Siapa Pemeran Tokoh Dalam Cerita Fabel

Alumnice.co – Siapa Pemeran Tokoh Dalam Cerita Fabel

Bola.com, Jakarta –
Fabel
adalah cerita atau dongeng yang menggambarkan binatang yang berperan sebagai manusia. Dalam cerita fabel mengandung banyak moral dan amanat yang bisa diambil pelajarannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti).

  • 6 Cara Mencegah Kram Perut saat Lari, Efektif dan Patut Dicoba
  • Manfaat Minum Air Putih sebelum Tidur, Bisa Menjaga Berat Badan
  • Arti Naif dan Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Sifatnya

Jadi, binatang-binatang yang ada dalam cerita
fabel
dapat berpikir dan berinteraksi layaknya perkumpulan manusia. Tak hanya itu, permasalahan hidup dalam cerita tersebut juga seperti dalam kehidupan manusia.

Mereka dapat berpikir, berlogika, berperasaan, berbicara, bersikap, bertingkah laku, dan lain-lain sebagaimana halnya manusia dengan bahasa manusia. Hal ini berarti, manusia dan berbagai persoalannya diungkapkan lewat binatang menjadi sebuah cerita.

Dalam cerita fabel biasanya membawa pesan-pesan moral bagi manusia. Pesan-pesan moral tersebut, antara lain tanggung jawab, kejujuran, disiplin, amanah, dan lain sebagainya.

Berikut ini kumpulan contoh cerita
fabel
singkat beserta pesan moralnya, seperti dilansir dari laman
antotunggal.com, Kamis (24/2/2022).

Kancil dan Anjing Pemburu

Di sebuah hutan ada pemburu yang ditemani anjingnya. Ia mencari hewan-hewan hutan untuk dimangsa. Anjing tersebut dilatih untuk memburu hewan-hewan di hutan. Pemburu tersebut akhirnya mencari buruannya bersama sang anjing. Di tengah pemburuannya, ia melihat kancil sedang makan. Ia berusaha mengejar sang kancil sampai akhirnya sang kancil tertangkap. Sang kancil berusaha keras mengindari pemburu dan anjingnya.

Namun, apa daya, dia malah tertangkap dan dimasukkan ke kandang. Sang kancil termasuk hewan yang cerdik di hutan. Ia berusaha keluar dari kandang tesebut. Sang kancil berusaha menipu anjing tadi agar ia bisa membantu mengeluarkannya dari kandang. Kancil berkata bahwa dirinya disayang oleh pemburu karena kancil diberi makanan yang banyak dan kasih sayang lebih. Ia juga berkata bahwa anjing tadi akan digantikan oleh kancil.

Baca :   Jelaskan Sifat Fisika Dan Kimia Yang Mendukung Pemilihan Bahan Tersebut

Dengan berpikir panjang akhirnya anjing berhasil ditipu oleh sang kancil. Ia termakan kata-katanya dan tidak terima atas perkataan kancil. Akhirnya anjing membuka pintu kandang dan mengusir kancil dari tempatnya. Anjing juga mengancam kancil apabila ia masih mendekati pemburu, ia akan dimangsa.

Sang kancil pun langsung menjauhi tempat pemburu tadi dan berusaha meloloskan diri. Sang pemburu datang untuk mengambil buruannya. Melihat buruannya yang lepas, membuat pemburu sangat marah. Pemburu tadi akhirnya marah kepada anjing tadi. Dengan kecerdikan kancil membuatnya terlepas dari bahaya yang mengancamnya.

Pesan moral: apabila kita mempunyai semangat dan keinginan kuat untuk mewujudkannya, ccepat atau lambat pasti keinginan tersebut akan terwujud.

Kelinci dan Siput

Pada zaman dahulu hiduplah dua binatang di hutan yang luas. Binatang itu ialah kelinci dan siput. Kelinci memiliki sifat sangat sombong dan pemarah. Bahkan, sang kelinci sering meremehkan hewan hewan lainnya. Ketika ia berjalan jalan di sekitar hutan, kelinci itu bertemu sang siput yang berjalan dengan lambatnya. Kelinci pun berkata, “Siput, apa yang kamu lakukan disini?” Siput menjawab, “Aku sedang mencari penghidupan”.

Kelinci tersebut malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan. Si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi, tapi kelinci tetap saja marah bahkan ia mengancam akan menginjak tubuh siput.

Akhirnya siput menantang adu kecepatan dengan kelinci. Mendengar tantangan tersebut sang kelinci marah besar. Ia menerima tawaran siput dan berkata dengan keras agar hewan-hewan lain menjadi saksi perlombaan lari antara kelinci dengan siput. Hari perlombaan tiba, kelinci dan siput pun berlomba lari untuk sampai ke finis. Namun, sebelumnya si siput memiliki akal untuk meminta siput-siput lainnya berada di titik titik jalur lomba lari sampai ke finis.

Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiiliki kesamaan, dengan begitu hewan-hewan lain tidak akan curiga. Kelinci pun melompat dan berlari meninggalkan siput di jalur start. Akhirnya rencana siput berjalan lancar dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang, walaupun sebenarnya yang memasuki finis ialah temannya. Dengan kemenangan siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.

Baca :   Tugas Mandiri 4.4 Pkn Kelas 9

Pesan moral: jangan suka meremehkan orang lain dengan kesombongan kita. Kesombongan tersebut akan membuat kita rugi dan menyesal di kemudian hari.

Gajah, Kerbau dan Harimau

Suatu hari ada seekor kerbau mencari gajah di dalam hutan. Kerbau tersebut mencari gajah untuk menemaninya mencari makanan di hutan. Setelah lama mencari, akhirnya kerbau melihat gajah yang sedang berjalan. Gajah tersebut mau menemani kerbau untuk mencari makanan, tetapi sebelum bertemu gajah sang kerbau menemui harimau terlebih dahulu.

Sang kerbau juga meminta harimau untuk menemaninya mencari makanan di hutan, dan harimau menerima ajakannya. Setelah kerbau mengumpulkan gajah dan harimau, kemudian mereka berusaha melakukan perburuan makanan bersama. Mereka berusaha menangkap hewan-hewan lain dan merebut makanannya. Ketiga hewan itu bekerja sama untuk memburu makanan di hutan.

Hewan-hewan tersebut mulai pagi sampai sore mencari makanan. Mereka berhasil menangkap hewan lain dan merebut makanannya. Berbagai jenis makanan dikumpulkan, mulai buah buahan sampai hewan hidup. Harimau menunjuk kerbau untuk membagi makanannya. Kerbau tersebut menghitung banyaknya makanan dan membagi tiga dengan adil.

Sang harimau merasa tidak adil dan marah, akhirnya ia menerkam kerbau dan tumpukan makanannya menjadi bertambah. Setelah itu harimau menunjuk gajah untuk membagi makanannya. Akhirnya karena harimau merasa masih kurang akhirnya ia juga menerkam gajah. Harimau tersebut serakah karena merasa kekurangan makanan dan menerkam kedua temannya tadi.

Pesan moral: jangan memiliki sifat serakah dan kurang agar tidak dijauhi oleh orang lain karena pada suatu hari kita akan membutuhkan bantuan orang lain juga. Namun, pada akhirnya orang lain tidak mau untuk membantu kita.

Katak dan Ular Piton

Di sebuah danau, hiduplah dua binatang bernama katak dan ular air. Katak tersebut melompat lompat di sekitar danau karena ia termasuk hewan yang suka ingin tahu. Katak tersebut ingin mencari kegiatan baru dengan cara berpetualang di sekitar danau. Dengan senangnya sang katak melompat menjauhi danau. Ia pun terkejut karena ada semak-semak yang goyang.

Baca :   Jelaskan Kelebihan Dan Kekurangan Produksi Massal

Ternyata di balik semak semak tersebut muncullah ular piton. Katak pun kaget dan berusaha menjauhi ular piton, kemudian ia berusaha kembali ke danau lagi. Sebelum katak menjauhi ular, ternyata Si piton menyadari keberadaan katak. Ular tersebut berusaha mendekati katak dan merayap dengan cepat.

Setelah ular dekat dengan katak, ia segera mengangkat kepalanya dengan tinggi dan berkata, “Hai katak gemuk apa yang kau lakukan di hutan ini?” Katak tersebut takut dengan ular dan berusaha untuk menjauh. Sang ular pun berkata bahwa ia tak akan memakan katak karena ia sudah memakan kelinci kecil. Kemudian sang katak berkata, “Aku ingin berpetulang dan mencari kegiatan baru”.

Sang ular menawarkan petualangan yang seru dan katak pun mau. Apabila katak ingin mencoba petualangan baru, ia harus menjelajahi hutan sendirian. Katak pun belum pernah menelusuri sekitar hutan karena ia takut dimangsa hewan hewan buas lainnya.

Sang ular meawarkan bantuan untuk menemani katak menjelajahi hutan. Ia berkata, “Wahai ular carilah tali dan ikatkan pada ekorku”. Sang kata bertanya, “Untuk apa tali itu?” Tali tersebut untuk menjaga agar katak tidak tertinggal jauh ketika di hutan, jadi ia tetap aman bersama ular. Katak tersebut tidak pikir panjang dan menerima tawaran ular.

Katak pun mencari tali dan mengikatkan perutnya dengan ekor sang ular. Setelah itu mereka berjalan menjelajahi hutan, sampai di tengah hutan sang ular memiliki niat buruk. Ia ingin berusaha membelit katak. Ular tesebut berusaha membelit katak, namun tubuh katak disambar oleh elang dan digelantungkan di udara. Elang tadi menyadari bahwa ia juga menangkap piton karena ekornya terikat dengan katak.

Pesan moral: jauhilah niat buruk terhadap orang lain karena dikemudian hari akan merugikan kita.

Sumber:
Antotunggal

Siapa Pemeran Tokoh Dalam Cerita Fabel

Sumber: https://www.bola.com/ragam/read/4895780/contoh-contoh-cerita-fabel-singkat-lengkap-beserta-pesan-moralnya

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …