Jelaskan Pemanfaatan Pemantulan Bunyi Di Pegunungan Dan Di Laut

Alumnice.co – Jelaskan Pemanfaatan Pemantulan Bunyi Di Pegunungan Dan Di Laut


Suatu benda berpermukaan keras dapat memantulkan bunyi. Dalam hukum pemantulan bunyi dinyatakan bahwa :

a. Bunyi datang, garis normal dan bunyi pantul terletak pada satu bidang dan ketiganya berpotongan pada satu titik.

b. Sudut pantul sama dengan sudut datang.


Manfaat Pemantulan Bunyi

a. Menentukan Cepat Rambat Bunyi Di Udara

Contoh soal berikut ini membuktikan bahwa pemantulan bunyi dapat menentukan cepat rambat bunyi di udara.

Contoh :

Seseorang (P) yang berdiri di antara dua batu karang pada jarak yang berbeda yang mana jaraknya dengan batu karang di belakangnya (A) lebih jauh daripada jaraknya dengan batu karang di depan (B). Ia berteriak dengan kuat ke arah batu karang di depannya (B). Ia mendengar dua bunyi pantul. Bunyi pertama terdengar setelah 1 sekon dan bunyi kedua terdengar setelah 1 ½ sekon. Cepat rambat bunyi di udara 340 m/s. Berapa jarak antara kedua batu karang tersebut ?.

Jawab :

Diketahui bahwa :

v = 340 m/s

AP = jarak pengamat dengan batu karang di belakangnya

BP = jarak pengamat dengan batu karang di depannya.

AP > BP

Jarak AP = S2

Jarak BP = S1

Selang waktu bunyi pertama yang menempuh P



B



P atau 2S1
adalah t1
= 1 sekon, maka berlaku :

2S1
= v . t1

2S1
= 340 . 1 = 340

S1
= 340/2 = 170 m

Selang waktu bunyi pertama yang menempuh P



A



P atau 2S2
adalah t2
= 1 ½ sekon, maka berlaku :

2S2
= v . t2

2S2
= 340 . 3/2

2S2
= 1020/2

S2
= 510/2 = 255 m

Jadi, jarak antara kedua batu karang adalah :

S1
+ S2
= 170 + 255 = 425 m

b. Melakukan Survey Geofisika

Suatu gempa bumi atau ledakan dahsyat membangkitkan gelombang-gelombang bunyi yang dapat menempuh perjalanan yang sangat jauh melalui bumi.

Baca :   Bagaimana Nilai Estetika Keanekaragaman Hayati Berikan Contohnya

Jika getaran-getaran ini dicatat oleh seismograf/seimometer (alat sensor getaran) di berbagai tempat dipermukaan bumi, seismogram (hasil rekaman/catatan dari seismograf) dapat digunakan untuk mendeteksi, menentukan lokasi dan mengklasifikasikan gangguan-gangguan atau dapat memberikan informasi tentang struktur bumi.

Pemantulan-pemantulan gelombang bunyi ketika melalui lapisan-lapisan batuan bumi dapat digunakan oleh para ahli geologi untuk mendeteksi lapisan-lapisan batuan yang mengandung endapan-endapan minyak.

c. Mendeteksi Cacat Dan Retak Pada Logam

Cacat dan retak pada logam dapat dideteksi dengan teknik pantulan ultrasonik. Ketika pulsa ultrasonik mengenai retak pada logam yang tidak dapat dilihat, pulsa ultrasonik dipantulkan kembali ke detektor. Berdasarkan pantulan inilah dapat dideteksi adanya retak pada logam di tempat tertentu.

d. Mengukur Ketebalan Pelat Logam

Teknik pantulan ultrasonik dapat digunakan untuk mengukur ketabalan sebuah pelat logam, tetapi kita hanya dapat mengukurnya dari satu sisi pelat logam. Dengan teknik pantulan ultrasonik ini kita dapat memeriksa ketebalan pelat, pipa dan pembungkus logam yang menjadi sasaran korosi (karat).

Macam-Macam Bunyi Pantul

a. Bunyi Pantul Yang Memperkuat Bunyi Asli

Suara akan terdengar lebih keras di ruang tertutup daripada di ruang terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa bunyi pantul dapat memperkuat bunyi asli jika jarak antara sumber bunyi dan bidang pemantul sangat dekat. Maka, selang waktu yang diperlukan oleh bunyi pantul untuk kembali berlangsung dengan singkat, sehingga waktunya akan terdengar seperti bersamaan.

Faktor yang memengaruhi kekuatan bunyi :

– Amplitudo sumber bunyi

– Jarak antara sumber bunyi dan pendengar

– Resonansi

– Adanya dinding pemantul (reflektor)

b. Gaung Atau Kerdam

Gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang sebagian bersamaan dengan bunyi aslinya, sehingga bunyi asli menjadi tidak jelas.

Baca :   Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum 2013 Revisi 2016

Contoh :

1. Jika kamu berdiri di tengah sebuah ruangan dan berteriak atau membunyikan alat musik, bunyinya akan dipantulkan oleh dinding, lantai dan langit-langit. Waktu pantul berlangsung cukup singkat, tetapi bunyi pantul sebagian tidak bersamaan waktunya dengan bunyi asli.

2. Saat seseorang meneriakan satu kata

Bunyi Asli : Mer – de – ka

Bunyi Pantul : – Mer – de – ka

Terdengar : Mer – ….. – …… – ka

Untuk menghindarkan terjadinya gaung, dinding-dinding dalam bioskop, studio radio atau televisi, studio rekaman dan gedung pertunjukkan dilapisi oleh zat kedap suara (peredam suara).

Zat kedap suara yang biasanya digunakan adalah kain wol, kapas, karton, kaca, karet dan besi.

Ruang besar yang tidak terdapat gaung disebut ruang yang memiliki akustik baik.

c. Gema

Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai diucapkan. Berdasarkan gema yang terjadi dapat diperkirakan berapa jarak dinding pemantul yang berada di depan.

Contoh :

Saat seseorang meneriakan kata Indonesia di depan lereng gunung. Kata Indonesia memiliki 4 suku kata yang mana setiap suku kata tercatat waktu ¼ sekon. Dengan kata lain, untuk mendapatkan gema, bunyi pantul harus datang paling cepat sesudah 1 suku kata diucapkan, yaitu ¼ sekon. Jika cepat rambat bunyi 340 m/s, jarak yang ditempuh oleh bunyi adalah

v . ∆t = 340 . ¼ = 85 m

Karena bunyi menempuh jarak pergi-pulang, maka jarak antara seseorang itu ke bidang pemantul, yaitu lereng gunung harus dibagi 2.

Jarak seseorang ke lereng gunung = 85/2 = 42,5 m

Jelaskan Pemanfaatan Pemantulan Bunyi Di Pegunungan Dan Di Laut

Sumber: https://ratukemalalaura.blogspot.com/2018/08/pemantulan-bunyi.html

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …