Gaya Seni Rupa Yang Menghasilkan Bentuk Baru Disebut

Alumnice.co – Gaya Seni Rupa Yang Menghasilkan Bentuk Baru Disebut


A. Gaya Refresentatif

Kata refresentatif berasal dari kata “refresentasi” yang mengandung pengertian sesungguhnya nyata atau sesuai dengan keadaan perwujudan. Gaya seni rupa ini menggambarkan kenyataan yang nyata pada kehidupan masyarakat atau keadaan alam. Seperti romantisme, naturalisme, dan realisme.

  1. Romantisme, berasal dari kata “roman” yang berarti cerita, “isme” yang berarti aliran/gaya. Jadi romantisme adalah gaya/aliran seni rupa yang yang penggambarannya mengandung serita kehidupan manusia atau hewan. Perupa mancanegara yang mempelopori gaya ini adalah Raden Saleh.

    contoh lukisan romantisme karya Raden Saleh
  2. Naturalisme, istilah naturalisme berasal dari kata “nature” atau natural yang berarti alam, “isme” berarti aliran atau gaya. Jadi naturalisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan alam alam atau alami. Pelukis gaya ini pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai objeknya. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini adalah Basuki Abdullah.

    contoh lukisan naturalisme karya Basuki Abdullah
  3. Realisme, istilah realisme berasal dari kata “real” yang berarti nyata, dan “isme” berarti aliran/gaya. Realisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini adalah Wardoyo.

    contoh lukisan realisme


B. Gaya Deformatif

Istilah deformatif berasal dari kata “deformasi” yang berarti perubahan bentuk. Bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif antara lain :

  1. Surealisme, istilah surialisme berasal dari kata “sur” yang berarti melebih-lebihkan, kata “real” yang berarti nyata, dan “isme” berarti aliran/gaya. Jadi surealisme adalah seni rupa yang melebih-lebihkan kenyataan bahkan ada yang menyebutnya otomatisme sikis yang murni.

    contoh lukisan surealisme
  2. Impresionisme, berasal dari kata “impresion” yang berarti kesan sesaat, dan “isme” berarti aliran/gaya. Impresionisme adalah gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan objek tersebut dilukis. Perupa nusantara yang mengambil gaya ini adalah S.Sujoyono.

    contoh lukisan impresionisme karya S.Sujoyono
  3. Ekspresionisme, berasal dari kata “expresion” yang berarti ungkapan jiwa yang spontan, dan “isme” berarti aliran/gaya. Jadi ekspresionisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat melihat objek, perupa nusantara yang mengambil gaya ini adalah Afandi.

    contoh lukisan ekspresionisme karya Afandi
  4. Kubisme, berasal dari kata “kubus” yang berarti bidang atau bentuk persegi empat, dan “isme” berarti aliran/gaya. Kubisme adalah aliran/gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau bentuk dasarnya kubus. Perupa nusantara yang menggunakan gaya ini adalah Fajar Sidiq.

    contoh lukisan kubisme karya Pablo Picasso
Baca :   Rumus Menampilkan Data Dengan Kriteria Tertentu Pada Excel


C. Gaya Nonrepresentatif

Kata nonrepresentatif atau abstrak mengandung pengertian yang sukar dimengerti. Suatu gaya yang lebih sederhana bahkan bentuknya sama sekali meninggalkan bentuk alam. Perupa nusantara yang mengikuti gaya ini adalah Amri Yahya.

contoh lukisan nonrefresentatif Pancaroba oleh Amri Yahya

Gaya sering juga disebut corak atau aliran seni rupa. Gaya yang berkembang dan ada saat ini memiliki macam yang cukup banyak seiring dengan perkembangan seni. Pada zaman dahulu, ekspresi seni rupa manusia masih sangat sederhana. Namun di zaman modern sekarang, ekspresi tersebut sudah berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan zaman modern.

Secara garis besar, gaya seni rupa bisa dibagi menjadi 3 yaitu tradisional, modern, dan post modern. Untuk penjelasan lebih lengkapnya silahkan simak dibawah ini.

Gaya Seni Rupa Modern

Seiring dengan perkembangan zaman, bangsa-bangsa di muka bumi pun mengalami banyak perubahan dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan-perubahan tersebut juga berimbas pada dunia kesenian termasuk seni rupa.

Gaya seni rupa yang awalnya tradisional pun berubah menjadi modern. Kemajuan yang terjadi di benua Eropa juga berimbas pada bangsa-bangsa di Asia termasuk juga Nusantara. Kemajuan, perubahan, dan pembaruan inilah yang disebut dengan modern.

Dengan kata lain, yang dimaksud dengan gaya seni rupa modern adalah corak seni rupa yang sudah mengalami perubahan, kemajuan, dan pembaruan.

Secara umum, modernisasi gaya seni rupa bisa dibagi menjadi 3 yaitu gaya representatif, gaya deformatif, dan gaya non representatif.

Representatif

Kata representatif mengandung pengertian sesungguhnya, nyata, dan sesuai dengan keadaan. Perwujudan gaya seni rupa representatif menggambarkan keadaan yang nyata pada kehidupan masyarakat atau keadaan alam. Gaya seni rupa representatif sendiri bisa dibagi menjadi 3 yaitu romantis, naturalis, dan realis.

Romantisme

Istilah romantisme berasal dari dua kata yaitu roman yang berarti cerita dan isme yang berarti aliran atau gaya. Romantisme adalah aliran atau gaya seni rupa yang penggambarannya mengandung cerita manusia atau binatang.

Pelaku seni rupa mancanegara yang mempelopori penggunaan gaya seni rupa romantisme antara lain Fransisco Goya dari Spanyol dan Aturner dari Inggris. Pelaku seni rupa di Indonesia yang mempelopori penggunaan gaya ini adalah Raden Saleh.

Baca :   Apabila Urine Seseorang Mengandung Kadar Gula Orang Tersebut Kekurangan Hormon

Lukisan Fransisco Goya Berjudul El Quitasol via learnodo-newtonic.com

Naturalisme

Istilah naturalisme berasal dari dua kata yaitu nature yang berarti alam dan isme yang berarti aliran atau gaya. Naturalisme adalah gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan alam yang ada. Pelukis yang menggunakan gaya ini pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai objeknya.

Pelaku seni rupa mancanegara yang menggunakan gaya ini antara lain Rubens, Gainsborough, Claude, Turner, dan Constable. Perupa Indonesia yang menggunakan gaya ini antara lain Wakidi, Abdullah Suryosubroto, Mas Pringadi, dan Basuki Abdullah.

Lukisan Gainsborough Berjudul Tuan Dan Nyonya Andre via ranker.com

Realisme

Istilah realisme berasal dari dua kata yaitu reak yang berarti nyata dan isme yang berarti aliran atau gaya. realisme adalah gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan yang ada, Perupa nusantara yang menggunakan gaya ini antara lain Trubus, Tarmizi, dan Dullah.

Deformatif

istilah deformatif berasal dari kata deformasi yang berarti perubahan bentuk. Bentuk alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, namun masih menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa deformatif dibagi menjadi 3 yaitu surealis, impressionis, ekspresionis, dan kubistis.

Surrealisme

Istilah surealisme berasal dari tiga kata yaitu sur yang berarti melebih-lebihkan, real yang berarti nyata, dan isme yang berarti gaya atau aliran. Dengan kata lain, surrealisme adalah aliran atau gaya seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan, sampai ada yang menyebutnya otomatisme psikis yang murni atau alam mimpi.

Perupa mancanegara yang menggunakan gaya ini adalah Salvador Dali.

Lukisan Karya Salvador Dali via artsy.net

Impressionisme

Impressionisme berasal dari dua kata yaitu impression yang berarti kesan dan isme yang berarti gaya atau aliran. Dengan kata lain, impressionisme adalah gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis.

Gaya seni rupa impressionisme dipelopori penggunaannya oleh George Seurat, Paul Cezanne, Claude Monet, dan Paul Gauguin. Perupa Indonesia yang menggunakan gaya ini adalah S. Sudjojono.

Lukisan Karya George Seurat via metmuseum.org

Ekspresionisme

Ekspresionisme berasal dari dua kata yaitu expression yang berarti ungkapan jiwa yang spontan dan isme yang berarti gaya atau aliran. Ekspresionisme adalah gaya seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat sedang melihat objek.

Penggunaan gaya seni rupa ekspresionisme dipelopori oleh seorang pelukis asal negeri Belanda bernama Vincent Van Gogh. perupa nusantara yang menggunakan gaya ini adalah Affandi.

Baca :   Apa Saja Syarat Tempat Yang Baik Untuk Pelaksanaan Pergelaran

Lukisan Karya Vincent Van Gogh Berjudul Starry Night via 1st-art-gallery.com

Kubisme

Kubisme berasal dari dua kata yaitu kubus yang berarti bidang atau bentuk segi empat dan isme yang berarti aliran atau gaya. Kubisme adalah gaya seni rupa yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk dasarnya adalah kubus.

Gaya seni rupa kubisme dipelopori penggunaannya oleh seorang pelukis Italia bernama Pablo Picasso. Perupa nusantara yang mengikuti jejak Picasso antara lain Mochtar Apin, Srihadi, But Mochtar, dan Fajar Sidik.

Lukisan Karya Pablo Picasso via artsy.net

Gaya Nonrepresentatif atau Abstrak

Nonrepresentatif atau abstrak mengandung pengertian berupa bentuk yang sulit dikenali. Gaya yang lebih sederhana dan sama sekali meninggalkan bentuk alam. Karya seni rupa absrak berupa garis, bentuk, dan warna yang terbebas dari bentuk alam.

Gaya Seni Rupa Tradisional

Masyarakat yang kebudayaannya masih bersifat tradisional memiliki gaya seni rupa yang terbilang sederhana dan tidak mengalami perubahan dari masa ke masa. Gaya tradisional bisa dibagi menjadi 2 yaitu primitif dan klasik.

Gaya Primitif

Gaya Primitif adalah gaya yang memiliki ciri-ciri sederhana baik dalam segi bentuk maupun warnanya. Untuk contoh misalnya saja karya seni rupa suku asmat di papua, seni suku aborigin di australia, gaya mesir kuno, dll.

Gaya Klasik

Pada gaya klasik, seni rupa sudah berkembang dari yang sederhana menjadi lebih kompleks, rumit, dan ornamental. Untuk contohnya adalah seni rupa di nusantara pada masa perkembangan Hindu-Buddha seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Relief Candi Borobudur via youtube.com

Gaya Postmodern

Postmodern atau disingkat Posmo adalah gaya seni rupa sesudah modern. Seiring dengan berkembangnya budaya, seni rupa juga akan mengalami perkembangan gaya.

Jika seni rupa tradisional memiliki ciri ornamental, seni rupa modern memiliki ciri penyederhanaan bentuk, maka gaya seni rupa postmodern memiliki ciri perpaduan antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornamental.

gaya postmodern cenderung lebih bebas dan tidak memiliki aturan tertentu. Eksplorasi unsur seni rupa banyak dilakukan untuk gaya ini. Kritik sosial dan kemasyarakatan merupakan tema yang banyak digunakan pada karya-karya seni rupa bergaya posmodern.

Aliran Dan Gaya Seni Rupa

Gaya Seni Rupa Yang Menghasilkan Bentuk Baru Disebut

Sumber: https://hasilcopa.com/salah-satu-aliran-atau-gaya-seni-lukis-deformatif-adalah

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …