Pijakan Lari Untuk Pelari Jarak Pendek Menggunakan

Alumnice.co – Pijakan Lari Untuk Pelari Jarak Pendek Menggunakan

Pelari jangan cuma lari melulu. Lakukan latihan kekuatan ini agar lari makin efisien dan terhindar dari cedera.

Latihan kekuatan bisa terkesan mengintimidasi pelari. Umumnya ada kehawatiran badan akan menjadi
bulky
dengan melakukan latihan kekuatan. Padahal, latihan kekuatan punya tiga manfaat besar untuk pelari. Pertama, latihan kekuatan bisa mencegah cedera dengan memperkuat otot dan jaringan ikat. Kedua, membantumu lari lebih cepat dengan memperbaiki koordinasi
neuromuscular
dan tenaga (power). Ketiga, membuat lari lebih efisien dengan mengoreksi
stride
dan memperbaiki koordinasi. Yuk cek seri Latihan Kekuatan ini agar kamu tahu persis latihan apa yang harus dilakukan.


Squat



Otot yang digunakan:
Bokong, paha belakang, paha depan.

Kenapa ini membantu lari
:
Otot-otot yang digunakan saat
squat
adalah yang paling besar dan penting untuk pelari. Saat otot-otot ini kuat, kemungkinan untuk cedera akan jauh berkurang.

Petunjuk penting:
Berusahalah untuk menjaga lutut tetap berada di belakang jari-jari kaki saat kamu melakukan
squat. Hal ini akan lebih melatih bokong.

Berapa kali:
3 set masing-masing 20 repetisi.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.

Latihan lanjutan: Ketika kamu merasa semakin kuat, kamu harus menambah beban untuk membuatnya lebih sulit.
Dumbbell
akan cukup membantu. Bila tak ada, kamu bisa gunakan botol minum isi penuh. Kamu juga bisa menggunakan
rubber band
(seperti terlihat pada gambar) untuk tambahan
resistance.

Lakukan rutinitas squat-mu dengan sepasang sepatu lari yang tepat. Cari dari koleksi kami:  sepatu lari pria dan sepatu lari wanita.


One leg squat



Otot yang digunakan:
Bokong, paha belakang, paha depan, betis.

Kenapa ini membantu lari:
Otot-otot yang digunakan saat
squat
pada satu kaki adalah yang paling besar dan penting untuk pelari. Gerakan ini juga menggunakan otot-otot kecil yang sangat baik untuk melatih
proprioception,
keseimbangan, dan stabilitas. Lalu ini akan membuatmu lebih efisien sebagai pelari dan mudah-mudahan lebih minim cedera.

Baca :   Jawaban Matematika Kelas 7 Halaman 121

Petunjuk penting:
Targetkan untuk mempertahankan lutut di belakang ibu jari. Coba untuk tidak condong ke satu sisi dan tidak menggerakan lutut ke depan melebihi ibu jari kaki. Paling baik dilakukan tanpa memakai alas kaki untuk melatih keseimbangan.

Berapa kali:
3 set masing-masing 6 repetisi untuk setiap kaki.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.

Latihan lanjutan:
Ketika kamu merasa semakin kuat, kamu harus menambah beban untuk membuatnya lebih sulit.
Dumbbell
akan cukup membantu. Bila tak ada, kamu bisa gunakan tas berisi buku atau memegang botol minum di setiap tangan.

Pastikan kamu melakukan latihan kekuatan dengan pakaian yang nyaman. Cari dari koleksi kami: pakaian untuk pria , celana untuk pria , pakaian untuk wanita, dan celana ketat untuk wanita.


Plank



Otot yang digunakan:
Otot batang tubuh (perut, pinggul, punggung bawah).

Kenapa ini membantu lari
:
Dengan batang tubuh (core) yang kuat, kamu akan dapat menahan tubuh lebih kokoh saat berlari. Artinya, kamu tidak perlu bergerak menyamping. Ini membuat efisiensi larimu akan lebih baik lagi.

Petunjuk penting:
Ketika melakukan
plank, berusahalah untuk membuat garis lurus dari kepala hingga kaki. Hindari menurunkan atau menaikkan perut terlalu sering.

Berapa kali:
3 set masing-masing 30 detik.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.

Latihan lanjutan: Tambahkan gerakan. Ketidakstabilan akan membutuhkan kekuatan tambahan. Kamu bisa menggunakan bola keseimbangan untuk ditempatkan pada tangan atau kaki.


Push ups



Otot yang digunakan:
Dada, bahu, trisep.

Kenapa ini membantu lari
:

Push up
akan membantu memperkuat ayunan lengan. Ayunan lengan yang kuat penting agar dapat berlari cepat.

Petunjuk penting:
Jika kamu tidak bisa melakukan
push up
penuh, kamu bisa meletakkan lutut di lantai untuk mempermudahnya.

Baca :   Harga Sepatu Heels Elizabeth

Berapa kali:
3 set masing-masing 10 repetisi.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.

Latihan lanjutan: Kamu bisa mulai dengan berlutut. Setelah kamu menguasai gerakan ini lakukan
push up
penuh lalu setelah itu, angkat kaki lebih tinggi untuk menambah tingkat kesulitan. Contohnya, kamu bisa menempatkan kedua kaki di atas kursi.

Jangan lupa untuk terus menjaga hidrasi saat berlatih. Cari dari koleksi botol air olahraga kami.


Tricep Dips



Otot yang digunakan:
Trisep.

Kenapa ini membantu lari
:

Triceps dips
akan memperkuat lengan. Kamu membutuhkan lengan yang kuat untuk mendorongmu saat berlari. Semua kekuatan berasal dari lengan. (Itulah sebabnya para pelari 100 meter memiliki lengan yang berukuran besar).

Petunjuk penting:
Jika kamu tidak bisa melakukan
triceps dips
dengan kaki lurus, kamu bisa menarik kaki lebih ke dalam, untuk menjadikannya lebih mudah.

Berapa kali:
3 set masing-masing 10 repetisi.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.

Latihan lanjutan:
Sebagai pelari kamu tidak memerlukan latihan lanjutan untuk latihan ini. Latihan ini hanya diperuntukkan agar tubuh tetap seimbang dan mencegah cedera.





Skipping



Otot yang digunakan:
Kaki, bahu, lengan bawah, perut.

Kenapa ini membantu lari
:
Lompat tali dan lari menggunakan otot-otot yang hampir sama. Lompat tali adalah latihan yang baik untuk memperkuat sendi, urat, dan jaringan ikat di pergelangan kaki dan lutut. Latihan ini juga memperkuat otot-otot untuk mendukung
forefoot running
(mendarat dengan kaki depan).

Catatan: Mustahil untuk melakukan
heel strike
(mendarat dengan tumit) saat lompat tali.

Petunjuk penting:
Pastikan kamu memutar tali hanya dengan pergelangan tangan dan bukan dengan seluruh gerakan tangan.

Berapa kali:
3 set masing-masing 3 menit.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.

Siap untuk berlatih? Simpan semua perlengkapanmu dalam koleksi tas olahraga kami.


Jumping



Otot yang digunakan:
Bokong, paha depan, paha belakang, betis.

Baca :   Manfaat Melakukan Latihan Senam Irama Tidak Akan Terpenuhi Jika

Kenapa ini membantu lari
:
Latihan melompat meningkatkan kekuatan kontraksi otot di tubuh. Latihan ini merupakan bentuk dari latihan
plyometric. Ototmu menegang saat mendarat dan membantu
proprioception
dan loncatan alami (pantulan).

Petunjuk penting:
Kamu bisa berlatih melompat dengan kedua kaki di tangga, atau latihan lompat paling mudah yaitu melompat di tempat. Melompat dari dan ke sebuah pijakan adalah yang tersulit. Latihan ini membangun keseluruhan tingkat kekuatanmu, namun juga paling rentan cedera.

Berapa kali:
3 set masing-masing 5 repetisi.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.





Calf Raises



Otot yang digunakan:
Betis.

Kenapa ini membantu lari
:
Otot betis yang kuat membuatmu dapat mendorong (push off) lebih kuat saat berlari.

Petunjuk penting:
Lakukan Calf Raises di pinggir anak tangga untuk mendapat jangkauan gerak yang lebih besar.

Berapa kali:
3 set masing-masing 12 repetisi.

Seberapa sering:
2-3 kali seminggu.

Latihan lanjutan:
Gunakan
dumbbell
untuk beban tambahan (atau gunakan tas di punggung).

Jangan lupa untuk

follow

kami di

Instagram Planet Sports Run.


Lihat Koleksi Lengkap →


Lihat Koleksi Lengkap →

Pijakan Lari Untuk Pelari Jarak Pendek Menggunakan

Sumber: https://www.planetsports.asia/blog/post/latihan-kekuatan-top-untuk-pelari:-dari-squat-dan-plank-hingga-jumping

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …