Mengapa Sistem Pembukuan Tunggal Kurang Lengkap

Alumnice.co – Mengapa Sistem Pembukuan Tunggal Kurang Lengkap

Metode pencatatan transaksi yang paling sering digunakan dalam akuntansi terbagi menjadi dua, yaitu adalah sistem pembukuan tunggal
(single entry)
dan ganda
(double entry system).
Blog Mekari Jurnal
akan membahas mengenai panduan lengkap menggunakan kedua sistem  ini!

Bisnis yang bergerak di bidang apapun pasti memerlukan yang namanya akuntansi.

Salah satu prinsip dasar dalam akuntansi yang perlu diketahui adalah metode pencatatan transaksi keuangan.

Setidaknya ada dua metode yang kerap digunakan yakni adalah sistem pembukuan tunggal (single entry)
dan ganda
(
double entry).

Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di penjelasan berikut ini.

Pengertian Sistem Pembukuan Tunggal dan Ganda


Single entry
atau dapat diartikan sebagai pencatatan tunggal

adalah metode pencatatan transaksi keuangan yang hanya dilakukan satu kali.

Yang dicatat dalam metode ini hanyalah daftar transaksi yang mempengaruhi akun kas.

Artinya penerimaan kas dicatat sebagai kas masuk, sedangkan pembayaran kas dicatat sebagai kas keluar.

Metode
single entry
biasanya digunakan oleh bisnis kecil di mana neraca perusahaan tidak diperukan untuk kontrol keuangan dan keperluan pajak.

Sistem
double-entry
atau pencatatan ganda

adalah sebuah konsep transaksi yang mana setiap transaksinya akan melibatkan setidaknya dua akun.

Sebagai contoh, jika perusahaan melakukan transaksi pembelian peresediaan atauinventory
secara tunai, transaksi tersebut akan memiliki dua pengaruh, yaitu:

  • Bertambahnya debit pada akun persediaan atau
    inventory
  • Berkurangnya kredit pada akun kas.

Bagaimana Cara Kerja Sistem Pembukuan
Double Entry?

Adanya sistemdouble entry
ini adalah untuk selalu menjaga keseimbangan atau biasanya dikenal sebagai persamaan akuntansi, yaitu:

Liabilitas + Owner’s Equity/Ekuitas Pemilik = Assets

Jika dilihat persamaannya dalam konteks contoh transaksi pembelian
inventory,
maka, biaya transaksi-
liability
– menyebabkan penurunan ekuitas pemilik melalui pencairan uang tunai untuk membayar transaksi pembelian
inventory.

Selain itu, jumlah yang dimasukkan sebagai debit harus sama dengan yang ditambahkan sebagai kredit dalam buku besar.

Pada konsep sistemdouble entry, setiap transaksi akan menghasilkan dua efek yang harus diperhitungkan, yang dikenal sebagai prinsip dualitas.

Prinsip ini berarti, walaupun perusahaan mengeluarkan uang dari akun perusahaan, maka perusahaan akan mendapatkan sesuatu sebagai imbalan.

Meskipun terdapat aset yang diperoleh dalam setiap pengeluaran, sistem akuntansi hanya memberikan pandangan terbatas mengenai bagaimana perusahaan mengelola keuangannya.

Setiap transaksi akan dicatat dalam buku besar, juga akun buku besar neraca seperti contoh; aset,
liabilitas
(utang), dan komponen ekuitas (modal)), atau akun buku besar laporan laba rugi (contohnya; pendapatan dan pengeluaran), yang memiliki kolom dalam pembukuan untuk entri debit dan kredit

  • Entri debet yaitu pencatatan akuntansi saat kondisi di mana bertambahnya aset dan biaya, dan penurunan liablitas (utang) dan ekuitas (modal). Dalam pembukuan akuntasi, debit berada di sisi sebelah kiri.
  • Entri kredit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadinya kondisi bertambahnya liabilitas dan ekuitas, atau penurunan aset dan biaya. Kredit kebalikan dari debit, yang posisinya berada di sebelah kanan dalam pembukuan akuntansi.


Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Keunggulan Penggunaan Sistem Pembukuan
Double Entry

Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari penggunaan sistem
double entry:


Lengkapnya Informasi Transaksi Finansial

Ada beberapa transaksi keuangan yang tidak memengaruhi kas secara langsung.

Baca :   Berikut Merupakan Bagian Dari Puisi Kecuali

Contohnya, saat Anda menjual barang secara kredit maka akan menambah nominal piutang dan mengurangi jumlah persediaan barang, sedangkan kas akan bertambah jika transaksi sudah dibayar.

Jika hanya berdasar pada catatan rekening bank, maka Anda akan kehilangan gambaran yang jelas mengenai transaksi tersebut.


Catatan Keuangan Lebih Akurat

Pada sistem pembukuan
double entry, terdapat dua keseimbangan dalam dua sisi yang berbeda untuk setiap transaksi, yaitu debit dan kredit.

Jika pada akhir tahun ditemukan ketidakseimbangan antara debit dan kredit, maka kesalahan terletak pada persamaan dasar akuntansi atau neraca.

Namun, jika Anda menggunakan sistem ini , kesalahan pencatatan tidak akan terjadi, karena debit dan kredit akan menghasilkan sebuah keseimbangan.


Mengurangi Kesalahan

Sistem
double entry
memiliki informasi keuangan yang terperinci dan mampu mendeteksi kesalahan matematika.

Menerapkan metode iniakan menguntungkan perusahaan Anda, karena Anda dapat melacak pendapatan, pengeluaran serta aset dan liabilitas.

Perhitungan yang dilakukan akan lebih akurat karena menunjukkan semua saldo akun.

Jika terjadinya kesalahan, maka akan mudah dilacak letak kesalahannya karena adanya informasi yang jelas pada sistem
double entry.

Dengan menggunakan metode pencatatan ganda,
peluang terjadinya kesalahan sangat kecil.


Mendeteksi Penipuan

Pembukuan ganda lebih mudah untuk mendeteksi kesalahan dan penipuan. Sehingga jika perusahaan menerapkan sistem ini, laporan keuangan akan akurat dan tepat.

Oleh sebab itu, akan bermanfaat untuk mempelajari prinsip dan praktik akuntansi
double entry
yang efektif.

Kelemahan Menggunakan Sistem Pembukuan
Double Entry


pengertian sistem pembukuan double entry

Sistem pembukuan
double-entry
umumnya digunakan dalam akuntansi dan dunia bisnis untuk membantu perusahaan melacak transaksi keuangan dan
inventory/persediaan mereka.

Akuntansi
double-entry
menggunakan dua input data (entry) untuk setiap transaksi yang terjadi, sehingga satu akun akan dikreditkan sementara akun yang sama akan didebit untuk jumlah yang sama.

Sistem
double-entry memiliki banyak keuntungan, tetapi juga memiliki beberapa masalah, diantaranya:


Kompleksitas

Salah satu masalah utama dengan metode pembukuan double-entry adalah kerumitan dalam prosesnya.

Untuk pemilik usaha yang tidak memiliki latar belakang akuntansi, sistem double-entry akan tampak seperti belajar bahasa baru.

Terminologi seperti “debit” dan “kredit” menggantikan kata-kata sederhana seperti “mengurangi” dan “menambahkan,” akan menyebabkan kebingungan.

Mengetahui kapan harus mendebet rekening dan apa akun yang sesuai untuk kredit bisa saja terdengar sulit. Dan mampu membuat pembukuan pemula untuk sedikit bergeming dengan pekerjaannya.


Biaya

Biaya pembukuan saat menggunakan sistem
double-entry
secara langsung berhubungan dengan kompleksitas sistem.

Karena catatan disimpan di lebih dari satu tempat, perusahaan akan memiliki banyak buku diseluruh tempat yang harus dilacak.

Dalam beberapa kasus, bahkan menjadi perlu untuk mempekerjakan karyawan tambahan untuk melacak buku untuk masing-masing departemen.

Jika Anda menggunakan akuntan, biaya pembukuan Anda akan lebih tinggi dan kompleks. Secara keseluruhan, biaya sistem
double-entry
bisa dibilang tinggi.


Waktu

Jumlah waktu yang dihabiskan untuk melakukan verifikasi buku Anda adalah masalah lain terkait langsung dengan kompleksitas metode ini

Karena entri harus dilakukan dan diverifikasi dua kali, sistem
double-entry
akan memakan menit waktu berharga yang Anda bisa menghabiskan dalam hal produktif lainnya.

Inilah sebabnya mengapa Anda mungkin merasa menguntungkan untuk menyewa seorang akuntan.

Pada kenyataannya, meskipun fakta mengatakan bahwa pembukuan ganda dapat menyebabkan buku yang lebih akurat, bisa dibilang tidak praktis.

Baca :   Sebutkan Bagian Bagian Utama Mesin Frais


Ketepatan

Secara keseluruhan, sistem akuntansi
double-entry
penting bagi pemilik usaha karena biasanya akan memberikan mereka dengan catatan lebih akurat dibandingkan metode lain.

Hal ini tentunya menguntungkan dalam banyak kasus, tetapi jika Anda tidak memiliki banyak latar belakang dalam pembukuan, dan Anda mencoba untuk mengerjakan semua itu sendiri menggunakan metode
double-entry, Anda mungkin akan mengalami kebingungan.

Masalah utama dengan sistem ini adalah bahwa jika Anda membuat satu kesalahan sepanjang jalan, maka keakuratan sisa buku Anda akan sangat berkurang.

Sistem Pembukuan dengan Menggunakan
Single dan
Double Entry System

Di bawah ini adalah contoh pembukuan menggunakan
single entry system:

Akun Debit Kredit
Uang kas Rp 1,000,000
Beli meja kantor Rp 500,000
Terima pembayaran A Rp 2,000,000
Terima pembayaran B Rp 1,500,000
Bayar tagihan listrik Rp 300,000

Untuk pencatatan sistem pembukuan ganda seperti ini jika:

1. Membeli barang dengan uang tunai

Akun Debit Kredit
Meja kantor Rp 1,000,000
Kas Rp 1,000,000

2. Membeli barang dengan kredit

Akun Debit Kredit
Inventaris Rp 1,000,000
Hutang Rp 1,000,000

Di bawah ini adalah contoh pencatatan sistem pembukuan menggunakan
double entry:

Tanggal Akun Debit Kredit
31 Des Piutang usaha Rp 400,000
Pendapatan penjualan Rp 400,000
Biaya utilitas Rp 1,900,000
Utang utilitas Rp 1,900,000
Biaya perlengkapan umum Rp 700,000
Perlengkapan umum Rp 700,000
Beban penyusutan aset tetap Rp 800,000
Akumulasi penyusutan aset tetap Rp 800,000

Penerapan Sistem Pembukuan
Double Entry

Dalam pembuatan catatan keuangan untuk bisnis, Anda perlu membuat daftar terperinci yang biasanya disebut dengan bagan akun.

Umumnya,
software
akuntansi memberikan saran mengenai jenis akun yang mungkin diperlukan oleh suatu bisnis.

Jika bagan akun sudah siap, bagan akun akan digunakan sebagai titik referensi setiap dua atau lebih akun yang dipilih.

Hal ini digunakan untuk memasukkan transaksi ke dalam buku besar.

Saat ini, Anda dapat menghapus akun yang jika dirasa tidak digunakan dan menambahkan lebih banyak bagan akun yang sekiranya diperlukan.

Biasanya, entri pertama diisi dengan akun dan jumlah yang harus didebit. Kemudian, baris berikutnya diisi dengan menunjukkan akun dan jumlah yang perlu dikreditkan. Setiap entri dua baris tersebut dikenal sebagai entri jurnal umum.

Untuk mendeskripsikan lebih jelas lagi mengenai pembukuandouble entry, berikut beberapa contoh penerapannya yang sering dilakukan dalam bisnis:

  • Membeli peralatan dengan uang tunai akan menunjukkan debit untuk peralatan dan kredit untuk uang tunai, yang menghasilkan penurunan aset.
  • Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan, maka debitnya adalah kas, sedangkan kreditnya adalah pendapatan.
  • Membayar tagihan listrik dicatat sebagai debit di bawah biaya penggunaan yang akan menghasilkan peningkatan biaya, sedangkan kreditnya untuk uang tunai.
  • Menerima bunga saat setoran uang ke bank akan menghasilkan debit untuk uang tunai yang diterima, sedangkan kreditnya adalah pendapatan keuangan. Hal ini berarti adanya peningkatan pendapatan.
  • Menerima pinjaman dari bank akan menjadi debit untuk kas yang diterima, sedangkan kreditnya akan masuk ke rekening sebagai pinjaman bank. Hal ini berarti debit menghasilkan peningkatan aset, sedangkan kredit akan meningkatkan liabilitas (utang).
  • Mengeluarkan biaya untuk investasi saham akan menjadi debit, dan kreditnya untuk modal saham yang akan meningkatkan ekuitas (modal). Hal ini berarti debit akan menghasilkan peningkatan aset.
Baca :   Berikut Ini Bukan Termasuk Gerakan Senam Irama Adalah

Meskipun secara umum terlihat mudah, entri-entri ini dapat menjadi semakin kompleks ketika lebih dari dua akun terlibat.

Sistem Pembukuan Tunggal vs Ganda, Lebih Cocok Mana?

Bagi sebuah bisnis memutuskan apakah akan menggunakan metode
single entry (sistem pembukuan tunggal)
atau
double entry
tergantung dengan jenis bisnis yang dijalankan.

Pada awalnya,
single entrydigunakan pemerintah Indonesia sebagai dasar pembukuan/pencatatan.

Hal ini cukup beralasan karena penggunaan sistem pembukaun tunggaljauh lebih mudah dan praktis.

Namun, karena tingginya tuntutan adanyagood public governance, perubahan sistem pencatatan kedouble entryperlu diterapkan karena dengan sistem pencatatan ini dapat dihasilkan laporan keuangan yang lengkap danauditable.

Di luar pemerintahan, bisnis kecil dengan kepemilikan tunggal atau bisnis berbasis rumahan mungkin tidak memerlukan metode
double entry
untuk mencatat transaksi keuangannya.

Dan biasanya pemilik bisnis kecil tidak memulai usahanya dengan metode ini.

Lebih mudah bagi mereka untuk menggunakan metode
single entry
dengan cukup menambahkan kas yang masuk dan mengurangi kas keluar.

Sementara itu apabila bisnis yang dijalankan memiliki beberapa piutang atau hutang, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan sistem
double entry.

Dalam metode
double entry, tiap transaksi dicatat ke dalam dua akun, debit dan kredit. Setiap transaksi harus saling menyeimbangkan.

Sebagai contoh ketika bisnis sedang melakukan pembelian komputer.

Dalam metode
single entry, cukup mengurangi harga pembelian dari total pendapatan.

Sementara dalam metode
double entry, aset bertambah berupa komputer akan dimasukkan ke kolom debit dan biaya pembelian dimasukkan ke dalam kolom kredit karena mengurangi kas bisnis.

Mengenai dua akun iini, perlu diperhatikan bahwa debit tidak selalu bertambah, dan kredit pun tidak selalu berarti berkurang.

Solusi Pembukuan Akurat dengan
Software
Akuntansi Mekari Jurnal

Jurnal software akuntansi UKM

Dengan berbagai kerumitan metode seperti yang dipaparkan diatas, dirasa perlu bagi pebisnis untuk mengadopsi sistem guna menyelesaikan masalah diatas.

Online accounting software
seperti
Mekari Jurnal menjadi salah satu pilihan tepat melalui kemudahannya dalam proses otomatisasi. Sehingga proses
double-entry
dapat dipermudah untuk mendukung kinerja bisnis Anda.

Selain itu, fleksibilitas memberikan Anda kebebasan untuk menjalankan bisnis dari tempat kerja, rumah, atau di mana saja.

Anda akan memiliki gambaran yang
up-to-date
tentang bagaimana bisnis Anda berjalan, tidak peduli di mana Anda berada.

Dengan
software
akuntansi
cloud, Anda memiliki pilihan untuk menjalankan bisnis Anda dari jarak jauh, dari mana saja di dunia.

Dan ketika data Anda sangat mudah untuk diakses, segala kemungkinan bisa terjadi.

Mekari Jurnal
memudahkan penyusunan laporan keuangan Anda lebih cepat, hemat waktu, biaya makin efisien, akses kapan pun di mana saja.

Dapatkan kemudahan dalam memonitor kelangsungan bisnis kapan saja dan di mana saja, serta membuat laporan keuangan perusahaan yang lengkap dan akurat.

Gunakan
Mekari Jurnal
, aplikasi akuntansi yang memiliki fitur pembukuan di android yang tepat untuk perusahaan Anda dan dapatkan langsung promo menariknya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Di atas adalah penjelasan lengkap tentang sistem pembukuan ataupun pencatatan tunggal
(single entry)
maupun ganda
(double entry system). Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.

Ikuti media sosial
Mekari Jurnal
untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Mengapa Sistem Pembukuan Tunggal Kurang Lengkap

Sumber: https://www.jurnal.id/id/blog/bisnis-perlu-sistem-double-entry/

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …