Kain Tapis Dari Lampung Menggunakan Benang Yang Dicelupkan Kedalam Cairan

Alumnice.co – Kain Tapis Dari Lampung Menggunakan Benang Yang Dicelupkan Kedalam Cairan

Kumpulan
bank soal SBK Kelas 4 SD dan kunci jawaban kurikulum 2013
(pilihan ganda, essay, uraian). Soal SD atau MI yang akan kami sampaikan kali ini yaiu soal mata pelajaraan Seni Budaya Keterampilan yang biasanya disingkat SBK kelas 4 SD. Ada beberapa kompetensi dasar (kisi kisi soal) yang kami gunakan sebagai dasar dalam penyusunan soal ini, antara lain :

1)
Makna seni rupa terapan,
2)

gambar ilustrasi dengan tema benda alam: buah-buahan, tangkai, kerang, dsb,
3)

berbagai ragam lagu dan alat musik ritmis,
4)
Mengidentifikasi gerak, busana, dan perlengkapan tari Nusantara daerah setempat,
5)
peragaan tari Nusantara daerah setempat,
6)
jenis karya kerajinan Nusantara,
7)
karya kerajinan dengan memanfaatkan teknik atau motif hias Nusantara.

Dikarenakan artikel ini merupakan artikel bank soal, tentu saja ada beraneka ragam jenis soal yang akan kami bagikan. Setidaknya ada
3 jenis soal yang kami sediakan
dalam artikel soal SBK Kelas 4 ini, antara lain : Soal pilihan ganda/ Pilgan (multiple choice), soal essay, dan soal uraian.

Adapun jumlah soal yang kami bagikan ini cukup banyak, yaitu ada
40 soal dan kunci jawaban
sudah kami sediakan dalam artikel ini. Mulai dari soal pilgan, soal essay, dan soal uraian sudah ada kunci jawaban dan pembahasan yang sudah kami sediakan pada akhir artikel.

Meskipun dalam artikel soal SBK kelas 4 ini
sudah ada kunci jawaban dan pembahasan, kami tetap mengharapkan agar para pembaca berkenan untuk mencoba menjawab
pertanyaan SBK kelas 4
ini. Semoga saja tidak ada kunci jawaban yang salah. Jika anda menjumpai ada kunci jawaban yang salah, kami tunggu masukannya pada kolom komentar.

Jika anda tertarik dan cocok dengan latihan soal SBK ini, silahkan download soal SBK SD ini pada

LINK DOWNLOAD

yang sudah kami sediakan pada akhir artikel. Cukup dengan anda menekan tombol link download, maka anda akan diarahkan menuju ke halaman download artikel.

Cukup sekian pengantar dari kami terkait
kumpulan bank soal SBK SD/ MI kelas 4 dan kunci jawaban. Kami tunggu masukan dari para pembaca jika menemukan ada kesalahan dalam artikel soal SBK SD ini.

1. Tusuk yang hasil tusukannya seperti rantai disebut …. a. tusuk rantai b. tusuk jelujur c. tusuk silang d. tusuk tikam jejak 2. Bahan bekas dari sabun mandi, yang dapat digunakan sebagai bahan konstruksinya adalah …. a. label harga sabun b. kardus sabun c. plastik bungkusnya d. sabun 3. Kain yang direntangkan dengan nama pameran, tempat, dan waktu pameran disebut …. a. umbul-umbul b. poster c. spanduk d. undangan 4. Hasil kerajinan patung didapatkan dari teknik …. a. menggunting b. menatah c. mewarnai d. mengelem 5. Bahan konstruksi ini memiliki … kasar. a. dimensi b. warna c. garis d. tekstur 6. Alat musik rebana dimainkan dengan cara …. a. dipetik b. ditiup c. digesek d. dipukul 7. Karya musik terdiri dari berbagai macam. Karya musik yang terdiri dari syair dan melodi disebut …. a. lagu b. teaterikal c. puisi d. duet 8. Motif poleng banyak dijumpai di daerah …. a. Sumatera b. Jawa Timur c. Jawa Barat d. Bali 9. Lagu Lir ilir adalah lagu daerah yang berasal dari …. a. Aceh b. Jakarta c. Sumatera Barat d. Yogyakarta 10. Jika ingin menggambar tumbuh-tumbuhan sebaiknya mengamati …. a. jalan raya b. pepohonan c. binatang d. rumah 11. Suasana hutan terbentuk dari …. a. anak-anak, nasi tumpeng, dan topi ulang tahun b. pohon, binatang, dan tumbuhan c. baju, topi, dan lemari d. manusia, gedung, dan jalan raya 12. Lagu yang memiliki irama dan latar belakang daerah disebut …. a. lagu kebangsaan b. lagu wajib c. lagu nasional d. lagu daerah 13. Rumah gadang adalah rumah adat dari daerah … a. Aceh b. Bali c. Jawa d. Sumatera Barat 14. Salah satu properti tari Tani adalah …. a. piring b. payung c. cangkul d. pedang 15. Tari putri Bekhusek adalah tarian yang menceritakan tentang …. a. nenek dan cucu di hutan b. peperangan c. seorang puteri yang sedang bermain d. persabatan pangeran dan angsa 16. Bentuk pohon yang menguncup seperti pohon natal adalah pohon …. a. nangka b. pisang c. kelapa d. cemara 17. Benda ini memiliki … berwarna hitam dan putih. a. bahan b. bentuk c. ragam hias d. tulisan 18. Ketipung dipukul dengan …. a. tongkat b. lutut c. kaki d. tangan 19. Penyebaran informasi pameran yang kurang efektif adalah melalui …. a. bisik-bisik b. internet c. pamflet d. pengumuman 20. Tari Gabor adalah tarian yang berasal dari …. a. Aceh b. Surakarta c. Bali d. Sumatera

21. Membuat kancing baju menggunakan tusuk …. a. kelim b. jelujur c. feston d. silang 22. Tifa adalah alat musik ritmis yang dibunyikan dengan cara …. a. dipetik b. digesek c. ditiup d. dipukul 23. Pendukung penampilan wajah dipelajari dalam …. a. musik tari b. busana tari c. gerak tari d. iringan tari 24. Alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara dipukul adalah …. a. triangel b. ringbell c. kastanyet d. tamborin 25. Lagu gembira dinyanyikan dengan wajah …. a. cuek saja b. gembira c. pucat d. sedih 1. Busana yang digunakan dalam tarian kontemporer lebih … dari pada tarian klasik. 2. Pementasan alat musik sekolah dilakukan oleh …. 3. Seni rupa terbagi menjadi seni rupa murni dan …. 4. Kain tapis dari Lampung menggunakan benang yang dicelupkan ke dalam cairan …. 5. Kain tenun Pandai Sikek berasal dari daerah …. 6. Tata rias dimaksudkan untuk … penampilan di atas panggung. 7. Siter adalah alat tradisional yang dimainkan dengan cara …. 8. Kolintang merupakan alat musik yang berasal dari …. 9. Patung merupakan karya … dimensi. 10. Durian digambarkan dengan kulit bertekstur …. 1. Jelaskan cara memainkan alat musik ritmis bongo! 2. Mengapa batik tulis mahal harganya? 3. Kapankah panitia pameran dibentuk? 4. Apakah latar belakang untuk menggambarkan kerang? 5. Apakah yang dimaksud dengan lagu?
Jawaban Soal Essay
1. bebas/ beragam 2. siswa 3. terapan 4. emas 5. Sumatera Barat 6. memperbaiki 7. dipetik 8. Sulawesi 9. tiga 10. gerigi/kasar

Baca :   Khasiat Buah Sawo Muda Untuk Pria

Jawaban Soal Essay

1. Bongo dimainkan dengan cara dipukul dengan telapak tangan. Tangan kanan berada di samping kanan dan tangan kiri berada di samping kiri. 2. Karena batik tulis dikerjakan dengan proses yang panjang dan melalui banyak tahap. 3. Pembentukan pameran dilakukan sebelum pameran dipersiapkan. 4. Kerang berada di lautan, karena itu kerang sesuai dengan latar belakang lautan. 5. Lagu adalah kata-kata yang dituangkan melalui suara manusia sehingga indah didengar.

Orang lain juga membuka :

1. 30 Soal UTS SBK Kelas 4 SD & Kunci Jawaban (Seni Rupa, Musik)

2. 70 Soal Pilihan Ganda Bab Seni Musik & Kunci Jawaban

3. 50 Soal Seni Budaya (Seni Musik) Pilihan Ganda + Jawaban

Jawaban Soal Pilihan Ganda

1 A 6 D 11 B 16 D 21 C 2 B 7 A 12 D 17 C 22 D 3 C 8 D 13 D 18 D 23 B 4 B 9 D 14 C 19 A 24 D 5 D 10 B 15 C 20 C 25 B

Nah, demikian soal mapel Seni Budaya Keterampilan (SBK) kelas 4 SD/ MI beserta kunci jawaban dan pembahasan soal.

LINK DOWNLOAD

soal sudah tersedia jika anda ingin menyimpan latihan soal SBK SD di atas.

Indonesia sangat kaya dengan produk kerajinan kain. Tentu masyarakat Indonesia sangat mengenal batik dan kebaya. Begitu juga dengan kain tenun, songket dan ulos sudah sangat familiar ditelinga. Produk kain tersebut bahkan dikenal hingga ke mancanegara.

Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal kain tapis. Kain tenun khas Lampung ini sebenarnya masuk dalam jenis kain songket, namun memiliki tekstur kain yang lebih kasar dibandingkan kain songket Palembang.

Kain tapis merupakan kain tenun yang menjadi ikon tenun masyarakat Lampung. Kain tenun tapis dibuat dari benang kapas dan ditenun dengan menggunakan peralatan tenun tradisional. Kemudian kain tenun dihias dengan sulaman benang emas atau benang perak, sehingga menjadikan kain ini tampak begitu elegan dan mewah.

Motif pada kain tapis umumnya diinspirasi dari kondisi flora dan fauna di wilayah Lampung. Motif flora seperti motif rebung, sedangkan motif fauna seperti gajah. Begitu Islam masuk dan menyebar di Lampung, motif tapis pun turut berkembang. Pengaruh Islam dalam tapis dapat dilihat dari munculnya motif kaligrafi arab yang diambil dari petikan ayat-ayat suci Al-Quran. Pengaruh Islam tidak serta-merta menggusur keberadaan motif yang sudah ada sebelumnya. Justru kombinasi antara motif pra dan pasca Islam, kian mempercantik motif kain tapis.

Jika diamati dengan seksama, ada perpaduan budaya dalam motif-motif tapis yaitu antara budaya animisme-dinamisme, Hindu, budha, Islam, maupun Tiongkok. Salah satu motif tapis, kapal naga, menunjukkan adanya interaksi antara masyarakat Lampung dengan negeri Tiongkok. Ragam motif tapis selalu mengikuti perkembangan kebudayaan masyarakat Lampung.

Biasanya masyarakat Lampung menggunakan kain tapis pada upacara adat dan keagamaan. Namun saat ini, pemakaian kain tapis lebih populer dikenakan  masyarakat Lampung ketika acara pernikahan. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian, ada pula kain tapis yang didesain khusus untuk hiasan dinding.

Pengerjaan kain tapis dikenal rumit dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses pengerjaan yang memakan waktu paling lama adalah pada proses penyulaman benang emas. Lamanya proses penyulaman biasanya tergantung pada bentuk dan ukuran motif. Semakin rumit bentuk motif dan semakin besar ukurannya, pastinya akan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama.

Untuk menyulam benang emas dengan tingkat kerapatan dan kerapihan yang tinggi, diperlukan ketelitian dan ketekunan yang tinggi pula. Semisal untuk mengerjakan motif kaligrafi asmaul husna dengan ukuran 1,5 meter x 75 cm, setidaknya seorang pengrajin membutuhkan waktu hingga 4 bulan. Dengan harga jual dikisaran 2 jutaan, maka seorang pengrajin mendapatkan uang 500 ribu per bulan. Itu hanya hitungan sederhana saja. Belum dipotong dengan biaya produksi seperti pengadaan bahan baku, tentu 500 ribu per bulan bukanlah pendapatan bersih. Pengrajin tapis biasanya tidak menjual sendiri hasil karyanya. Seringkali mereka hanya membuat tapis berdasar pesanan dari penjual yang memiliki toko tapis atau menjualnya kepada pengumpul kain tapis.

Menjadi pengrajin tapis merupakan sebuah perjuangan. Nyaris seluruh pengrajin adalah wanita paruh baya. Sangat sedikit gadis Lampung yang berminat untuk menggeluti profesi sebagai pengrajin tapis. Profesi pengrajin tapis belum dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama, karena pendapatan dari menyulam atau menenun tapis memanglah tidak besar. Padahal untuk menghasilkan tapis yang berkualitas membutuhkan waktu berminggu-minggu. Tapis merupakan salah satu produk tenun yang sulit diproduksi secara massal. Kalau pun ada upaya inovasi membuat motif dengan cara bordir mesin, namun kurang begitu diminati konsumen, padahal harganya sangat murah dibanding tapis yang motifnya dibuat dengan sulam tangan. Pembuatan motif dengan bordir menjadikan produksi kain tapis bisa dikebut, walaupun dari sisi kualitas jelas jauh berbeda dengan penyulaman dengan metode sulam tangan.

Sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi, kain tapis banyak diburu oleh turis asing. Para turis asing itu begitu getol mencari motif-motif tapis langka. Mereka begitu kagum dengan keindahan dan kerumitan pembuatan motif tapis. Untuk menemukan kain tapis kuno, para turis rela berburu hingga ke pelosok-pelosok kampung di Lampung.

Selain bernilai seni tinggi, kain tapis juga sangat awet dan tahan lama. Bahkan Ibu Ani Yudhoyono memiliki koleksi kain tapis yang berusia lebih dari 200 tahun. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tepat, kain tapis dapat berumur panjang.


Page 2

Indonesia sangat kaya dengan produk kerajinan kain. Tentu masyarakat Indonesia sangat mengenal batik dan kebaya. Begitu juga dengan kain tenun, songket dan ulos sudah sangat familiar ditelinga. Produk kain tersebut bahkan dikenal hingga ke mancanegara.

Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal kain tapis. Kain tenun khas Lampung ini sebenarnya masuk dalam jenis kain songket, namun memiliki tekstur kain yang lebih kasar dibandingkan kain songket Palembang.

Kain tapis merupakan kain tenun yang menjadi ikon tenun masyarakat Lampung. Kain tenun tapis dibuat dari benang kapas dan ditenun dengan menggunakan peralatan tenun tradisional. Kemudian kain tenun dihias dengan sulaman benang emas atau benang perak, sehingga menjadikan kain ini tampak begitu elegan dan mewah.

Baca :   Lokasi Penyimpanan File Yang Akan Disimpan Di Ftp Server Adalah

Motif pada kain tapis umumnya diinspirasi dari kondisi flora dan fauna di wilayah Lampung. Motif flora seperti motif rebung, sedangkan motif fauna seperti gajah. Begitu Islam masuk dan menyebar di Lampung, motif tapis pun turut berkembang. Pengaruh Islam dalam tapis dapat dilihat dari munculnya motif kaligrafi arab yang diambil dari petikan ayat-ayat suci Al-Quran. Pengaruh Islam tidak serta-merta menggusur keberadaan motif yang sudah ada sebelumnya. Justru kombinasi antara motif pra dan pasca Islam, kian mempercantik motif kain tapis.

Jika diamati dengan seksama, ada perpaduan budaya dalam motif-motif tapis yaitu antara budaya animisme-dinamisme, Hindu, budha, Islam, maupun Tiongkok. Salah satu motif tapis, kapal naga, menunjukkan adanya interaksi antara masyarakat Lampung dengan negeri Tiongkok. Ragam motif tapis selalu mengikuti perkembangan kebudayaan masyarakat Lampung.

Biasanya masyarakat Lampung menggunakan kain tapis pada upacara adat dan keagamaan. Namun saat ini, pemakaian kain tapis lebih populer dikenakan  masyarakat Lampung ketika acara pernikahan. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian, ada pula kain tapis yang didesain khusus untuk hiasan dinding.

Pengerjaan kain tapis dikenal rumit dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses pengerjaan yang memakan waktu paling lama adalah pada proses penyulaman benang emas. Lamanya proses penyulaman biasanya tergantung pada bentuk dan ukuran motif. Semakin rumit bentuk motif dan semakin besar ukurannya, pastinya akan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama.

Untuk menyulam benang emas dengan tingkat kerapatan dan kerapihan yang tinggi, diperlukan ketelitian dan ketekunan yang tinggi pula. Semisal untuk mengerjakan motif kaligrafi asmaul husna dengan ukuran 1,5 meter x 75 cm, setidaknya seorang pengrajin membutuhkan waktu hingga 4 bulan. Dengan harga jual dikisaran 2 jutaan, maka seorang pengrajin mendapatkan uang 500 ribu per bulan. Itu hanya hitungan sederhana saja. Belum dipotong dengan biaya produksi seperti pengadaan bahan baku, tentu 500 ribu per bulan bukanlah pendapatan bersih. Pengrajin tapis biasanya tidak menjual sendiri hasil karyanya. Seringkali mereka hanya membuat tapis berdasar pesanan dari penjual yang memiliki toko tapis atau menjualnya kepada pengumpul kain tapis.

Menjadi pengrajin tapis merupakan sebuah perjuangan. Nyaris seluruh pengrajin adalah wanita paruh baya. Sangat sedikit gadis Lampung yang berminat untuk menggeluti profesi sebagai pengrajin tapis. Profesi pengrajin tapis belum dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama, karena pendapatan dari menyulam atau menenun tapis memanglah tidak besar. Padahal untuk menghasilkan tapis yang berkualitas membutuhkan waktu berminggu-minggu. Tapis merupakan salah satu produk tenun yang sulit diproduksi secara massal. Kalau pun ada upaya inovasi membuat motif dengan cara bordir mesin, namun kurang begitu diminati konsumen, padahal harganya sangat murah dibanding tapis yang motifnya dibuat dengan sulam tangan. Pembuatan motif dengan bordir menjadikan produksi kain tapis bisa dikebut, walaupun dari sisi kualitas jelas jauh berbeda dengan penyulaman dengan metode sulam tangan.

Sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi, kain tapis banyak diburu oleh turis asing. Para turis asing itu begitu getol mencari motif-motif tapis langka. Mereka begitu kagum dengan keindahan dan kerumitan pembuatan motif tapis. Untuk menemukan kain tapis kuno, para turis rela berburu hingga ke pelosok-pelosok kampung di Lampung.

Selain bernilai seni tinggi, kain tapis juga sangat awet dan tahan lama. Bahkan Ibu Ani Yudhoyono memiliki koleksi kain tapis yang berusia lebih dari 200 tahun. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tepat, kain tapis dapat berumur panjang.

Lihat Sosbud Selengkapnya


Page 3

Indonesia sangat kaya dengan produk kerajinan kain. Tentu masyarakat Indonesia sangat mengenal batik dan kebaya. Begitu juga dengan kain tenun, songket dan ulos sudah sangat familiar ditelinga. Produk kain tersebut bahkan dikenal hingga ke mancanegara.

Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal kain tapis. Kain tenun khas Lampung ini sebenarnya masuk dalam jenis kain songket, namun memiliki tekstur kain yang lebih kasar dibandingkan kain songket Palembang.

Kain tapis merupakan kain tenun yang menjadi ikon tenun masyarakat Lampung. Kain tenun tapis dibuat dari benang kapas dan ditenun dengan menggunakan peralatan tenun tradisional. Kemudian kain tenun dihias dengan sulaman benang emas atau benang perak, sehingga menjadikan kain ini tampak begitu elegan dan mewah.

Motif pada kain tapis umumnya diinspirasi dari kondisi flora dan fauna di wilayah Lampung. Motif flora seperti motif rebung, sedangkan motif fauna seperti gajah. Begitu Islam masuk dan menyebar di Lampung, motif tapis pun turut berkembang. Pengaruh Islam dalam tapis dapat dilihat dari munculnya motif kaligrafi arab yang diambil dari petikan ayat-ayat suci Al-Quran. Pengaruh Islam tidak serta-merta menggusur keberadaan motif yang sudah ada sebelumnya. Justru kombinasi antara motif pra dan pasca Islam, kian mempercantik motif kain tapis.

Jika diamati dengan seksama, ada perpaduan budaya dalam motif-motif tapis yaitu antara budaya animisme-dinamisme, Hindu, budha, Islam, maupun Tiongkok. Salah satu motif tapis, kapal naga, menunjukkan adanya interaksi antara masyarakat Lampung dengan negeri Tiongkok. Ragam motif tapis selalu mengikuti perkembangan kebudayaan masyarakat Lampung.

Biasanya masyarakat Lampung menggunakan kain tapis pada upacara adat dan keagamaan. Namun saat ini, pemakaian kain tapis lebih populer dikenakan  masyarakat Lampung ketika acara pernikahan. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian, ada pula kain tapis yang didesain khusus untuk hiasan dinding.

Pengerjaan kain tapis dikenal rumit dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses pengerjaan yang memakan waktu paling lama adalah pada proses penyulaman benang emas. Lamanya proses penyulaman biasanya tergantung pada bentuk dan ukuran motif. Semakin rumit bentuk motif dan semakin besar ukurannya, pastinya akan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama.

Untuk menyulam benang emas dengan tingkat kerapatan dan kerapihan yang tinggi, diperlukan ketelitian dan ketekunan yang tinggi pula. Semisal untuk mengerjakan motif kaligrafi asmaul husna dengan ukuran 1,5 meter x 75 cm, setidaknya seorang pengrajin membutuhkan waktu hingga 4 bulan. Dengan harga jual dikisaran 2 jutaan, maka seorang pengrajin mendapatkan uang 500 ribu per bulan. Itu hanya hitungan sederhana saja. Belum dipotong dengan biaya produksi seperti pengadaan bahan baku, tentu 500 ribu per bulan bukanlah pendapatan bersih. Pengrajin tapis biasanya tidak menjual sendiri hasil karyanya. Seringkali mereka hanya membuat tapis berdasar pesanan dari penjual yang memiliki toko tapis atau menjualnya kepada pengumpul kain tapis.

Baca :   Lirik Lagu Yowes Ben Nduwe Bojo Sing Galak

Menjadi pengrajin tapis merupakan sebuah perjuangan. Nyaris seluruh pengrajin adalah wanita paruh baya. Sangat sedikit gadis Lampung yang berminat untuk menggeluti profesi sebagai pengrajin tapis. Profesi pengrajin tapis belum dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama, karena pendapatan dari menyulam atau menenun tapis memanglah tidak besar. Padahal untuk menghasilkan tapis yang berkualitas membutuhkan waktu berminggu-minggu. Tapis merupakan salah satu produk tenun yang sulit diproduksi secara massal. Kalau pun ada upaya inovasi membuat motif dengan cara bordir mesin, namun kurang begitu diminati konsumen, padahal harganya sangat murah dibanding tapis yang motifnya dibuat dengan sulam tangan. Pembuatan motif dengan bordir menjadikan produksi kain tapis bisa dikebut, walaupun dari sisi kualitas jelas jauh berbeda dengan penyulaman dengan metode sulam tangan.

Sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi, kain tapis banyak diburu oleh turis asing. Para turis asing itu begitu getol mencari motif-motif tapis langka. Mereka begitu kagum dengan keindahan dan kerumitan pembuatan motif tapis. Untuk menemukan kain tapis kuno, para turis rela berburu hingga ke pelosok-pelosok kampung di Lampung.

Selain bernilai seni tinggi, kain tapis juga sangat awet dan tahan lama. Bahkan Ibu Ani Yudhoyono memiliki koleksi kain tapis yang berusia lebih dari 200 tahun. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tepat, kain tapis dapat berumur panjang.

Lihat Sosbud Selengkapnya


Page 4

Indonesia sangat kaya dengan produk kerajinan kain. Tentu masyarakat Indonesia sangat mengenal batik dan kebaya. Begitu juga dengan kain tenun, songket dan ulos sudah sangat familiar ditelinga. Produk kain tersebut bahkan dikenal hingga ke mancanegara.

Namun tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal kain tapis. Kain tenun khas Lampung ini sebenarnya masuk dalam jenis kain songket, namun memiliki tekstur kain yang lebih kasar dibandingkan kain songket Palembang.

Kain tapis merupakan kain tenun yang menjadi ikon tenun masyarakat Lampung. Kain tenun tapis dibuat dari benang kapas dan ditenun dengan menggunakan peralatan tenun tradisional. Kemudian kain tenun dihias dengan sulaman benang emas atau benang perak, sehingga menjadikan kain ini tampak begitu elegan dan mewah.

Motif pada kain tapis umumnya diinspirasi dari kondisi flora dan fauna di wilayah Lampung. Motif flora seperti motif rebung, sedangkan motif fauna seperti gajah. Begitu Islam masuk dan menyebar di Lampung, motif tapis pun turut berkembang. Pengaruh Islam dalam tapis dapat dilihat dari munculnya motif kaligrafi arab yang diambil dari petikan ayat-ayat suci Al-Quran. Pengaruh Islam tidak serta-merta menggusur keberadaan motif yang sudah ada sebelumnya. Justru kombinasi antara motif pra dan pasca Islam, kian mempercantik motif kain tapis.

Jika diamati dengan seksama, ada perpaduan budaya dalam motif-motif tapis yaitu antara budaya animisme-dinamisme, Hindu, budha, Islam, maupun Tiongkok. Salah satu motif tapis, kapal naga, menunjukkan adanya interaksi antara masyarakat Lampung dengan negeri Tiongkok. Ragam motif tapis selalu mengikuti perkembangan kebudayaan masyarakat Lampung.

Biasanya masyarakat Lampung menggunakan kain tapis pada upacara adat dan keagamaan. Namun saat ini, pemakaian kain tapis lebih populer dikenakan  masyarakat Lampung ketika acara pernikahan. Selain dimanfaatkan sebagai pakaian, ada pula kain tapis yang didesain khusus untuk hiasan dinding.

Pengerjaan kain tapis dikenal rumit dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Proses pengerjaan yang memakan waktu paling lama adalah pada proses penyulaman benang emas. Lamanya proses penyulaman biasanya tergantung pada bentuk dan ukuran motif. Semakin rumit bentuk motif dan semakin besar ukurannya, pastinya akan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama.

Untuk menyulam benang emas dengan tingkat kerapatan dan kerapihan yang tinggi, diperlukan ketelitian dan ketekunan yang tinggi pula. Semisal untuk mengerjakan motif kaligrafi asmaul husna dengan ukuran 1,5 meter x 75 cm, setidaknya seorang pengrajin membutuhkan waktu hingga 4 bulan. Dengan harga jual dikisaran 2 jutaan, maka seorang pengrajin mendapatkan uang 500 ribu per bulan. Itu hanya hitungan sederhana saja. Belum dipotong dengan biaya produksi seperti pengadaan bahan baku, tentu 500 ribu per bulan bukanlah pendapatan bersih. Pengrajin tapis biasanya tidak menjual sendiri hasil karyanya. Seringkali mereka hanya membuat tapis berdasar pesanan dari penjual yang memiliki toko tapis atau menjualnya kepada pengumpul kain tapis.

Menjadi pengrajin tapis merupakan sebuah perjuangan. Nyaris seluruh pengrajin adalah wanita paruh baya. Sangat sedikit gadis Lampung yang berminat untuk menggeluti profesi sebagai pengrajin tapis. Profesi pengrajin tapis belum dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama, karena pendapatan dari menyulam atau menenun tapis memanglah tidak besar. Padahal untuk menghasilkan tapis yang berkualitas membutuhkan waktu berminggu-minggu. Tapis merupakan salah satu produk tenun yang sulit diproduksi secara massal. Kalau pun ada upaya inovasi membuat motif dengan cara bordir mesin, namun kurang begitu diminati konsumen, padahal harganya sangat murah dibanding tapis yang motifnya dibuat dengan sulam tangan. Pembuatan motif dengan bordir menjadikan produksi kain tapis bisa dikebut, walaupun dari sisi kualitas jelas jauh berbeda dengan penyulaman dengan metode sulam tangan.

Sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi, kain tapis banyak diburu oleh turis asing. Para turis asing itu begitu getol mencari motif-motif tapis langka. Mereka begitu kagum dengan keindahan dan kerumitan pembuatan motif tapis. Untuk menemukan kain tapis kuno, para turis rela berburu hingga ke pelosok-pelosok kampung di Lampung.

Selain bernilai seni tinggi, kain tapis juga sangat awet dan tahan lama. Bahkan Ibu Ani Yudhoyono memiliki koleksi kain tapis yang berusia lebih dari 200 tahun. Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tepat, kain tapis dapat berumur panjang.

Lihat Sosbud Selengkapnya

Kain Tapis Dari Lampung Menggunakan Benang Yang Dicelupkan Kedalam Cairan

Sumber: https://memperoleh.com/kain-tapis-dari-lampung-menggunakan-benang-yang-dicelupkan-kedalam-cairan

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …