Berapa Lama Masa Inreyen Motor Setelah Ganti Seher

Alumnice.co – Berapa Lama Masa Inreyen Motor Setelah Ganti Seher

Inreyen/Indreyen adalah serapan bebas dari bahasa Belanda Inrijden yang pada intinya tindakan untuk membiasakan gesekan antara parts metal di dalam enjin motor kita.

Setelah pemakaian beberapa lama karena gesekan dengan seher, lubang silinder akan aus dan ukurannya membesar sehingga ukuran seher dan lubang silinder tidak klop lagi. Konsekwensinya adalah kompresi melemah dan power enjin menurun. Pilihan kita adalah mengganti seher/piston/torak. Bisa menggunakan seher standar dengan mengganti dan mengikis (korter) boring (liner) silinder sehingga ukuran silinder tersebut menjadi standar. Atau mengkorter boring agar dapat menggunakan seher yang lebih besar dari seher standar. Biasanya disebut seher oversize yang biasanya berkisar antara 0.50 (5mm) dan 1.00 (10mm). Jadi jika seher ukuran 53.5 oversize 0.50 artinya ukuran 53.5 ditambah dengan 5mm jadi totalnya menjadi 54.

Aplikasi korter dan penggantian kepala seher ini membuat seher dan lubang silinder harus ‘berkenalan’ dulu. Mereka harus saling menggesek agar permukaan lubang silinder dan permukaan dinding seher saling menyesuaikan sehingga nanti bila bergesekan dalam putaran tinggipun tetap lancar. ‘Perkenalan’ antara parts yang terbuat dari metal inilah yang disebut dengan inreyen.

Inreyen adalah prosedur wajib bagi setiap penggantian seher baik karena yang lama telah aus, mau pun kalau kita mau bore up kapasitas enjin karena menginginkan power yang lebay.

Kegagalan dalam melakukan prosedur inreyen dapat membuat mesin boros BBM (kompresi lemah sehingga kita harus selalu membetot gas untuk mendapatkan kecepatan yang kita inginkan) dan boros oli (permukaan seher dan dinding silinder baret menciptakan celah sehingga oli mesin menerobos keatas dan ikut terbakar bersama bensin dan udara). Mesin motor begini dijamin cepat rusak.

Dalam inreyen, seher dan boring yang baru dikorter disarankan dijaga dalam gesekan putaran mesin rendah sampai sedang sekitar 5000 rpm. Pada motor modifan para biker sering mencopot rpm meter dan spidometer. Nah dalam masa inreyen kedua perlengkapan ini wajib ada agar bisa selalu memantau dan menyesuaikan betotan gas. Betotan gas dalam putaran rpm tinggi apalagi dilakukan dengan tiba tiba dapat membuat mesin mati karena seher macet di lubang silinder.

Baca :   Nilai Kehidupan Yang Menonjol Dalam Novel Sejarah Tersebut Adalah

Oya, sementara inreyen jangan turing dulu ya. Takutnya durasi turing yang lama akan menciptakan panas dan pemuaian yang tidak wajar pada seher dan lubang silinder sehingga bisa macet.

Pada motor baru masa inreyen sering dipatok sekian km (misalnya 1500km, pada ganti oli kedua) walau pada kenyataannya menyelesaikan masa inreyen pada 500 km pertama (ganti oli pertama) kebanyakan juga tidak menyebabkan problem yang serius.

Namun pada motor yang ganti seher, untuk menentukan berapa lama masa inreyen agak tricky juga. Pada motor baru, semua parts mesin adalah baru. Mulai dari seher, stang seher, bearing, noken as, katup, kruk as dan lain-lain itu baru dan harus saling menyesuaikan. Makanya dipatok KM yang agak panjang, misalnya setelah 500 KM atau 1500 KM.

Sementara pada motor yang ganti seher, parts yang baru hanya seher, stang seher dan 2 buah bearing (laher). Sementara parts yang lain adalah parts lama yang sudah saling menyesuaikan diri. Untuk praktisnya seringkali masa inreyen motor ditentukan oleh kepedean mekanik kita. Penulis pernah dianjurkan mekanik yang berani menentukan inreyen pada km seratusan. Karena dia pede proses korter dilakukan dengan ciamik dan paripurna. Dan setelah saya inreyenkan hanya seratusan km memang mampu bertahan selama 4 tahun. Namun sebagian mekanik lain menganjurkan masa yang lebih panjang lagi, di atas 300-an. Tapi menurut penulis masa inreyen yang hanya 100-an KM itu terlalu singkat. Was was juga menjalaninya. Mungkin rentang yang cukup oke adalah antara 300 s/d 500KM, namun sekali lagi berkonsultasilah dengan mekanik kita agar pikiran tenang.

Bila sangsi, sahabat bikers jangan ragu untuk mempertahankan masa inreyen yang lebih lama, kalau perlu sampai 1200an KM. Ketenangan dalam motoran lebih penting daripada waswas. Jantung harganya mahal bro.

Motorisblog.com – Sebetulnya kurang tepat sih pertanyaannya. Berapa lama inreyen motor baru? Seharusnya yang benar adalah, “Seberapa jauh”.

Bukan waktunya yang kita pertanyakan, tapi jarak tempuhnya. Karena panduan pabrikan selalu dengan hitungan jarak tempuh.

Pada dasarnya inreyen motor matic adalah sama dengan motor manual, yaitu dengan memberikan perhatian ekstra pada 500 km pertama, 1000 km pertama, 2000 km hingga 4000 km pertama.

Baca :   Berikut Ini Termasuk Struktur Teks Anekdot Kecuali

Itu untuk merk Honda. Sedangkan Yamaha biasanya setiap interval 3000 km.

Saya pernah mendengar suatu pemikiran yang menyebutkan bahwa cara inreyen motor matic biar kenceng ialah dengan menggeber motor sejak awal turun dari dealer. Asumsi mereka adalah untuk membiasakan part-part dalam mesin supaya terbiasa dengan kecepatan tinggi.

Tapi saya malah menganggap pandangan tersebut salah.

Saya lebih percaya pada panduan dari pabrikan karena lebih logis.

Berapa Lama Inreyen Motor Baru?

Kembali pada pertanyaan berapa lama masa inreyen motor matic / motor manual?

Inreyen ialah masa pemakaian awal bagi motor baru.

Inreyen alias break-in ialah masa untuk part-part dalam mesin menjalani adaptasi.

Betul. Ketika baru keluar dari pabrik, meskipun motor-motor zaman now mendapat klaim punya struktrur konstruksi mesin yang presisi, namun tetap susunan part dalam mesin masih kasar.

Part-part dalam mesin cenderung masih mengalami gesekan kasar. Maka dari itu pabrikan selalu menyarankan untuk melakukan inreyen secara benar agar hasilnya optimal.

Jarak Tempuh Masa Awal Inreyen

Jangan menggeber motor, juga jangan membuka gas dan mengerem secara mendadak selama 500 km pertama.

Boleh saja melaju rada kencang, misalnya sampai 80 km/jam.

Asalkan jangan sampai mentok gas.

Cara bukaan gasnya pun dengan cara urut konstan. Jangan langsung betot sekaligus.

Inreyen Zaman Dulu vs Zaman Sekarang

Pada era 1990’an ada anjuran untuk tidak berboncengan selama sepeda motor masih dalam masa inreyen.

Juga harus selalu berkendara pelan.

Zaman sekarang anjuran tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Bahkan sejak dahulu pun sudah tidak relevan.

Saya sudah membaca buku panduan Honda Astrea Star sejak saat saya masih SD.

Saya sudah menyukai otomotif roda dua sejak era 1990’an. Sejak sebelum saya bisa mengendarai sepeda motor.

Dari buku panduan Honda Astrea Star itu saya jadi tahu bahwa cara inreyen motor baru itu sebenarnya sederhana.

Poin Penting Inreyen Motor Baru

  • Boleh berkendara kencang asal jangan terlalu ekstrim sampai mentok gas karena part dalam mesin masih dalam fase adaptasi
  • Ekstra hati-hati dan waspadai jalanan licin pada 500 km pertama, karena ban baru juga butuh adaptasi dengan permukaan jalan
  • Boleh berboncengan asal jangan terlalu ekstrim (misalnya berboncengan bertiga); karena selain membahayakan mesin motor baru, berboncengan bertiga juga melanggar hukum
  • Segera ganti oli dan servis pada jarak tempuh 500 km pertama (atau sesuai panduan pabrikan) agar gram logam sisa gesekan part segera terbuang dan part dalam mesin segera presisi
  • Tetap ekstra hati-hati hingga 1000 km pertama
  • Tetap berikan perhatian ekstra selama masa servis gratis, karena selama itu part dalam mesin masih terus dalam fase adaptasi
Baca :   Mengumpat Dan Memuji Hendaklah Pikir Disitulah Banyak Orang Yang Tergelincir

Inreyen Setelah Turun Mesin

Terus bagaimana dengan inreyen motor baru turun mesin?

Kira-kira sama dengan motor yang baru turun dari pabrikan, yaitu dengan perhatian ekstra selama 500 km pertama. (Motorisblog).

Bintangmotor.com –
Inreyen atau Break-in adalah masa dimana komponen-komponen mesin motor sedang dalam masa penyesuaian.

Melakukan masa inreyen sangat disarankan agar melakukannya dengan cara yang benar. Melakukan dengan cara yang benar akan membuat blok dan piston yang baru diganti menjadi lebih awet.

Melakukan inreyen motor sebenarnya bisa dilakukan sambil digunakan untuk pemakaian harian. Cara inreyen ini bisa dilakukan untuk Anda yang tidak mempunyai banyak waktu, bisa dilakukan saat pemakaian harian.

Namun, Anda harus mempunyai kesabaran saat inreyen motor ketika dipakai untuk harian. Usahakan putaran mesin tidak lebih dari 5.000 rpm.

Kemudian ketika membuka gas tidak boleh sembarangan, harus pelan-pelan. Cara yang kedua adalah jika Anda mempunyai motor cadangan. Caranya tinggal panaskan motor selama 15 menit, sebelum berangkat dan pulang kantor.

Hal ini dilakukan agar inreyen maksimal, tahan gas pada rpm tertentu. Agar hasil inreyen maksimal tahan gas pada 2.000 rpm. Saat melakukan inreyen di rumah jangan lupa menyediakan pendingin, minimal ada kipas angin atau blower.

Inreyen di rumah itu tidak memiliki asupan udara untuk mendinginkan mesin karena motor tidak diajak jalan-jalan, jadi rawan overheat.

Melakukan masa inreyen memang terasa rumit pada zaman sekarang yang cenderung semua ingin instan. Apalagi teknologi pembuatan part bagian dalam motor untuk saat ini sudah semakin canggih.

Namun, melakukan masa inreyen memiliki keuntungan sendiri. Pada blok dan piston yang di-inreyen terlebih dahulu lebih awet dan tahan panas.

Berapa Lama Masa Inreyen Motor Setelah Ganti Seher

Sumber: https://dimanakahletak.com/berapa-lama-masa-inreyen-seher-baru

Check Also

Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual

Alumnice.co – Cara Membuat Alat Pembengkok Besi Manual Besi beton telah menjadi bagian yang hampir …