber: Sumbarprov.go.id

Itulah bahasan dari Museum Nusantara tentang tokoh tokoh PKI paling berpengaruh dan asal usulnya. Gerakan 30 September adalah salah satu tragedi paling kelam di Indonesia. Hingga saat ini, masih belum jelas siapa eksekutor asli dari peristiwa mengerikan tersebut. Sehingga hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah menyikapinya dengan bijak dan menghindari
judgement
semena-mena pada golongan tertentu.

Siapa Saja Tokoh Yg Terlibat Dalam Penceritaan

Sumber: https://museumnusantara.com/8-tokoh-pki-dan-sejarahnya/

Baca :   Apa Saja Keuntungan Alat Penjernih Air

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …