Berikut Bagian Dari Rotan Yang Digunakan Untuk Kerajinan Adalah

Alumnice.co – Berikut Bagian Dari Rotan Yang Digunakan Untuk Kerajinan Adalah

Koropak.co.id
– Hutan hujan tropis Kalimantan menyimpan beraneka macam flora yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Dayak. Meskipun begitu, pemanfaatan sumber daya hutan tersebut sendiri diiringi dengan kesadaran mereka untuk tetap menjaga dan melestarikan kekayaan hutannya.

Contohnya seperti Pohon Nyatu. Diketahui, pohon ini sendiri telah lama menjadi bahan baku pembuatan kerajinan tangan bernilai ekonomis yang dikenal dengan sebutan kerajinan getah nyatu.

Dilansir dari berbagai sumber, kerajinan getah nyatu merupakan sebuah kerajinan dengan memanfaatkan getah pohon nyatu sebagai bahan utamanya. Tercatat, kerajinan jenis ini banyak sekali dijumpai di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Ternyata, pemilihan pohon nyatu sebagai bahan utama pembuatan kerajinan bukan tanpa sebab. Salah seorang Suku Dayak di Kapuas menjelaskan bahwa selain dikarenakan pohon tersebut banyak dijumpai, pohon nyatu juga memiliki kemampuan berkembang biak dalam waktu yang sangat singkat.

Hanya dalam 6 bulan, pohon nyatu itu sudah mempunyai tinggi sekitar 8 meter. Dengan ketinggian itulah, pohon nyatu pun sudah dianggap layak untuk dipangkas dan diambil getahnya. Akan tetapi, bukan berarti juga semua pohon nyatu yang sudah berusia 6 bulan itu bisa langsung dipangkas.

Sebab, panen pohon nyatu dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh tetua adat. Hal ini dilakukan tidak lain adalah demi menjaga tradisi agar selalu menjaga kelestarian lingkungan.

Hingga menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomis, getah nyatu tersebut harus diolah melalui beberapa tahap yang cukup rumit. Mulai dari batang pohon yang sudah dipanen harus dipisahkan dari kulitnya.

Kemudian batang itu pun direbus. Untuk mendapatkan getah yang baik, maka proses perebusan batang pohon nyatu harus dilakukan sebanyak tiga kali. Perebusan pertama biasanya dilakukan dengan mencampurkan sedikit minyak tanah.

Baca :
Mengenal Kerajinan Rotan Khas Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

Hal ini dilakukan untuk memisahkan batang pohon dengan getahnya. Selanjutnya untuk perebusan kedua, cukup menggunakan air dengan tujuan untuk memisahkan getah nyatu dengan minyak tanah.

Setelah getah pohon nyatu terkumpul, maka dilakukan perebusan terakhir untuk menambahkan warna pada getah tersebut. Proses pewarnaan getah nyatu ini pun menggunakan bahan-bahan yang alami, seperti berbagai daun yang memiliki kekhasan warna tertentu.

Setelah diberi warna, getah akan masuk ke proses selanjutnya yakni pembentukan. Proses pembentukan ini dilakukan ketika getah nyatu masih dalam keadaan panas. Sebab, jika dilakukan pada getah dengan suhu normal, dia akan menjadi kering dan tidak bisa dibentuk sesuai keinginan.

Diketahui, kerajinan getah nyatu sendiri didominasi oleh bentuk perahu naga atau perahu burung tingang. Perahu burung tingang merupakan perahu yang menggambarkan suasana perang.

Selain itu, ada juga perahu yang digunakan dalam upacara adat tiwah yaitu upacara mengantarkan tulang orang yang sudah meninggal. Selain perahu, getah nyatu juga dibentuk menjadi sebuah replika prajurit Dayak yang lengkap dengan cawat, mandau, dan talawang.

Sementara itu, yang membuat kerajinan getah nyatu ini menarik tidak hanya terletak pada warna-warna yang terang. Namun, kerajinan getah nyatu juga memiliki tingkat kedetailan yang tinggi serta berbentuk unik, sehingga sangat cocok sekali untuk dijadikan pajangan atau pelengkap dekorasi ruangan.

Untuk harga dari kerajinan getah nyatu juga relatif terjangkau, yakni mulai dari kisaran harga antara puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Harga tersebut tentunya tergantung pada bentuk dan ukurannya.

Baca :   Harga Periksa Mata Di Jec

Seiring berjalannya waktu, kerajinan getah nyatu pun menjadi salah satu kekayaan kebudayaan nusantara yang beragam dan lahir dari kearifan lokal budaya setempat untuk tetap melestarikan dan hidup harmonis dengan alam.*

Lihat juga :
Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

Foto: Pesona.travel/ Prawin

Masyarakat dayak memiliki banyak kearifan lokal dalam mengeksplorasi kekayaan alamnya. Salah satunya adalah kerajinan getah nyatu yang unik.

JAKARTA – KABARE.ID: Hutan tropis di Kalimantan menyimpan beragam pepohonan. Salah satu pohon yang ada di sana adalah pohon nyatu. Dari pohon ini, lahirlah beragam kerajinan tangan yang dikembangkan oleh masyarakat Dayak, terutama di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Salah satu kerajinan yang terkenal adalah getah nyatu dan pernah populer pada 1980-an. Saat liburan ke Kapuas, rasanya tidak lengkap jika tidak berbelanja dan mencari oleh-oleh kerajinan dari getah nyatu.

Pohon nyatu dipakai sebagai bahan utama pembuatan kerajinan getah nyatu. Pohon ini banyak dijumpai dan memiliki kemampuan berkembang biak dalam waktu yang sangat singkat. Dalam enam bulan, pohon nyatu sudah mencapai tinggi sekitar delapan meter, dan dianggap layak untuk dipangkas dan diambil getahnya.

Pemangkasan pohon nyatu tidak bisa dilakukan sembarangan. Panen pohon nyatu harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh tetua adat. Ini dilakukan demi menjaga tradisi sekaligus kelestarian lingkungan. Namun, belakangan banyak lahan pohon nyatu yang berubah menjadi kebun sawit.

Baca juga: Rumah Tradisional Aceh Selalu Menghadap Kiblat

Untuk menghasilkan kerajinan yang memiliki nilai ekonomis, getah nyatu harus diolah melalui beberapa tahap yang cukup rumit. Batang-batang pohon nyatu yang sudah dipanen dipisahkan dengan kulitnya. Batang tersebut lalu direbus. Untuk mendapatkan getah yang baik, proses perebusan batang pohon nyatu dilakukan sebanyak tiga kali.

Perebusan pertama dilakukan dengan mencampurkan minyak tanah, untuk memisahkan batang pohon dengan getahnya. Perebusan kedua menggunakan air, untuk memisahkan getah nyatu dengan minyak tanah.

Setelah getah nyatu terkumpul, dilakukan perebusan terakhir untuk menambahkan warna pada getah tersebut. Pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami, yaitu berbagai daun yang memiliki kekhasan warna tertentu.

Proses selanjutnya adalah pembentukan, dan ini bisa dilakukan ketika getah nyatu masih dalam kondisi panas. Bentuk yang biasanya dipilih adalah perahu naga atau perahu burung tingang yang menggambarkan suasana perang.

Baca juga: Nyadran, Tradisi Umat Muslim di Jawa Menjelang Datangnya Bulan Ramadhan

Selain itu juga ada perahu yang digunakan dalam upacara tiwah, yaitu upacara mengantarkan tulang orang yang sudah meninggal. Bentuk yang lain adalah replika prajurit Dayak lengkap dengan cawat, mandau, dan talawang.

Selain warna-warna yang terang, kerajinan getah nyatu memiliki tingkat kedetailan yang tinggi. Bentuknya pun unik sehingga cocok untuk dijadikan pajangan atau pelengkap dekorasi ruang. Ada juga souvenir kecil yang menarik, misalnya gantungan kunci.

Sayang, kini ketersediaan getah nyatu tak sebanyak dulu karena jumlah pohon nyatu yang semakin terbatas. (*)

Kerajinan getah nyatu kapuas masih menjadi salah satu khas kerajinan asli Indonesia yang hingga kini terus bertahan, meski terus di gempur perkembangan zaman. Membuat Kerajinan tradisional di zaman modern ini tentu menjadi tantangan tersendiri.

Indonesia masih disebut sebagai jantungnya dunia dimana karena di Indonesia terdapat reservasi hutan tropis terbesar dengan keaneka ragaman hayati yang sangat banyak, yaitu antara lain adalah karena daerah yg di sebut dengan Kalimantan.

Baca :   Tata Cara Ibadah Wanita Kaum Ibu Kolom

Indonesia dikenal pula sebagai negara yang banyak huni oleh berbagai macam suku bangsa asli Indonesia yang menjadikan negara ini menjadi kaya akan budaya.

Dengan Banyaknya suku serta  budaya dan  kekayaan alam hayati di Indonesia, membuat aneka kreativitas yang ada di Indonesia juga sangat beragam, mulai dari kuliner hingga seni dan kerajinan nya.

Asal Kerajinan Getah Nyatu

Salah satu jenis kerajinan yang eksotis yang lahir dari daratan pulau Kalimantan. Adalah Dengan memanfaatkan bahan kerajinan dari pohon kayu nyatu, dari bahan nyatu muncul kerajinan tangan yang bernilai seni serta berdaya jual tinggi.

Baca juga : Jenis Dan Contoh Bahan Kerajinan Bahan Lunak

Kalimantan sendiri dikenal sebagai pemilik lahan hutan hujan tropis terbesar di Indonesia yang menyimpan banyak potensi untuk digunakan secara bijak oleh manusia untuk membantu kehidupan.

Dalam kaitannya untuk membantu manusia, bahkan hutan hujan tropis di sini dapat difungsikan dalam bidang ekonomi, seperti contohnya pohon Nyatu, yang selama ini telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat asli Kalimantan untuk menjadi bahan baku kerajinan tangan.

Daerah Tumbuh Pohon Nyatu

Di daerah  Kalimantan tengah sendiri, pohon ini merupakan tanaman yang eksotis yang hanya tumbuh di dua daerah di provinsi tersebut, yaitu di daerah kabupaten Pangkalan Bun dan daerah kecamatan Bukit Tengkiling, kota Palangkaraya.

Kerajinan getah nyatu adalah nama yang biasa disebutkan untuk kerajinan yang memanfaatkan getah dari pohon nyatu sebebagai bahan baku utamanya, jenis kerajinan tangan ini banyak di temui pada daerah Kapuas di Kalimantan Tengah.

Pohon Nyatu sendiri adalah jenis tumbuhan eksotis yang dikenal sebagai tumbuhan endemik, khususnya terdapat di dua daerah, yaitu daerah Pangkalan Bun dan kecamatan Bukit Tengkiling kecamatan Palangkaraya.

Pemilihan Getah Nyatu Sebagai Bahan Kerajinan

Pemilihan getah dari pohon nyatu ini sebagai salah satu bahan baku kerajinan  bukannya tanpa alasan. Karena pohon nyatu dikenal sebagai jenis pohon yang memiliki kemampuan tumbuh dan berkembang biak dalam waktu yang singkat maka tentu saja akan bisa menjaga kelestariannya di alam.

Waktu yang digunakan untuk memanen pohon Nyatu pun harus sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh ketua adat. Kemampuan tumbuh kembang pohon nyatu ini sangat menakjubkan, dalam rentang waktu hanya 6 bulan saja, tingginya pohon sudah bisa mencapai 8 meter.

Pada umur 6 bulan tersebutlah pohon nyatu ini dianggap telah layak diambil getahnya. Getah pohon nyatu juga kemudian melalui proses pengolahan yang cukup rumit, mulai dari pemisahan batang dengan kulit, perebusan batang sebanyak 3 kali guna mendapat kualitas getah yang cukup baik.

Contoh kerajinan Dari Getah Nyatu

Getah Nyatu yang sudah diolah dan siap di jadikan bahan pembuatan kerajinan tangan dapat di kreasikan menjadi banyak hal.

Contoh kerajinan dari getah nyatu adalah sebagai berikut

  • perahu,
  • replika,
  • prajurit

Contoh kerajinan getah nyatu ini kebanyakan mengambil pola bentuk perahu naga atau bentuk perahu burung tingang. Untuk perahu burung tingang diketahui adalah perahu yang mengiaskan situasi peperangan, dan ada pula juga perahu yang digunakan untuk upacara Tiwah.

contoh lain nya adalah
Tiwah  semacam upacara adat penghantaran tulang-tulang orang yang sudah meninggal. Untuk bentuk yang lain biasanya  mengambil bentuk prajurit dayak lengkap dengan segala atributnya.

Baca :   Berikut Ini Yang Bukan Tujuan Berlatih Renang Adalah

Berikut Contoh Kerajinan Dari Getah Nyatu

Salah satu alasan dari getah nyatu digunakan untuk membuat kerajinan adalah

Salah satu alasan dari getah nyatu digunakan untuk membuat kerajinan adalah

Salah satu alasan dari getah nyatu digunakan untuk membuat kerajinan adalah

Salah satu alasan dari getah nyatu digunakan untuk membuat kerajinan adalah

Ciri khas menarik dari kerajinan khas kalimantan tengah ini adalah tingkat detail yang tinggi, serta penggunaan pewarnaan warna-warna cerah serta mencolok yang menarik dan bentuk yang unik. karena bentuk uniknya sangat cocok untuk dijadikan pajangan atau juga sebagai dekorasi.

Harga dari kerajinan ini juga  cukup terjangkau, kerajinan ini dijual dengan rentang mulai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah tergantung bentuk, ukuran dan  tingkat kerumitan.

Cara Membuat Kerajinan Dari Getah Nyatu

Pohon nyatu adalah tanaman yang memiliki umur pertumbuhan relatif cepat, dalam waktu hanya enam bulan saja, pohon tersebut bisa tumbuh hingga 10 meter. Pohon nyatu yang telah berumur enam bulan atau lebih  ini akan di manfaatkan suku Dayak dipanen dengan cara mengambil getahnya.

Teknik membuat kerajinan dari getah nyatu pertama getah harus diolah melalui beberapa tahap. tahap awal batang pohon nyatu yang sudah dipanen dipisahkan dari kulitnya terlebih dahulu. Batang nyatu kemudian memasuki tahap direbus untuk mendapatkan hasil  getah yang baik, proses perebusan ini dilakukan sebanyak tiga kali.

Perebusan tahap pertama dilakukan dengan cara mencampurkan sedikit minyak tanah. teknik ini dilakukan untuk memisahkan batang pohon nyatu dengan getahnya.

Lalu selanjutnya perebusan tahap kedua menggunakan air fungsinya untuk memisahkan antara getah nyatu dengan minyak tanah. Setelah getah pohon nyatu terpisah dengan minyakdan terkumpul menjadi satu, dilakukan perebusan ke tiga atau yang terakhir untuk menambahkan warna pada getah tersebut.

teknik pewarnaan getah nyatu menggunakan bahan-bahan yang alami, seperti menggunakan berbagai daun dengan warna tertentu seperti daun jati atau kunyit juga bisa.

Setelah  menyatu warna, getah dibentuk dilakukan ketika masih dalam keadaan panas. Getah pada suhu normal akan menjadi kering dan keras. Contoh kerajinan dari getah nyatu seperti perahu naga atau perahu burung tingang. Perahu burung tingang ini merupakan perahu yang menggambarkan suasana akan perang.

Mulai Redup Pengrajin Getah Nyatu Ini Masih Bertahan

Kerajinan tradisional di era modern sedang mengalami gempuran yang bertubi – tubi mulai dari prosuk murah dari negara luar dan bahan baku yang semakin sulit dan mahal, ini pun berlaku pada kerajinan getah nyatu di Kabupaten Kapuas, Kalteng, yang tampaknya mulai mengalami penurunan.

Di 1980 an, sepanjang bantaran Sungai DAS Kapuas, tepatnya di Desa Dahirang Kecamatan Kapuas Hilir sempat menjadi pusat kerajinan getah nyatu disini banyak warga menggeluti pekerjaan ini. Juga meningkatnya jumlah pekerja dari masyarakat sekitar.

namun seiring berjalan nya waktu kini mulai berkurang. “Dulu kita sangat mudah mendapat bahan baku, tetapi sekarang semakin sulit dicari sehingga banyak pengrajin getah nyatu yang berhenti,” ungkap pengrajin sekaligus pemilik UD Erwin baru-batu ini di kutip dari (medan bisnis daily).

Salah satu tokoh masyarakat Dayak setempat mengatakan kerajinan tangan getah nyatu ini dahulu sangat populer.

Pada tahun sekitar 1980 kerajinan nyatu sangat populer dan paling dicari, untuk souvenir khas atau hadiah.

istilahnya belum datang ke tanah Dayak kalau tak bawa kerajinan getah nyatu.

Kita berharap agar pihak seperti pemerintah setempat bisa memberikan bantuan baik permodalan hingga akses penjualan agar kerajinan Indonesia terus bertahan di era modern ini.

Berikut Bagian Dari Rotan Yang Digunakan Untuk Kerajinan Adalah

Sumber: https://apacode.com/salah-satu-alasan-dari-getah-nyatu-digunakan-untuk-membuat-kerajinan-adalah

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …