Perjuangan Di Setiap Daerah Mudah Dipatahkan Karena

Alumnice.co – Perjuangan Di Setiap Daerah Mudah Dipatahkan Karena

https://www.kaskus.co.id/thread/50ec1c70532acf731c000006/perjuangan-bangsa-indonesia-melawan-penjajah

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Pada abad ke-16 berlayarlah bangsa-bangsa Eropa ke wilayah Timur. Diantaranya adalah Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Tujuan mereka mencari rempah-rempah. Selain itu mereka juga menyebarkan agama Kristen. Dari pelayaran tersebut sampailah mereka ke Nusantara. Setelah sampai di Nusantara timbullah keserakahan mereka. Semula mereka hanya berdagang kemudian mereka ingin menguasai Nusantara. Diantara mereka yang paling lama menguasai dan menjajah Indonesia adalah bangsa Belanda. Kita akan mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam membebaskan dirinya dari belenggu penjajahan. Bagaimana para pemuda bangsa terketuk hatinya untuk mengadakan gerakan nasional. Peranan para pemuda yang sangat besar sehingga lahir sumpah pemuda. Bagaimana kalian meneladani jejaknya? kalian akan bangga bukan? Tentunya kita harus bangga pada tokoh pejuang bangsa kita.
A. Penjajahan Belanda di Indonesia

Sebelum mempelajari materi yang baru, adakah di antara kalian yang belum memahami materi yang lalu? Sekarang marilah kita pelajari tentang perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Untuk mengawali, perhatikan penjelasan tentang kedatangan penjajah Belanda di Indonesia. Tahun 1596 Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman, pertama kali mendarat di Banten. Tahun 1602 Belanda mendirikan kongsi dagang VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie ) di Batavia untuk memperkuat kedudukannya. VOC mempunyai hak istimewa disebut Octroi. Gubernur Jendral VOC pertama Pieter Both, kemudian digantikan J. P. Coen.

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

VOC ingin menguasai pusat-pusat perdagangan, seperti Batavia, Banten, Selat Sunda, Makasar, Maluku, Mataram (Jawa), dan berbagai daerah strategis lain. Belanda dapat menguasai Nusantara karena politik kejam mereka yaitu politik adu domba. Belanda mengadu domba raja-raja di daerah sehingga mereka terhasut dan terjadilah perang saudara dan perebutan tahta kerajaan. Belanda membantu pemberontakan dengan meminta imbalan daerah kekuasaan dagang (monopoli perdagangan). Akhir abad ke-18 VOC bangkrut dan dibubarkan tanggal 31 Desember 1799. Indonesia diperintah oleh Kolonial Belanda dengan gubernur jendral pertama Daendels yang sangat kejam. Rakyat dipaksa kerja rodi membuat jalan sepanjang 1.000 km (dari Anyer–Panarukan), mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya juga membangun Pelabuhan Merak. Daendels digantikan Jansens yang kemudian dikalahkan Inggris. Tahun 1816 Indonesia dikembalikan ke Belanda, dengan Van den Bosch sebagai gubernur. Ia menerapkan politik tanam paksa. Tujuannya untuk mengisi kas Belanda yang kosong.Tanam paksa menyengsarakan rakyat, selain rakyat dipaksa menanam 1/5 tanahnya dengan ketentuan Belanda, mereka juga dipaksa membayar pajak dan ganti rugi tanaman.
1. Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Mataram (Tahun 1628 dan Tahun 1629)

Raden Mas Rangsang menggantikan Raden Ma Martapura dengan gelar Sultan Agung Senapati Ing Alogo Ngabdurrachman. Ia adalah Raja Mataram yang memakai gelar Sultan, sehingga lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Sultan Agung memerintah Mataram dari tahun 1613–1645. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Mataram mencapai kejayaan. Dalam memerintah kerajaan, ia bertujuan mempertahankan seluruh tanah Jawa dan mengusir Belanda dari Batavia.

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Pada masa pemerintahannya, Mataram menyerang ke Batavia dua kali (tahun 1628 dan tahun 1629), namun gagal. Dengan kegagalan tersebut, membuat Sultan Agung makin memperketat penjagaan daerah perbatasan yang dekat Batavia, sehingga Belanda sulit menembus Mataram. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 dan digantikan putranya bergelar Amangkurat I.
2. Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten (1650–1682)

Baca :   Contoh Pidato Bahasa Jawa Tentang Perpisahan

Sultan Ageng Tirtayasa memerintah Banten dari tahun 1650–1692. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Banten mengalami masa kejayaan. Ia berusaha memperluas kerajaannya dan dan mengusir Belanda dari Batavia. Banten mendukung perlawanan Mataram terhadap Belanda di Batavia. Sultan Ageng Tirtayasa memajukan aktivitas perdagangan agar dapat bersaing dengan Belanda. Selain itu juga memerintahkan pasukan kerajaan Banten untuk mengadakan perlawanan terhadap Belanda di Batavia. Kemudian mengadakan perusakan perkebunan tebu milik Belanda di Ciangke. Menghadapi gerakan tersebut membuat Belanda kewalahan. Pada tahun 1671 Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putra mahkota menjadi raja pembantu dengan gelar Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji). Sejak saat itu Sultan Ageng Tirtayasa beristirahat di Tirtayasa.
3. Sultan Hasanudin dari Makasar Sulawesi Selatan yang Mendapat

Julukan Ayam Jantan dari Timur Pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin, Kerajaan Makasar mencapai masa kejayaan. Cita-cita Sultan Hasanudin untuk menguasai jalur perdagangan Nusantara mendorong perluasan kekuasaan ke kepulauan Nusa Tenggara. Hal itu mendapat tentangan Belanda. Pertentangan tersebut sering menimbulkan peperangan. Keberanian Sultan Hasanudin dalam memimpin pasukan Kerajaan Makasar mengakibatkan kedudukan Belanda semakin terdesak. Atas keberanian Sultan Hasanudin, Belanda menjulukinya dengan sebutan “Ayam Jantan dari Timur”.
4. Pattimura (Thomas Matulesi) dari Maluku

Pada tanggal 16 Mei 1817 Rakyat Maluku di bawah pimpinan Pattimura (Thomas Matulesi) mengadakan penyerbuan ke pos Belanda dan berhasil merebut benteng Duurstede. Dari Saparua perlawanan meluas ke tempat lain seperti Seram, Haruku, Larike, dan Wakasihu. Hampir seluruh Maluku melakukan perlawanan, sehingga Belanda merasa kewalahan. Pada tanggal 15 Oktober 1817, Belanda mulai mengadakan serangan besar-besaran. Pada bulan November 1817 Thomas Matulesi berhasil ditangkap.
5. Imam Bonjol dari Sumatra Barat

Rakyat Minangkabau bersatu melawan Belanda. Terjadi pada tahun 1830– 1837. Perlawanan terhadap Belanda di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol. Untuk mengatasi perlawanan rakyak Minangkabau, Belanda menerapkan siasat adu domba. Dalam menerapkan siasat ini Belanda mengirimkan pasukan dari Jawa di bawah pimpinan Sbaik Prawiradirja. Ternyata Sbaik beserta pasukannya membatu kaum padri. Karena itu Sbaik ditangkap dan diasingkan ke Cianjur,Jawa Barat. Pada akhir tahun 1834, Belanda memusatkan pasukannya menduduki kota Bonjol. Tanggal 16 Juni 1835, pasukan Belanda menembaki Kota Bonjol dengan meriam. Dengan tembakan meriam yang sangat gencar Belanda berhasil merebut Benteng Bonjol. Akhirnya pada tanggal 25 Oktober 1837 Tuanku Imam Bonjol menyerah. Dengan menyerahnya Tuanku Imam Bonjol berarti padamlah perlawanan rakyat Minangkabau terhadap Belanda.

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

6. Diponegoro (Ontowiryo) dari Yogyakarta (1825 – 1830)

Baca :   Iringan Musik Yang Digunakan Untuk Mengiringi Tari Jaipong Adalah

Pangeran Diponegoro dengan nama kecil Raden Mas Ontowiryo, putra sulung Sultan Hamengkubowono III, lahir pada tahun 1785. Melihat penderitaan rakyat, hatinya tergerak untuk memperjuangkannya. Perlawanan Diponegoro pemicu utamanya adalah pemasangan tiang pancang membuat jalan menuju Magelang. Pemasangannya melewati makam leluhur Diponegoro yang dilakukan tanpa izin. Karena mendapat tentangan, pada tanggal 20 Juli 1825 Belanda melakukan serangan ke Tegalrejo. Namun dalam serangan tersebut tidak berhasil menemukan Diponegoro, karena sebelumnya Diponegoro telah memindahkan markasnya di Selarong. Dalam perlawanan melawan Belanda Pangeran Diponegoro dibantu Pangeran Mangkubumi, Sbaik Pawirodirjo, Pangeran Suriatmojo, dan Dipokusumo. Bantuan dari ulama pun ada, yaitu dari Kyai Mojo dan Kyai Kasan Basri

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Untuk mematahkan perlawanan Diponegoro, Belanda melaksanakan siasat Benteng Stelsel (sistem benteng). Dengan berbagai siasat, akhirnya Belanda berhasil membujuk para pemimpin untuk menyerah. Melihat hal itu, Pangeran Diponegoro merasa terpukul. Dalam perlawanannya akhirnya Pangeran Diponegoro terbujuk untuk berunding. Dalam perundingan, beliau ditangkap dan diasingkan ke Makasar sampai akhirnya meninggal dunia pada tanggal 8 Januari 1855.
7. Pangeran Antasari dari Banjarmasin

Perlawanan rakyat Banjar dipimpin oleh Pangeran Hidayat dan Pangeran Antasari. Perlawanan tersebut terkenal dengan Perang Banjar, berlangsung dari tahun 1859–1863. Setelah Pangeran Hidayat ditangkap dan diasingkan ke Cianjur, Jawa Barat perlawanan rakyat Banjar masih terus dilakukan dipimpin oleh Pangeran Antasari. Atas keberhasilan memimpin perlawanan, Pangeran Antasari diangkat sebagai pemimpin agama tertinggi dengan gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin. Beliau terus mengadakan perlawanan sampai wafat tanggal 11 Oktober 1862.

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

8. Sisingamangaraja XII dari Tapanuli Sumatra Utara

Sisingamangaraja lahir di Baakara, Tapanuli pada 1849 dan menjadi raja pada tahun 1867. Saat bertahta, ia sangat menentang penjajah dan melakukan perlawanan, akibatnya ia dikejar-kejar oleh penjajah. Setelah tiga tahun dikejar Belanda, akhirnya persembunyian Sisingamangaraja diketahui dan dikepung ketat. Pada saat itu komandan pasukan Belanda meminta kembali agar ia menyerah dan menjadi Sultan Batak, namun Sisingamangaraja tetap menolak dan memilih mati daripada menyerah.
Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

jangan lupa
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Blue Guy Cendol (L)
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Rate 5 Star

ini tentang pahlawan nasional kah?

Quote:

Iya gan
emoticon-Big Grin

Hmm.. setelah malang melintang di dunia sejarah Indonesia, mungkin kita butuh beberapa penyesuaian ttg pahlawan Indonesia dalam melawan Belanda

1. Pada awal-awal kedatangan Belanda ke Indonesia, mereka membentuk satu perusahaan SWASTA yg diberi nama V.O.C (Vereenigde Oost-Indische Compagnie/ PERUSAHAAN HINDIA BELANDA) dan mereka mempunyai pasukan sendiri dan terkadang tentara bayaran.
Tentara-tentara inilah yang kelak disebut sebagai Kompeni.
Compegnie–>Company–>Kompeni.

2. Istilah Indonesia sendiri pertama kali pada awal abad ke-19 oleh George Samuel Windsor Earl dimana istilah Indonesia diberikan untuk memberi status kepada penduduk kepulauan Hindia, dan untuk menghindari kesalahkaprahan dgn negeri India.

Baca :   Gambar Kemasan Makanan Hewan Beserta Komposisinya

3. Pada zaman VOC, jelas tidak ada persatuan antar-kerajaan.. masing-masing mempertahankan statusnya ataupun berusaha menaklukkan tetangganya.. contoh Banten di Jabar-Mataram di Jateng
Kesultana Ternate vs Kesultanan Tidore.. Kerajaan Makasar vs Kerajaan Bone, dlsb.. sehingga saya mulai meragukan status kePahlawan-Nasionalan ini

4. Kepulauan yg menyusun NKRI ini dulunya disebut sebagai Nusantara, oleh Kompeni, disebut sebagai Kepulauan Hindia sebelum pada akhirnya dinamakan Indonesia

5. (Kabar Burung) Majapahit tidak pernah menyatukan Nusantara, dengan tidak diketemukannya bukti-bukti sebuah penaklukan, tetapi ditemukannya 1 prasasti di pulau Rote yg berbunyi, “Bahwa Daerah Kekuasaan Raja Rote berada dalam perlindungan Majapahit”, mengindikasikan bahwa Kekuasaan Nusantara-Majapahit adalah berbentuk Aliansi, dimana Majapahit diangkat sebagai Pemimpin dan Pelindung Nusantara, atau jika tidak disebut Perserikatan.

6. Dengan perlindungan Majapahit, bukan tidak mungkin setiap daerah di Nusantara tetap menjalankan pemerintahannya dan memperluas kekuasaannya di daerah masing-masing sehingga menimnbulkan friksi dgn kerajaan di sebelahnya.

7. Republik Indonesia Serikat (RIS) kemungkina diadaptasikan dari bentuk pemerintahan Majapahit, namun dibatalkan karena terlalu banyaknya intervensi asing dan gerakan2 asing untuk mencaplok Indonesia kembali.

8. Demikian opini dan sharing sejarah sepengetahuan saya, untuk memperjelas alur jejak sejarah negara kita
emoticon-Smilie

gan,
ane kok kyk mbaca pelajaran waktu sekolah y?
klo bisa diperdalam lagi gitu, cr d wiki ato mana gtu biar lebih jelas

Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah

Dulu Susah Payah para pejuang memperjuangkan dan mempertaruhkan nyawa demi suatu kebebasan/kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Toh Kenyataan Sekarang Sudah Merdeka Tapi Tetap Saja Masih Banyak Rakyat Yang Belum Merdeka.

Kayaknya masih banyak yang belum, deh.
Perang Aceh, Perang Cirebon, dll.
Mungkin bisa diperdalam lagi dan diperbanyak…

Quote:

ane juga setubuh dengan agan ini…

Quote:

Coba ingat kata-kata Bung Karno ini…

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.”
(Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

Perjuangan Di Setiap Daerah Mudah Dipatahkan Karena

Sumber: https://www.kaskus.co.id/thread/50ec1c70532acf731c000006/perjuangan-bangsa-indonesia-melawan-penjajah/

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …