Adakah diantara kalian yang pernah melakukan donor darah? Sebelum melakukan itu, petugas medis biasanya memeriksa tekanan darah kita terlebih dahulu, bukan? Hal ini dilakukan sebagai salah satu syarat penting bagi seorang pendonor untuk memiliki tekanan darah yang normal. Pemeriksaan tekanan darah ini merupakan salah satu contoh aplikasi tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

Aplikasi tekanan ini sebenarnya bisa ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya pada makhluk hidup. Dimana, pada tubuh makhluk hidup terdapat tekanan seperti tekanan darah pada manusia, pengangkutan air pada tumbuhan atau tekanan osmosis, dan kapilaritas pada batang.

Tekanan Darah

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup. Darah juga merupakan fluida, oleh karena itu aliran darah manusia menghasilkan tekanan. Darah akan memberikan tekanan pada dinding pembuluh darah saat darah mengalir di pembuluh darah. Hal ini terjadi karena adanya dorongan saat jantung memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.

Tekanan darah dapat diukur menggunakan alat sphygmomanometer atau sering disebut tensimeter. Tekanan darah diukur di dalam pembuluh nadi besar pada tangan bagian atas, dimana nilai tekanan darah dinyatakan dalam dua angka seperti 110/80.

Angka pertama, yaitu 110 menunjukan tekanan saat bilik berkontraksi dengan darah dan terdorong keluar dari bilik jantung yang disebut juga tekanan sistolik. Angka kedua, yaitu 80 menunjukan tekanan saat bilik relaksasi dan darah masuk menuju bilik jantung yang disebut tekanan diastolik. Tekanan darah pada arteri inilah yang menimbulkan adanya denyut nadi.

Tekanan Osmosis

Aplikasi tekanan yang kedua adalah tekanan osmosis atau pengangkuran air pada tumbuhan. Proses ini diawali dari penyerapan air di tanah oleh rambut-rambut akar, setelah itu air masuk ke sel epidermis melalui proses osmosis. Dari sini, air menuju korteks, endodermis, sampai ke xilem yang ada di akar, sebelum akhirnya xilem akan mengedarkannya ke seluruh bagian tumbuhan.

Baca :   Binatang Amat Kecil Yang Menyebabkan Penyakit

download aplikasi kelas pintar

Proses osmosis ini dapat menyebabkan timbulnya tekanna pada membran sel dan dinding sel. Jika proses osmosis terjadi secara terus menerus hingga melebihi kemampuan membran sel untuk menahannya, maka sel akan pecah. Untuk mencegahnya, maka proses osmosis bisa dihentikan dengan memberikan tekanan yang disebut tekanan osmosis.

(Baca juga: Apa yang Dimaksud Tekanan Osmosis?)

Tekanan osmosis adalah tekanan yang diperlukan untuk mempertahankan kesetimbangan osmosis antara suatu larutan dengan pelarut murninya yang dipisahkan oleh membran semipermeabel. Besar tekanan osmosis dapat ditentukan dengan rumus :


π = M R T

 π = tekanan osmosis larutan (atm)

M = molaritas larutan (mol/L)

R = tetapan gas (0,082)

T = suhu mutlak (K)

Kapilaritas Batang

Aplikasi tekanan ketiga adalah daya kapilaritas batang. Ini merupakan gejala naik turunnya cairan pada pipa kapiler atau pipa kecil. Kapilaritas merupakan sifat dari pipa kapiler yang berbentuk seperti sedotan namun diameternya sangat kecil.

Jika salah satu ujung pipa kapiler dimasukan ke dalam bejana air, maka tinggi air pada pipa kapiler akan lebih tinggi dari tinggi air di bejana. Daya kapilaritas ini dipengaruhi oleh gaya kohesi dan gaya adhesi, dimana gaya kohesi merupakan gaya tarik menarik molekul-molekul dalam zat cair. Sedangkan gaya adhesi merupakan gaya tarik menarik molekul-molekul tak sejenis, dalam hal ini antara zat cair dengan dinding wadah.

Please follow and like us:

Baca :   Berikut Ini Penggolongan Bahan Makanan Dalam Dkbm Kecuali