Jika Hendak Mengenal Orang Mulia Lihatlah Kepada Kelakuan Dia

Alumnice.co – Jika Hendak Mengenal Orang Mulia Lihatlah Kepada Kelakuan Dia

Salam Dotcom !!!

pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang Budaya Melayu, yaitu Gurindam 12 karangan Raja Ali Haji…untuk teman-teman yang ingin mengetahui arti dan makna dari isi Gurindam 12, semoga artikel ini bisa membantu, ok … lets cekidoootttt !!!!!!!

Mengenal Makna Atau Maksud Dari Gurindam 12 Gurindam secara sederhana memiliki arti sebagai sebuah puisi. Gurindam 12 adalah sekumpulan syair yang diciptakan oleh Raja Ali Haji di Pulau Penyengat. Adapun beliau adalah seorang sastrawan di Kepulauan Riau pada masanya dan diakui sebagai salah satu Pahlawan Nasional. Mengenai sebab-sebab Raja Ali Haji menciptakan gurindam adalah sebagai mas kawin yang diberikan kepada Engku Puteri Hamidah yang tinggal di Pulau Penyengat.

Mas kawin ini dipahatkan di batu marmer sebagai bukti rasa cintanya. Dalam kata-kata yang termaktub di gurindam tersebut sangat kental sekali nuansa keislaman, dikarenakan gurindam tersebut memang berisi wejangan maupun nasehat yang sangat berguna dan bersifat universal bagi masyarakat, khususnya masyarakat dimana Raja Ali Haji itu tinggal, yaitu masyarakat Melayu. Hal ini dimungkinkan karena dominannya unsur Islam dalam kehidupan bermasyarakat di kebudayaan Melayu sebagai dampak dari lancarnya proses Islamisasi di wilayah tersebut, khususnya kepulauan Riau. Dari bahasa yang di bentuk menjadi sebuah kata lalu menjadi kalimat yang mempunyai makna yang terkandung di dalamnya dan Ciri-Ciri yang Terkandung Dalam Gurindam 12, Sebagai Berikut :

  1. Rangkap Di dalam setiap pasal di Gurindam mempunyai dua baris dalam serangkap atau beberapa baris dalam serangkap. Setiap baris ke baris di dalam gurindam 12 membawa makna yang lengkap dan saling berkesinambungan antara baris pertama terhadap baris berikutnya. Baris pertama biasanya dikenali sebagai “syarat” dan baris kedua sebagai “jawab”. Baris pertama atau “syarat” menyatakan suatu pikiran atau peristiwa sedangkan baris kedua atau “jawab” menyatakan keterangan atau menjelaskan apa yang telah dinyatakan oleh baris atau ayat pertama tadi.

  2. Perkataan Jumlah perkataan sebaris tidak tetap.


  3. Suku Kata Jumlah suku kata tidak tetap.




  4. Rima Rima akhir tidak tetap.


  5. Maksud dari setiap pasal gurindam dalam bukunya berpendapat,
     yang berjudul puisi lama St. takdir Alisyahbana memberikan keterangan tentang gurindam sebagai berikut: Gurindam biasanya terjadi dari sebuah kalimat majemuk, yang di bagi menjadi 2 baris bersajak. · Dr. J.S Badudu, dalam bukunya sari kesustraan Indonesia menjelaskan bahwa gurindam sebenarnya merupakan sebuah kalimat yang terbagi 2 dengan akhir baris berirama sama. Gurindam termasuk ke dalam puisi lama yang banyak terdapat dalam masyarakat Melayu Indonesia. Gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji (1809-1872).

  6. Gurindam ini dinamakan Gurindam Dua Belas karena gurindam tersebut terdiri dari dua belas pasal. Hampir semua lariknya mempunyai rima yang sama dalam satu bait.



ARTI DAN MAKNA GURINDAM 12


Pasal Pertama (1)

Gurindam 12 Makna yang terkandung dalam Pasal Pertama
“ Memberi nasihat tentang agama (religius) ”

Barang siapa tiada memegang agama,


Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.


Maksudnya adalah setiap manusia harus memiliki agama karena agama sangat penting bagi kehidupan manusia, orang yang tidak mempunyai agama akan buta arah menjalankan hidupnya.




Barang siapa mengenal yang empat,

Maka ia itulah orang yang ma’rifat

Mengenal yang empat Maka yaitu orang yang ma’rifat Untuk mencapai kesempurnaan didalam menjalani hidup, manusia harus mengenal empat zat yang menjadikan manusia mula-mula. 4 tersebut adalah syari’at, tarikat, hakikat dan makrifat.

Baca :   Rangkuman Ips Bab 3 Kelas 8




Barang siapa mengenal Allah,

Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

Orang yang mengenal Allah SWT, harus melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tidak akan melanggar aturannya.






Barang siapa mengenal diri,

Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.

Barang siapa mengenal diri Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri Orang yang tidak beragama tidak akan memiliki identitas diri dan tidak akan dekat dengan Allah SWT.






Barang siapa mengenal dunia,

Tahulah ia barang yang teperdaya.


Kita dapat mengetahui kebesaran Allah lewat manusia, makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. Manusia yang berorientasi pada kebahagiaan atau hanya mencari kebahagiaan di dunia saja, sebenarnya ia akan tertipu dan menyadarinya bahwa di dunia itu hanya sesaat.

Barang siapa mengenal akhirat,

Tahulah ia dunia mudarat.


Di dunia ini kita hanya hidup sesaat, setelah kita wafat setiap manusia akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat nanti.


Pasal Kedua (2)

Gurindam 12 Makna Yang Terkandung dalam PasaL Kedua
“ menceritakan tentang orang – orang yang meninggalkan Sembahyang, Puasa, Zakat, dan Haji beserta akibatnya”

Barang siapa mengenal yang tersebut,


Tahulah ia makna takut.



Barang siapa mengenal yang tersebut Tahulah ia makna takut Semakin seorang dekat dan mengetahui tentang agamanya pasti manusia tersebut akan takut dan orang tersebut harus menjalani Perintah-perintah-Nya dan wajib kita laksanakan.


Barang siapa meninggalkan sembahyang,

Seperti rumah tiada bertiang.



Barang siapa meninggalkan sembahyang Seperti rumah tiada bertiang Orang yang tidak sembahyang bagaikan rumah yang tidak mempunyai tiang, shalat merupakan pegangan hidup.




Barang siapa meninggalkan puasa,

Tidaklah mendapat dua termasa.



Barang siapa meninggalkan puasa Tidaklah mendapat dua termasa Orang yang meninggalkan ibadah puasa akan kehilangan dunia dan akhirat, berarti Allah tidak akan menjaga orang itu.


Barang siapa meninggalkan zakat,

Tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan zakat Tiadalah hartanya beroleh berkat Harta dari orang yang tidak membayar zakat tidak diridhai oleh Allah. Itupun jika di dunia hidupnya senang apabila tidak memberikan sebagian harta nya maka, hidupnya tidak akan terasa senang dan tenang.


Barang siapa meninggalkan haji,

Tiadalah ia menyempurnakan janji.


Barang siapa meninggalkan haji Tiadalah ia menyempurnakan janji Orang yang tidak naik haji (apalagi jika ia mampu) tidak menyempurnakan janjinya sebagai orang Islam.


Pasal Ketiga (3)

Gurindam 12 Makna yang terkandung dalam Pasal Ketiga
“ tentang budi pekerti, yaitu menahan kata-kata yang tidak perlu dan makan seperlunya ”

Apabila terpelihara mata,


Sedikitlah cita-cita.



Apabila terpelihara mata Sedikitlah cita-cita Mata harus di pergunakan sebaik-baiknya jangan sampai kita meliahat apa yang dilarang oleh Allah SWT.




Apabila terpelihara kuping,

Khabar yang jahat tiadaiah damping.



Apabila terpelihara kuping maka khabar yang jahat tiadalah damping, Telinga harus dijauhkan dari segala macam bentuk gunjingan dan hasutan.


Apabila terpelihara lidah,

Niscaya dapat daripadanya paedah.


Apabila terpelihara lidah Niscaya dapat daripadanya faedah Orang yang menjaga omongannya akan mendapatkan manfaat.

Baca :   Ketuk 2 Kali Untuk Menghidupkan Layar Oppo


Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,

Daripada segala berat dan ringan.


Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan Daripada segala berat dan ringan Jangan mengambil barang yang bukan hak kita.


Apabila perut terlalu penuh,

Keluarlah fi’il yang tiada senonoh.


Apabila perut terlalu penuh Keluarlah fi’il yang tidak senonoh


Anggota tengah hendaklah ingat,

Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Nafsu harus dijaga supaya tidak melakukan perbuatan yang dilarang Anggota tengah.hendaklah ingat Di situlah banyak orang yang hilang semangat Hidup harus dijalani penuh semangat.


Hendaklah peliharakan kaki,

Daripada berjaian yang membawa rugi.



Hendaklah peliharakan kaki Daripada berjalan yang membawa rugi Jangan merugikan diri dengan melakukan hal-hal yang mubajir dan maksiat. Melangkahlah dijalan yang benar dan di ridhoi.







Pasal keempat (4)

Gurindam 12 Makna yang terkandung dalam Pasal Keempat“tentang tabiat yang mulia, yang muncul dari hati (nurani) dan akal pikiran (budi) ”

Hati itu kerajaan di daiam tubuh,


Jikalau zalim segala anggotapun rubuh.


Hati itu kerajaan di dalam tubuh Jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh  Jagalah hati dari perbuatan yang di larang oleh agama.






Apabila dengki sudah bertanah,

Datanglah daripadanya beberapa anak panah.


Apabila dengki sudah bertanah Datanglah daripadanya beberapa anak panah Hati yang dengki hanya akan merugikan diri sendiri.






Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,

Di situlah banyak orang yang tergelincir.


Mengumpat dam memuji hendaklah pikir Di situlah banyak orang yang tergelincir Berbicara harus dipikir supaya tidak celaka karenanya.






Pekerjaan marah jangan dibela,

Nanti hilang akal di kepala.


Pekerjaan marah jangan dibela Nanti hilang akal di kepala Amarah adalah perbuatan sia-sia, jaga lah amarah kita.






Jika sedikitpun berbuat bohong,

Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung.


Jika sedikitpun berbuat bohong Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung Orang yang pernah berbohong, sedikit apa pun dustanya, akan terus tampak di mata orang lain.






Tanda orang yang amat celaka,

Aib dirinya tiada ia sangka.


Tanda orang yang amat celaka Aib dirinya tiada ia sangka Orang yang paling celaka adalah orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri sampai harus dikatakan oleh orang lain.






Bakhil jangan diberi singgah,

Itulah perampok yang amat gagah.


Bakhil jangan diberi singgah Itulah perompak yang amat gagah Sifat pelit akan menguras hartanya sendiri, berarti dengan menjadi dermawan justru harta kita akan bertambah.






Barang siapa yang sudah besar,

Janganlah kelakuannya membuat kasar.


Barang siapa yang sudah besar Janganlah kelakuannya membuat kasar Jagalah setiap perbuatan kita







Barang siapa perkataan kotor,

Mulutnya itu umpama ketor.


Barang siapa perkataan kotor Mulutnya itu umpama ketor Kelakuan dan kata-kata hendaklah selalu halus dan bersih.






Di mana tahu salah diri,

Jika tidak orang lain yang berperi.


Di manakah salah diri Jika tidak orang lain yang berperi Jika kita berbuat kesalahan kita harus minta maaf Pekerjaan takbur jangan direpih Sebelum mati didapat juga sepih Jangan mengambil pekerjaan yang haram.


Pasal Kelima (5)

Gurindam 12 Makna yang Terkandung dalam Pasak Kelima “ tentang pentingnya pendidikan dan memperluas pergaulan dengan kaum terpelajar ”

Baca :   Air Impact Wrench Dapat Dibedakan Menjadi

Jika hendak mengenai orang berbangsa,


Lihat kepada budi dan bahasa,


Jika hendak mengenal orang berbangsa Lihat kepada budi dan bahasa Orang yang mulia dan berbangsa dapat kita lihat dari perilaku dan tutur katanya.






Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,

Sangat memeliharakan yang sia-sia.


Jika hendak mengenal orang yang berbahagia Sangat memeliharakan yang sia-sia Orang yang bahagia adalah orang yang berhemat dan tidak melakukan perbuatan yang sia-sia.






Jika hendak mengenal orang mulia,

Lihatlah kepada kelakuan dia.


Jika hendak mengenal orang mulia Lihatlah kepada kelakuan dia Untuk mengetahui apakah orang itu mulia maka lihatlah sikapnya.






Jika hendak mengenal orang yang berilmu,

Bertanya dan belajar tiadalah jemu.


Jika hendak mengenal orang yang berilmu Bertanya dan belajar tiadalah jemu Orang yang pandai tidak pernah jemu untuk belajar dan memetik pelajaran dari hidupnya di dunia.






Jika hendak mengenal orang yang berakal,

Di dalam dunia mengambil bekal.


Jika hendak mengenal orang yang berakal Di dalam dunia mengambil bekal Orang yang berakal adalah orang yang teleh mempersipkan bekal waktu hidp di dunia ini






Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,

Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai Jika ingin mengetahui sift baik dari seseorang maka lihatlah saat di bergaul dengan masyarakat.


Pasal Keenam (6)


Gurindam 12 Makna Yang Terkandung dalam Pasal Keenam“ tentang pergaulan, yang menyarankan untuk mencari sahabat yang baik, demikian pula guru sejati yang dapat mengajarkan mana yang baik dan buruk ”



Cahari olehmu akan sahabat,


Yang boleh dijadikan obat.


Cahari olehmu akan sahabat Yang boleh dijadikan obat sahabat yang setia dan dapat membantu kita Cahari olehmu akan guru Yang boleh tahukan tiap seteru.






Cahari olehmu akan guru,

Yang boleh tahukan tiap seteru.


Carilah guru yang serba tahu dan tidak menyembunyikan hal-hal buruk.






Cahari olehmu akan isteri,

Yang boleh dimenyerahkan diri.


Cahari olehmu akan isteri Yang boleh menyerahkan diri Istri yang patut diambil adalah istri yang berbakti.






Cahari olehmu akan kawan,

Pilih segala orang yang setiawan.


Cahari olehmu akan kawan Pilih segala orang yang setiawan.




Cahari olehmu akan ‘abdi,

Yang ada baik sedikit budi,


Carilah teman yang setia diasaat kita senang maupun susah Cahari olehmu akan abdi Yang ada baik sedikit budi Pengikut, pembantu, budak yang baik untuk diambil adalah abdi yang berbudi.






wahhh.. sampai disini aja kita sudah tahu bahwasannya isi dan makna dari Gurindam 12 itu mengandung nilai-nilai Agama Islam yang sangat mendalam dari syair-syair yang beliau buat.


Subhanallah, ya temen-temen….Sungguh puisi yang bagus telah dibuat Raja Ali Haji mengungkapkan rasa cintanya kepada Engku Putri Hamidah dengan berdakwah melalui nilai Budaya Melayu yang dikaloborasikan dengan nilai-nilai Islam.



ngak sabarkan menunggu ilmu-ilmu yang diberikan Raja Ali Haji melaui syair-syair beliau. silahkan klik link berikut untuk mengetahui pembahasan selanjutnyaArti dan Maksud Gurindam 12 Raja Ali Haji Bernilai Dan Nuansa Keislaman II

Jika Hendak Mengenal Orang Mulia Lihatlah Kepada Kelakuan Dia

Sumber: https://e-newsdotcom.blogspot.com/2015/11/arti-dan-maksud-gurindam-12-raja-ali.html

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …