Cara Mengatasi Virus Kuning Pada Tanaman Cabe

Cara Mengatasi Virus Kuning Pada Tanaman Cabe.

Mata air Gambar : Poto di IP2TP masgar

MENGATASI KENAPA Daun CABE Berkerut DAN KUNING

          Privat budidaya pokok kayu akan selalu dihadapkan dengan masalah wereng dan kebobrokan yang menyebabkan petambak gagal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Pada budidaya tumbuhan cabe keburukan keriting dan kuning pada daun cabai ialah kelainan besar yang menyebabkan nutrisi tidak bisa diproses secara ideal, tumbuhan lain bertaruk lebat, daun yakni tempat tanaman memantek makanan. Jikalau patera pokok kayu bermasalah, maka tanaman tersebut akan berat memproses makanannya sendiri, selanjutnya produktivitas tanaman melandai keadaan ini bisa merugikan peladang bahkan boleh mengakibatkan petani gagal panen,

          Selain disebabkan oleh batu OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) nyata hama, daun sahang keriting adalah Thrips, Tungau dan Aphids. Ketiga hama nan sering menyerang pohon lada  tergolong jenis wereng tuma, hama-wereng ini dapat menyerang sepanjang musim, dimanapun pokok kayu berada dan menyerang semua varietas tanaman cabai. Cak semau juga nan disebabkan maka itu infeksi virus mosaik nan terseret oleh benih cabe yang berpokok dari tumbuhan cabe nan terkontaminasi mosaik

          Ofensif semenjak ketiga jenis kutu—kutuan tersebut setinggi-sama menyebabkan berombak dan mengerut pada daun cabai. Akan doang jika kita cermati secara seksama akibat serangan ketiga  hama lewat berlainan.

  1.  THRIPS (Thrips Tabacci).

Logo-tanda;

  • Adalah hama kutu nan mengisap pucuk daun bermatra fisik terlampau kecil ( Panjang 1-1,2 mm),
  • Berwarna hitam dengan calit merah,
  • Trip dewasa memiliki sayap dan surai pada tubuhnya,
  • nimfa (hewan muda tidak memiliki sayap dan berwarna kekuningan,
  • Hama thrips makmur puas latar daun bagian atas,
  • Pada musim hujan abu hama trips berlindung di bagian radiks daun.
  • Hama Thrip memiliki mobilitas (rayapan) nan lampau tahapan, mampu meloncat ke tanaman lain,
  • Hama thrips dapat dilihat dengan kasat mata pada bunga-rente tanaman cabai dan di atas permukaan patera embalau,
  • Thrips kecam dengan cara menghisap cairan pada daun tanaman cili.
Baca :   Berikut Sumber Daya Produksi Kerajinan Berbahan Lunak Kecuali

Gejala Serangan Thrips;

  • Trips menyerang daun cabai nan masih cukup umur atau pucuk daun,
  • Daun sahang menjadi keriting, mengkerut dan melengkung ke atas,
  • Daun cabai yang terserang thrips bercat keperakan, dan mudah rontok,
  • Sekali lagi merontokkan bunga dan akhirnya bisa penurunan produktifitas,
  • mudah diketahui ialah keluih garis atau bercak zakiah mengkilap pada daun, lama kelamaan berubah menjadi kecoklatan dengan bintik hitam.

Pengendalian hama Thrips;

  1. Sanitasi persil ataupun pencucian gulma pengganggu,
  2. Gunakan mulsa plastik hitam fidah,
  3. Atur jarak tanam sehingga enggak plus berapatan,
  4. Tidak menanam lepasan tanaman cabai, tomat, kucai merah, jeruk, dan tanaman lain yang disukai thrips,
  5. Jauh mulai sejak lokasi tanaman cili lainnya, atau buat tanaman pembatas seperti jagung, pohon refugia atau tanaman lainnya sebagai tanaman kelasak berpindahnya hama,
  6. Aplikasi akarisida nan berbahan aktif Abamectin misalnya Demolish, agrimax, bamex, calebtin, alias alfamex,
  7. Pemulihan tanaman yang telah sembuh berpunca terjangan hama thrips nan bisa dilakukan dengan pemupukan dan pemancaran zat perangsang bertaruk seperti GA3, Atonik, atau jamur daun.

  1. TUNGAU (Mites
    )

Tanda-tanda;

  • Tungau berdimensi badan sangat mungil dan memiliki delapan tungkai,
  • Tungau berwarna kuning dan warna merah (sering tungau warna asfar) berada di bawah parasan daun,
  • Tungau dapat meluas dengan cepat puas musim kemarau (guru 280C) wereng tungau lebih cepat berkembang biak,
  • Seekor kutu lebah ratulebah solo berkembang biak sebatas satu juta ekor tungau selama suatu bulan,
  • Telur tungau dapat menetas dalam perian 3 hari kemudian menjadi dewasa selepas berumur 5 tahun,
  • Boleh tarik urat hidup 2-4 ahad,
  • Menghisap jaringan mesofil sehingga menghambat fotosintesis sreg cabe.


Gejala Ofensif Tungau;

  • Gejala serangan tuma yang spesifik perempuan muda patah mayang dan memeting/memuntal ke bawah, menebal berbentuk sebagaimana sendok terbalik,
  • Serangan selalu dimulai bermula pucuk daun/semi muda,
  • Patera yang terserang mengalami perubahan kerangka dan pertumbuhan recup terhenti,
  • Ditandai dengan munculnya tutul asfar di permukaan daun,
  • Bintik tersebut lama kelamaan melebar silam berubah menjadi kecoklatan dan akhirnya menghitam,
  • Bagian bawah daun bercelup seperti tembaga dan terdapat benang-lawe kalis kecil-kecil,
  • Patera cabai nan terserang berwarna kecoklatan ikal, mengecil dan pada serangan parah daun cili berlepasan hingga tidak tersisa,
  • Selain mencerca daun kering dan luruh kembali menghakimi batang muda dan pucuk pokok kayu dan bisa mengakibatkan rente cabai menguning dan alopesia sampai tanaman sahang bukan mampu berhasil setimbang sekali.
Baca :   Cara Komunikasi Bisnis Yang Baik

Cara mengendalikan serangan Tungau;

  1. Menjaga kebersihan petak dan lingkungan,
  2. Gunakan mulsa plastik hitam fidah,
  3. Tanaman cabai mudahmudahan tidak berdekatan dengan tanaman semangka, kacang panjang dan melon,
  4. Hindari penanaman medan tumbuhan sahang,
  5. Pengamatan rutin untuk memantau jalan tanaman dan serangan hama tungau,
  6. Penyemprotan insektisida nabati dengan eksrtak tembakau , umbi lapis putih nan dicampur adv minim deterjen dilakukan penyemprotan pagi atau sore musim 2 hari sekali,
  7. Jika racun serangga nabati (brotowali, kunyit) alias insektisida ilmu pisah tidak mampu lagi gunakan akarisida yang mengandung bahan Abamectin (demolish 18 EC), diapentiuron, piridaben (samite) semprotkan lega tanaman yang terserang hama dengan waktu penyemburan nan efektif dilakukan pada sore periode.
  1. APHIDS

Tera-label;

  • Aphid alias petani sebut lagi tungau daun berbeda dengan thrips dan tungau,
  • Aphid berukuran makin besar tidak mudah meloncat atau berpindah,
  • Hama aphid berwarna hijau kehitaman ada yang bersayap dan lain bersayap,
  • Tidak hanya mencaci daun juga menyerang batang tumbuhan merica dengan pendirian mengisap larutan tanaman,
  • Sifatnya berkoloni (bergerombol), bersembunyi di bawah permukaan daun, riol daun dan sreg batang tanaman lombok.

Gejala Serangan;

  • Serangan kutu ini lewat mudah dikenal yaitu jika tampak banyak semut bergerombol lega batang pokok kayu cabai,
  • Daun dan batang pohon cabai mengerut dan berkeluk-keluk akan tersuntuk pertumbuhannya,
  • Tuma daun ini mengeluarkan embun madu (honeydew ) yang sangat disukai semut serta menyebabkan pertumbuhan jamur uap air jelaga dan menghambat proses fotosisntesis,
  • Daun nan terserang berwarna hitam, pertumbuhan terhambat, keriting dan pertumbuhan tidak stereotip,
  • Daun seringkali menjadi layu, menguning, dan risikonya copot,
  • Selain itu tungau patera sekali lagi memperlainkan paduan toksin melangkahi air liurnya sehingga tanaman cabe menjadi kerdil, dan terbimbing puruh plong helaian daun,
  • Tuma daun juga merupakan salah satu vektor (pengiring kebobrokan) yang menyebabkan tanaman cabe kejangkitan virus mozaik,
  • Kutu patera yang menghisap tanaman yang sudah lalu terkena virus mozaik pecah suatu wadah atau tanaman lainnya dapat ki memengaruhi ke tanaman cabe yang masih sehat, melangkahi sesapan alias alat hisap ucapan.
Baca :   Kta Mandiri 2022 Payroll

Pendirian pengendalian;

  1. Menjaga kebersihan lahan dari gulma,
  2. Gunakan mulsa plastik hitam perak, hindari penanaman dilahan mantan alias dempet tanaman kacang panjang,
  3. Memasang haring perekat berwarna kuning,
  4. Gunakan pestisida nabati,
  5. Tuntutan racun serangga seseperti sevin, Dharmabas, regent, slogan maupun marshal.

          Cara minimum tepat lakukan meminimalisir serangan tungau tersebut adalah bagi pengamatan pada pucuk tumbuhan setiap 7 (tujuh) hari sekali jika ada pertanda pada pucuk pohon cili kelihatan berkerut segera dilakukan pengendalian, dan sebaiknya mengebumikan cabe pada lahan yang steril.

Pereka cipta : Dede Rohayana

Sumber   : Agritani Indonesia

Cara Mengatasi Virus Kuning Pada Tanaman Cabe

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/94133/-mengatasi-kenapa-daun-cabe-keriting-dan-kuning/

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …