Cara Membuat Alat Tanam Jagung Tunggal

Cara Membuat Alat Tanam Jagung Tunggal.

Ibarat lanjutan berpokok kata sandang kami sebelumnya akan halnya budidaya jagung hibrida kami akan membincangkan tentang teknik pemeliharaan jagung hibrida. Milu hibrida sangat berlainan dengan milu lain terutama komposite, dimana salah satu kelebihan milu hibrida adalah sangat responsif terhadap pemupukan, olehnya sangat dibutuhkan pemupukan nan tepat dan berimbang, kurangnya asupan hara/nutrisi boleh menyebakan penurunan hasil yang sangat jauh dari harapan.

Adapun bagian-babak pemeliharan tanaman diantaranya

  1. Penyulaman
  2. Penjarangan
  3. Perabukan Susulan I dan II
  4. Penyiangan
  5. Pembumbunan / gulud
  6. Pengairan
  7. Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT)

Kita akan menguraikan satu persatu teknik pemeliharaan milu hibrida kerjakan mendapatkan hasil atau produksi yang maksimal


Penyulaman

Maksud dari penyulaman kiranya populasi tanaman per satuan luas tetap terjaga.

  • Dilakukan pada saat umur tanaman 7 – 10 musim setelah tanam.
  • Menanam sekali lagi bibit jagung yang sudah disiapkan pada gaung tanam nan tanamannya menunjukkan pertumbuhan tekor baik/nyenyat.
  • Penyulaman harus menunggangi benih/varietas yang sama agar tanaman seragam

Penjarangan

Penjarangan dilakukan sekiranya dianggap perlu,  dikerjakan pron bila nasib pokok kayu  14 – 21 hari setelah tanam. Penjarangan dengan cara membedol tanaman nan bentuknya kecil-kecil (tidak formal), alias dalam satu lubang bertunas milu lebih berasal 2 tanaman, karena populasi dalam satu korok yang padat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Disisakan pohon sesuai dengan jarak tanam (1 atau 2 tumbuhan per lubang).

Pemupukan

Pemupukan sangat penting kerjakan kronologi dan pertumbuhan tanaman. Pemupukan berarti menerimakan unsur hara maupun gizi komplemen nan terbatas atau enggak terdapat kerumahtanggaan tanah guna memaksimalkan pertumbuhan, urut-urutan dan hasil panen tumbuhan milu hibrida.

Baca :   Cara Mengatasi Virus Kuning Pada Tanaman Cabe

Komposisi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Rekomendasi fertilisasi untuk tanaman jagu selayaknya berbeda-beda terjemur keadaan lahan wilayah tersebut, berikut kami cantumkan pedoman perabukan yang tepat bagi mendapatkan produksi yang tinggi :

Rekomendasi pemupukan dengan baja tunggal dan majemuk

Perabukan Susulan I dan II

  • Pemupukan dilakukan pada momen penyiangan gulma dan pendangiran. untuk pemupukan susulan pertama dilakukan kapan pokok kayu jagung berumur 20 – 25 HST dan susulan kedua pada momen tanaman berumur 40 – 45 HST
  • Pupuk diletakkan plong lubang nan dibuat dengan tugal dengan jarak ± 10 cm kerjakan pupuk susulan I dan ± 15 untuk serabut susulan II dari tanaman.
  • Serat dimasukkan dalam gorong-gorong kemudian ditutup dengan petak bersamaan pendangiran.
  • fertilisasi dengan mandu tugal seperti ini bisa dilakukan makin dari 1 makhluk agar prosesnya bisa cepat.
  • kami tidak merekomendasikan pemupukan dengan cara tabur karena karunia jamur dengan pendirian di tabur membentuk pupuk akan cepat menguap selain itu butiran jamur yang jatuh di pelepah patera akan menyebakan daun menjadi rusak.

Pengairan Jagung Hibrida

Jagung hibrida juga membutuhkan air, jikalau kondisi kering diperlukan tali air mudahmudahan pertumbuhan jagung bisa optimal. Irigasi dilakukan sesuai dengan kondisi persil dan curah hujan, Waktu irigasi lazimnya dilakukan minus lebih 15 hari sekali dengan prinsip mengalirkan pada larikan dan secepatnya dibuang dan dipastikan tidak terserah yang menggenang.

Skema cara pengaruh air yang baik, sepatutnya tumbuhan tidak terbenam yaitu dengan pembuatan saluran drainase diantara tanaman jagung hibrida.

Penyiangan

Penyiangan bertujuan agar pertumbuhan tumbuhan jagung kian optimal karena tidak berlomba dengan gulma dalam mendapatkan unsur hara, air alias sinar matahari.

  • Dilakukan pada detik umur tanaman 10 – 21  perian sesudah tanam
  • Dengan menyungkur balik dan membersihkan gulma disekitar tumbuhan jagung
  • Dengan menggunakan herbisida sistemik bakal tumbuhan jagung pada momen tanaman berusia 10 – 14 periode, jika tanaman telah berumur 20 – 30 hari sebaiknya menggunakan herbisida aliansi – GRAMOXONE  bagi mengurangi biaya tenaga kerja.
Baca :   Penjual Tali Prusik Di Makassar

Pembumbunan Jagung Hibrida

Pembumbunan berujud buat mematikan rumput-rumputan, memperbaiki pori-pori kapling dan erotis tumbuhnya akar-akar bau kencur (akar susu tunjang) mudah-mudahan tanaman bertambah kokoh. Pembumbunan dapat dilakukan dengan cara menggunakan cangkul dan mengonggokkan tanah di sekitar perakaran dan dilakukan kapan pokok kayu berusia 40 HST.


Wereng dan Penyakit Jagung Hibrida

Tumbuhan jagung pula tidak luput dari gangguan wereng dan ki aib, keberadaan hama dan penyakit dapat menempatkan produksi sampai-sampai sampai 100 % atau fuso. olehnya perlu pengenalan makin mendalam adapun hama dan penyakiy puas tanaman jagung.

Berikut hama dan keburukan yang resmi mengkritik tumbuhan jagung :


Hama

  • Lalat Bibit
  • Larva Tanah
  • Uret
  • Ulat grayak
  • Penggerek Tongkol
  • Penggerek Jenazah
  • Kut patera
  • Wereng Milu


Ki kesulitan

  • Rebah Kecambah
  • Bulai
  • Karat Daun
  • Hawar Daun
  • Tembelang Petiolus
  • Busuk Fusarium
  • Tembelang Tongkol diplodia

Demikian kata sandang kami adapun teknik konservasi jagung hibrida, jangan lupa untuk subscribe blog kami kerjakan mendapatk embaran akan halnya berbagai hal mengeni tanaman pangan. Silahkan share artikel ini jika dirasakan berharga.

Originally posted 2021-10-24 03:38:29.

Cara Membuat Alat Tanam Jagung Tunggal

Source: https://www.pejuangpangan.com/teknik-pemeliharaan-jagung-hibrida/

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …