Jelaskan Tata Cara Pemilihan Ketua Rw

Alumnice.co – Jelaskan Tata Cara Pemilihan Ketua Rw

EdiSutanto.com
– Pada suatu daerah atau wilayah sering dihadapkan pada acara yaitu pemilihan ketua RT dan ketua RW yang baru karena atas dasar berbagai hal, contohnya karena habisnya masa jabatan SK Ketua RT dan RW.

Untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut jika warga tidak menginginkan ketua RT lama yang bersangkutan untuk terus memimpin warganya maka untuk menggantikan dengan ketua RT RW yang baru makan diperlukan suatu keputusan yang bisa dilakukan dengan Musyawarah warga atau dengan cara Pemilihan suara terbanyak dari warga tersebut.

Dua cara untuk mencari ketua RT dan ketua RW diatas sah-sah saja jika warganya memang menyetujui dengan kesadaran hati dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Dibawah ini saya akan memberikan contoh
tata cara pemilihan ketua RT dan Ketua RW
yang baru berdasarkan pemungutan/pencoblosan suara warga yang sudah pernah dilakukan di wilayah saya tinggal.

Tata Cara dan Alur Pemilihan Ketua RT dan Ketua RW

Tata cara pemilihan ketua RW dan Ketua RT diatur dalam peraturan pemerintah daerah setempat. Setiap wilayah kota dan kabupaten memiliki undang-undang mengenai peraturan daerahnya dalam hal ini.

Seperti hal nya Kota Bekasi menerapkan tata cara pemilihan ketua RW dan RT dalam peraturan daerah Nomor 05 tahun 2015 di link PDF berikut ini https://jdih.bekasikota.go.id/jdih/web/uploads/LD%20Perda%20Nomor%2005%20Tahun%202015.pdf yang bisa kita pahami. Kemudian kota Bandung juga menerapkan peraturan daerahnya dalam Nomor 04 tahun 2010 di link berikut ini http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/files/ld/2010/KotaBandung-2010-4.pdf. Dan masih banyak peraturan daerah lainnya yang bisa kita sesuaikan.

Pada lingkup Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) atas acara pemilihan ketua RT dan ketua RW haruslah dilaksanakan secara sistematis dan demokrasi yang bersih serta dengan asas kekeluargaan.

Dengan asas kekeluargaan tersebut maka didalam hajat ini akan terjalin suasana yang damai dan penuh semangat untuk mencari pemimpin lingkungan yang baik dan amanah, tidak mementingkan atas dasar partai dan lainnya.

Untuk terjalinnya acara yang sukses dan sistematis maka sangat diperlukan perencanaan yang matang dan diorganisir oleh pihak terkait agar dalam acara nanti dapat berjalan dengan lancar dan sukses terbentuknya ketua RT dan ketua RW yang dinginkan.

Apa saja yang perlu diperisapkan didalam pemilihan ketua RT dan ketua RW yang baru:

Panitia Pemilihan

Pertama-tama yang harus di bentuk adalah Panitia Pemilihan Ketua RT dan RW dari pengurus atau warga, yang dimana bertugas dan bertanggung jawab untuk terlaksannya acara pemilihan ini.

Didalam Panitia Pemilihan terdapat struktur yang jelas meliputi: Ketua Panitia, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Seksi. Tentunya semua sudah diketahui oleh pihak terkait seperti ketua RW, Kadus (kepala dusun) dan juga Lurah atau pihak Desa.

Rapat Persiapan / Musyawarah

Persiapan yang matang adalah hal yang harus dilakukan untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar semua berjalan dengan baik dan lancar. Rapat musyawarah bisa dilakukan oleh Panitia dan atau Ketua RW juga Kadus untuk membuat perencanaan secara bersama.

Baca :   Pelestarian Kebudayaan Dapat Dilakukan Dengan 2 Cara Yaitu

Dari rapat ini bisa ditentukan tugas-tugas yang diamanahkan kepada panitia untuk mengerjakan berdasarkan tugas yang diberikan ketika keputusan rapat. Menentukan Lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara), Anggaran biaya dan Meteri apa yang harus disiapkan. Rapat ini bisa dilakukan hingga berkali-kali untuk mematangkan jalannya acara dan itu wajar.

Membuat Surat Pemberitahuan

Contoh Surat Pemberitahuan

Membuat Surat Pemberitahuan
ke warga secara tertulis resmi dari Panitia Pemilihan yang berisikan:

  • Pemberitahuan akan adanya pemilihan ketua RT atau ketua RW.
  • Pemberitahuan untuk warga yang ingin mencalonkan maju menjadi kandidat ketua RT atau RW.
  • Syarat yang harus dilengkapi dan dikumpulkan jika ingin mendaftar menjadi Calon.

Surat tersebut dibuat lengkap dengan tanggal dan hari kapan mulai dan berakhir untuk pendaftaran menjadi calon ketua RT RW.

Administrasi / Syarat Calon

Adapun Ketentuan dan
Syarat calon ketua RT dan RW
tentunya yang sudah menjadi kesepakatan ketika rapat Panitia Pemilihan. Contoh syaratnya:

  • Beragama Islam
  • Sehat Jasmani dan Rohani
  • KTP sudah warga setempat, Surat Suket / Resi diterima (1 lembar fotokopi).
  • Memiliki Minimal Ijazah SMA sederajat (1 lembar fotokopi).
  • Memiliki Misi dan Visi untuk kemajuan RT 02/11.
  • Mengisi Form Pendaftaran.
  • Pas Foto 4×6 (2 lembar).

Selain melengkapi syarat tersebut calon juga perlu mengisi
Form Pendaftaran calon ketua RT RW
dan juga
Surat Daftar Riwayat Hidup
untuk suatu data pelengkap dan nilai profesional dalam hal acara pemilihan ini.

Syarat tersebut kemudian dilengkapi dan dikumpulkan kepada Panitia sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati.

Membuat Data Pemegang Hak Suara

Pemegang hak suara tentunya warga setempat sesuai dengan alamat ke RT atau RW an tersebut. Panitia bisa mendata berdasarkan Kartu Keluarga (KK) warga yang ada untuk kevalidan suatu data suara.

Setelah terkumpul copy KK Sekretaris Panita bisa merekap atau membuat Form yang rapi sesuai data kemudian di print dan data ini bisa menjadi Acuan daftar hadir didalam Registrasi Pencoblosan nanti.

Membuat Surat Suara

Setelah diketahui jumlah hak suara dari data diatas barulah membuat Surat Suara sesuai dengan jumlah hak suara tersebut.

Contoh surat suara pemilihan ketua RT dan RW

Membuat Surat Undangan Pencoblosan

Contoh Surat Undangan Pemilihan Ketua RT RW
untuk menghadirkan warga atau pemegang hak suara pada TPS dengan waktu dan tempat yang tertera jelas diundangan.

Membuat Surat Undangan Tamu

Undangan tamu seperti Ketua RW, Kelapa Dusun (kadus) dan juga pihak desa atau Kepala Desa adalah perlu, karena tanpa kehadiran mereka sepertinya acara pemilihan ketua RT tidak berjalan dengan baik. Kenapa demikian, karena pengesahan terhadap pemilihan ini perlu diketahui dan di sahkan (TTD) oleh pihak terkait diatas.

Persiapan Lokasi TPS

Lokasi TPS sebaiknya dipersiapkan sebaik mungkin karena ini adalah menjadi tempat pengambilan suara di acara pemilihan ketua RT RW ini, jangan sampai lokasi yang kurang strategis dan peralatan pembantu yang kurang lengkap menjadi penghambat dalam jalannya acara.

Baca :   Gerakan Gerakan Dalam Senam Dasar Biasanya Berupa

Yang perlu dipersiapkan pada lokasi TPS:
Tenda (outdor), Kursi, Meja, Bilik Suara, Kotak Suara, Speaker, Mic dan perlengkapan pendukung lainnya seperti: Pulpen, kertas perhitungan suara, papan perhitungan suara, konsumsi dll.

Perlengkapan Hari “H” Pengambilan Suara / Jalannya Acara

Setelah lokasi TPS dan perlengkapannya sudah siap, Panitia fokus terhadap hari H pengambilan suara, yang perlu disiapkan adalah:

  • Menyiapkan Daftar Hadir atau Form Registrasi untuk tamu undangan pemegang hak suara.
  • Sebelum dimulai acara pencoblosan / pengambilan suara ajak para calon ketua RT atau RW agar ke TPS 1 jam lebih awal dari tamu undangan. Hal ini untuk menyiapkan segala persiapan yang ada seperti: Menyetujui dan mengetahui jumlah surat suara yang ada, membacakan kembali tata tertib sah nya pencoblosan, dan persiapan lainnya.
  • Dimulainya Pengambilan Suara hingga selesai.
  • Dilakukan Perhitungan Suara yang dilakukan oleh Panitia dan Saksi.
  • Setelah terhitung jumlah suara dan terlihat suara terbanyaklah yang akan terpilihnya menjadi ketua RT atau Ketua RW yang baru.
  • Contoh Surat Keputusan Terpilihnya Ketua RT atau Ketua RW baru
    yang dilampirkan juga
    Surat Bukti Hasil Perhitungan Suara.
  • Dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Ketua RT Lama / RW dengan Ketua RT / RW baru terpilih.
  • Sambutan dari Ketua RT atau RW Terpilih.
  • Sambutan dari Ketua RW jika ini adalah pemilihan Ketua RT.
  • Sambutan dari Kepala Dusun (Kadus) atau perwakilan desa.
  • Sambutan dari Ketua Panitia.
  • Penutup.

Selesai. Ini adalah contoh
Tata Cara Pemilihan Ketua RT dan Ketua RW
di lingkungan saya berada, jika dilingkungan Anda ada yang ingin meniru sebaiknya ikut alurnya dan perbaiki jika ada hal yang keliru.

Semoga bermanfaat.

Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di RW 02 Bintaran berlangsung layaknya pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden. Bahkan, masyarakat siap menagih apabila kepemimpinan ketua RT dan RW yang baru tidak amanah.

Berada tepat di antara dinding pembatas Kali Code dan dinding sebuah rumah, jalan menuju Balai RW 02 Bintaran, memang sempit bahkan membentuk koridor. Sebelum memasuki antrean pemilih, kita disambut ‘Superman’ di sebelah kiri jalan dan ‘Werkudara’ di sebelah kanan jalan. Berjalan sedikit lagi, ada para Punakawan yang ramah menyapa.

Antusiasme warga terlihat sejak sekitar pukul 09.00, tatkala puluhan warga antre di TPS. Adapun para petugas TPS, mulai dari panitia hingga dan saksipun sudah siap melayani warga yang datang untuk memilih ketua RT mereka.

Layaknya proses pencoblosan, warga yang membawa undangan datang kemudian mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu suara. Setelah itu mereka menuju bilik suara dan mencoblos tiga kandidat ketua RT yang ada. Kemudian, kartu suara tersebut dimasukan ke dalam kotak suara yang dijaga oleh petugas

Ketua Panitia Pemilihan RT dan RW 02 Bintaran, Nasiyar menerangkan, keberadaan poster besar Superman, Werkudara dan empat orang warga berdandan ala Punakawan tadi merupakan simbol kebersamaan. Di mana, Superman adalah pahlawan yang dibuat oleh warga di luar negeri, sementara Werkudara adalah tokoh pembela keadilan dari cerita tanah Jawa. Punakawan, menjadi simbol rakyat, warga atau masyarakat.

Baca :   Guna Mendekati Lawan Dalam Pencak Silat Menggunakan Teknik Gerak

Nasiyar menambahkan, pemilihan ketua RT dan RW secara pemilihan langsung merupakan pertama kalinya di lingkungan setempat. Namun bukanlah ajang persaingan, melainkan kebersamaan.

“Tapi jangan salah, kalau nanti ketua RT dan RW yang terpilih tidak amanah, Superman Werkudara, dan Punakawan siap memarahi mereka,” ujarnya seraya bergurau, Minggu (22/2).

Menurutnya, pemilihan ketua RT dan RW dengan aklamasi atau pemilihan langsung, tidak memiliki perbedaan signifikan. Asalkan masing-masing calon dan ketua yang terpilih dapat menjalankan tugas dengan amanah. Apabila pemimpin tersebut tidak amanah, maka rakyat yang akan menjadi korban, segala urusan menjadi rumit dan keberlangsungan hidup sosial menjadi kacau.

Sejumlah persiapan dibiayai menggunakan dana dari Bagian Tata Pemerintahan Pemkot Jogja sejumlah Rp330 ribu dan ditambah dana swadaya masyarakat.

335 Pemilih akan menentukan siapa di antara empat kandidat ketua RW dan tiga kandidat ketua RT.

“Ada kandidat yang mencalonkan diri menjadi ketua RT sekaligus ketua RW. Nanti kalau dia terpilih dua-duanya, akan diminta memilih, nah yang menduduki posisi di bawahnya akan naik,” jelas Nasiyar, yang saat bertugas menggunakan surjan berwarna merah dan bawahan kain batik. Kebetulan pula, tak hanya Nasiyar, petugas pemilihan yang lain, juga mengenakan pakaian senada, hanya dengan warna yang berbeda-beda

Salah satu warga, Dayu Heranindya mengungkapkan bahwa pemilihan ketua RT dan RW untuk periode 2015-2018, yang diikuti warga dari empat RT ini berlangsung lebih ramai dan meriah daripada pemilihan legislatif dan presiden.

Dari 80 Daftar Pemilih Tetap yang berasal dari RT 07 saja, sudah ada 95 persen yang hadir, hingga pukul 11.00 WIB. Sementara pada pileg dan pilpres, hanya 80 persen yang mengikutinya.

“Sangat demokratis, bahkan mulai sejak pendataan DPT, sudah dipersiapkan dengan baik. Dari proses pemilihan ini, apresiasi warga benar-benar tersalurkan,” tutur Dayu.

Sementara Satiyah mengaku senang sekaligus bingung.

“Calonnya suka semua. Yang buat susah milih, ada ketua RT yang lama, dia maju lagi mencalonkan diri,” ucapnya.

Lurah Wirogunan, Suprihastuti menyatakan dirinya menyambut baik pelaksanaan Pemilihan RT dan RW tersebut, apalagi mengadopsi sistem pemilihan langsung.

“Pemilihan secara langsung dan serentak ini memang dikehendaki oleh warga dan saya sangat terkejut dengan adanya pemilihan RT/RW sekaligus dilakukan bersamaan, ini satu ide yang sangat bagus,” katanya.

Ia berharap siapapaun yang terpilih nantinya sebagai Ketua RT dan RW harus didukung penuh oleh seluruh unsur masyarakat sekitar. “Sebab peran Ketua RT dan RW pada akhirnya sangat vital karena mereka merupakan ujung tombak pemerintahan” tandas Suprihastuti. (Han)

Jelaskan Tata Cara Pemilihan Ketua Rw

Sumber: https://apaartidari.com/jelaskan-secara-urut-tata-cara-pemilihan-ketua-rw

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …