Nilai Kehidupan Yang Menonjol Dalam Novel Sejarah Tersebut Adalah

Alumnice.co – Nilai Kehidupan Yang Menonjol Dalam Novel Sejarah Tersebut Adalah

Lihat Foto

Novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer

KOMPAS.com
– Dalam buku Pengkajian Prosa Fiksi (2017), Andri Wicaksono berpendapat bahwa novel adalah suatu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi dalam ukuran panjang dan menceritakan konflik yang mengubah nasib tokohnya.

Seperti karya sastra jenis lainnya, novel dibangun berdasarkan unsur intrinsik dan kaidah kebahasaan. Agar lebih memahaminya, mari simak contoh analisis unsur intrinsik novel berikut.

Tema

Tema merupakan topik yang diangkat dalam sebuah novel. Menurut Burhan Nurgiyantoro dalam Teori Pengkajian Fiksi (1998), tema dengan demikian, dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar umum sebuah karya novel.

Contohnya: novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer bertema kawin paksa dan ketimpangan strata sosial pada masa feodal.

Alur

Alur disebut juga plot. Alur merupakan kesinambungan jalannya cerita. Dalam Teori Pengkajian Fiksi (1998) karya Burhan Nurgiyantoro menyebutkan, plot merupakan penyajian secara linear tentang berbagai hal yang berhubungan dengan tokoh, maka pemahaman kita terhadap cerita amat ditentukan oleh plot.

Baca juga: Novel: Pengertian, Unsur, dan Ciri-cirinya

Contoh:
Novel Gadis Pantai karya Pramodoedya Ananta Toer ini menggunakan alur maju. Jalan cerita yang runtut berdasarkan urutan waktu.

(Pengantar situasi cerita) Cerita ini dimulai dengan masa remaja si Gadis Pantai. Orang tua Gadis Pantai adalah nelayan miskin yang berada di Kampong Nelayan.

(Pengungkapan kejadian) Gadis Pantai dipasksa menjadi istri Bendoro, seorang priyayi pembesar yang kaya.

(Konflik) Tahun pertama pernikahannya dengan Bendoro, Gadis Pantai mencoba beradaptasi dengan kehidupan barunya sebagai priyayi. Awalnya ia merasa asing, tetapi ia juga mendapat berbagai pengetahuan dan keterampilan dari kehidupan barunya. Terjadi konflik batin sebab Gadis Pantai selalu merindukan kehidupan yang bebas dekat dengan laut.

(Klimaks) Masyarakat yang terlanjur hidup dalam budaya feodal dan patriarkis mulai mempermasalahkan latar belakang Gadis Pantai. Kerabat Bendoro berusaha menyingkirkan Gadis Pantai. Di sisi lain, Bendoro mulai bersikap tak acuh padahal Gadis Pantai sedang mengandung anak pertamanya.

(Penyelesaian konflik) Pada bagian akhir cerita, Bendoro menceraikan Gadis Pantai. Tidak hanya itu, ia mengusir dan memisahkan Gadis Pantai dengan anaknya. Gadis Pantai tak berdaya, ia pun pergi ke Blora untuk melanjutkan hidupnya.

Latar

  • Latar tempat: daerah pesisir pantai utara Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Rembang.
  • Latar waktu: zaman penjajahan Belanda
  • Latar suasana: budaya feodal begitu kental karena pengaruh kerajaan di Jawa sangat kuat.

Jika pada artikel sebelumnya telah membahas mengenai pengertian novel secara lengkap, selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai unsur-unsur novel beserta penjelasannya.

Bagi Anda yang suka membaca novel, pasti sudah memahami seluk beluk yang ada didalam novel tersebut. Bahkan, ada bagian tertentu dalam novel yang membuat hati para pembacanya menjadi terenyuh seolah-olah mereka yang berperan dalam novel.

Baca :   Tabel Besaran Satuan Dan Alat Ukur

Namun, tahukah Anda bagaimana proses pembuatan novel yang bagus ? Novel yang bagus merupakan novel yang mengalami proses panjang dalam pembuatannya. Dimulai dari pembuatan kerangka dasarnya hingga masuk ke proses penulisan naskah novel.

Sebelum memahami proses pembuatan kerangka dasarnya, ada poin penting yang harus Anda ketahui yaitu
unsur-unsur yang terkandung dalam novel, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur-Unsur Novel dan Penjelasannya

Sama seperti karya sastra cerpen, novel juga dibangun atas dasar unsur-unsur penting didalamnya. Kedua unsur itu saling terkait antara satu dengan yang lainnya, demi membangun cerita yang menarik dalam novel. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa kedua unsur inilah yang menentukan kualitas dari suatu novel yang dihasilkan.

Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik novel merupakan unsur utama yang membangun suatu novel. Atau dapat dikatakan bahwa unsur intrinsik ini dapat kita jumpai dengan mudah dalam novel tersebut. Secara umum, ada 7 komponen yang merupakan bagian dari unsur intrinsik yakni tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat.

Nantinya, unsur intrinsik ini akan memudahkan Anda untuk menganalisis isi novel dengan cepat. Apalagi, jika novel memiliki bentuk fisik yang sangat tebal sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing komponen dalam unsur intrinsik novel.


1. Tema

Tema merupakan ide atau gagasan utama dalam suatu novel. Pada dasarnya, tema berisi tentang gambaran cerita secara keseluruhan yang diangkat kedalam bentuk novel. Oleh karena itu, sangat penting bagi penulis untuk menentukan tema terlebih dahulu sebelum memulai penulisan naskah novel.

Apalagi, jika penulis melakukan survey ke lapangan untuk dapat mengangkat tema yang sedang hangat dikalangan masyarakat. Dengan begitu, kemungkinan besar novel menjadi sangat populer dikalangan masyarakat.

2. Tokoh dan Penokohan

Sama seperti cerpen, novel juga memiliki unsur tokoh dan penokohan. Sebenarnya, terdapat perbedaan diantara kedua unsur ini. Tokoh merupakan pemeran atau seseorang yang menjadi pelaku dalam cerita novel. Sedangkan penokohan merupakan karakter atau watak yang ditampilkan oleh tokoh yang ada dalam cerita novel tersebut.

Berdasarkan karakternya, tokoh dibagi menjadi tiga yaitu :

  • Tokoh protagonis, merupakan tokoh utama yang digambarkan sebagai seseorang yang baik disetiap situasi. Selain itu, tokoh utama ini menjadi pusat perhatian didalam novel.
  • Tokoh antagonis, merupakan tokoh yang digambarkan dengan seseorang yang memiliki sifat yang jahat atau buruk, tidak bersahabat dan selalu menimbulkan konflik.
  • Tokoh tritagonis, merupakan tokoh yang digambarkan dengan seseorang yang memiliki sifat dan sikap netral. Akan tetapi, tokoh tritagonis ini dapat berpihak kepada tokoh antagonis, terkadang bisa berpihak kepada tokoh protagonis. Walaupun begitu, tokoh ini diasumsikan sebagai pelerai antara tokoh antagonis dan protagonis ketika terjadinya konflik.

Adapun cara yang dilakukan oleh penulis untuk menentukan penokohan itu sendiri, antara lain sebagai berikut.

  1. Analitik atau langsung yaitu penulis menggambarkan penokohan melalui bentuk fisik (bentuk wajah, hidung, mata, rambut, dan sebagainya) seorang tokoh sehingga pembaca bisa langsung mengetahui watak dari tokoh tersebut.
  2. Dramatik atau tidak langsung yaitu penulis mengungkapkan penokohan berdasarkan hal-hal yang berhubungan dengan tokoh, bisa berupa tingkah laku, gaya bicara atau dialog tokoh lain.
Baca :   Apa Pentingnya Pelaksanaan Hak Asasi Warga Negara Untuk Mendapatkan Pendidikan

3. Alur (Plot)

Alur (plot) merupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang membentuk jalan cerita pada novel. Secara umum, ada 3 jenis alur pada novel, antara lain:

a. Alur maju (progresif), merupakan alur kejadian dalam cerita bergerak secara berurutan mulai dari awal hingga akhir. Biasanya, alur maju digunakan pada novel autobiografi dan biografi.

b. Alur mundur (regresif), merupakan alur kejadian dalam cerita bergerak secara terbalik, yaitu menceritakan kejadian yang sekarang, dan kemudian menceritakan kejadian masa lalu.

c. Alur campuran, adalah perpaduan antara alur maju dengan alur mundur. Selain itu, jalannya alur terjadi secara acak dan tidak rapi. Biasanya, jenis alur ini digunakan pada novel misteri atau novel fantasi.

Sedangkan untuk menghadirkan alur cerita novel yang menarik, penulis melakukan beberapa tahapan didalamnya, yaitu :

  • Pengenalan/Eksposisi –
    Tahap perkenalan yang berisi tentang informasi tokoh-tokoh yang ada dalam novel.
  • Pertentangan/Konflik


    Tahapan dimana tokoh utama mulai mengalami konflik, baik itu dengan dirinya sendiri ataupun dengan tokoh lain.
  • Pertumbuhan/Penanjakan
    Tahapan dimana konflik yang terjadi semakin melebar hingga terjadi beberapa perselisihan antar tokoh.
  • Klimaks/Puncak Ketegangan

    Tahap dimana masalah semakin memuncak hingga memunculkan hal-hal yang tidak diduga oleh pembaca.
  • Antiklimaks –
    Tahap dimana ketegangan sudah mulai mereda dan memunculkan solusi penyelesaian atas masalah yang terjadi.
  • Akhir/Ending –
    Tahapan terjadinya penyelesaian konflik dan pertanda bahwa cerita akan berakhir, bisa berakhir bahagia (happy ending) atau berakhir sedih (sad ending).

4. Latar (Setting)

Latar atau setting merupakan unsur yang berkaitan dengan tempat dan waktu yang melatarbelakangi terjadinya kejadian atau peristiwa dalam novel. Bahkan, latar ini mampu menciptakan suasana dalam cerita. Latar atau setting terdiri dari beberapa macam, di antaranya:

  • Waktu, berkaitan dengan kapan terjadinya kejadian dalam novel. Misalnya, bagian yang menyatakan latar waktu pada novel 5 cm “Pukul 08.15 Ian udah nongkrong di depan ruangan dosennya”.
  • Tempat, berkaitan dengan lokasi jalannya cerita. Latar tempat ini dapat dikategorikan secara umum atau khusus. Misalnya, latar tempat pada kalimat “Lima orang di dalam mobil itu baru aja makan bubur ayam di Cikini”.
  • Suasana, berkaitan dengan gambaran suasana dari peristiwa dalam novel, atau bisa digambarkan melalui perasaan tokoh juga, Misalnya, pada kalimat “Semua penumpang gerbong terharu dan kembali ke tempat duduk masing-masing”.

5. Sudut Pandang (Point of View)

Berikutnya adalah unsur sudut pandang (poin of view), yang berkaitan dengan cara pandang penulis dalam menceritakan kisah yang terjadi didalam novel. Ada 3 macam sudut pandang yang digunakan oleh penulis, yaitu :

  1. Sudut pandang sebagai orang pertama, merupakan cara penulis menempatkan dirinya sebagai tokoh utama didalam novel. Hal itu diartikan bahwa penulis menceritakan pengalaman pribadinya. Ciri-cirinya adalah kalimat ditulis dalam bentuk yang aktif, yakni menggunakan kata ganti orang pertama seperti “Aku” atau “Saya”.
  2. Sudut pandang sebagai orang ketiga, merupakan cara penulis menyampaikan cerita sebagai orang ketiga. Penulis mengungkapkan tanggapannya terhadap peristiwa atau kejadian yang dilihatnya. Ciri-cirinya adalah menggunakan kata ganti orang ketiga seperti “Dia” atau “Mereka”.
  3. Sudut pandang sebagai orang ketiga serba tahu, merupakan cara penulis menceritakan apa saja terkait tokoh utama. Penulis seakan mengetahui dengan benar tentang watak, pikiran, perasaan, kejadian, bahkan latar belakang dari suatu kejadian.
Baca :   Rumus Luas Permukaan Prisma Trapesium Siku Siku

6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa dalam novel merupakan ciri khas penulis dalam melakukan pemilihan kata dan bahasa yang digunakan dalam novel. Setiap penulis memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda demi menarik minat pembacanya.


7. Amanat

Unsur intrinsik novel yang terakhir adalah amanat atau pesan. Amanat merupakan pesan yang terkandung dalam novel yang dapat dipetik oleh pembaca. Amanat bisa disampaikan secara tersurat (langsung) ataupun secara tersirat (tidak langsung).

Amanat menjadi unsur yang paling penting dalam novel. Dengan demikian, novel tidak hanya berfungsi sebagai hiburan saja, namun ada hikmah atau pelajaran yang bisa diambil oleh pembaca.

Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik novel merupakan unsur pembangun novel yang berasal dari luar. Artinya, unsur ini tidak dapat Anda temukan didalam novel tersebut. Walaupun demikian, unsur ekstrinsik memberikan pengaruh yang besar terhadap hasil sebuah novel.

Berikut ini adalah beberapa unsur ekstrinsik novel :

1. Latar Belakang Penulis

Latar belakang penulis merupakan unsur yang berisikan tentang biografi penulis, seperti tempat tinggal penulis, keluarganya, latar belakang pendidikan, lingkungan, dan lain sebagainya.

Latar belakang diyakini dapat memberikan pengaruh dalam penulisan novel. Misalnya saja, penulis yang tinggal di daerah pedesaan, maka Ia akan mengadaptasikan kisahnya menjadi suatu novel.

2. Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat berkaitan dengan kondisi masyarakat ketika novel dibuat. Misalnya saja, penulis hidup ditengah masyarakat yang kental akan kehidupan tradisionalnya, kemungkinan besar akan berdampak pada penulisan novel yang akan dibuat dimana menceritakan tentang kehidupan masyarakat saat itu.

3. Nilai-Nilai Kehidupan

Unsur ekstrinsik yang terakhir adalah nilai yang terkandung didalam novel tersebut. Biasanya, penulis akan mengangkat suatu novel berdasarkan nilai-nilai kebaikan yang akan dibagikan kepada masyarakat, bisa berupa nilai agama, nilai sosial, nilai budaya dan nilai moral.

Nah, itulah penjelasan dari masing-masing unsur-unsur yang terkandung didalam novel. Semoga artikel diatas dapat menambah wawasan Anda dan terima kasih.

Nilai Kehidupan Yang Menonjol Dalam Novel Sejarah Tersebut Adalah

Sumber: https://kafesentul.com/unsur-intrinsik-yang-menonjol-dalam-kutipan-novel-sejarah-tersebut-adalah

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …