Arti Peribahasa Bagaikan Pungguk Merindukan Bulan

Alumnice.co – Arti Peribahasa Bagaikan Pungguk Merindukan Bulan

INFO PENDIDIKAN – Arti Peribahasa Seperti Pungguk Merindukan Bulan

Arti kata
“peribahasa”
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Arti Peribahasa Seperti pungguk merindukan bulan

Seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

Kesimpulan

Arti peribahasa
seperti pungguk merindukan bulan
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah
seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas

Arti peribahasa lainnya :

Selain
arti peribahasa seperti pungguk merindukan bulan, berikut beberapa arti peribahasa lainnya yang mungkin menarik untuk diketahui:


Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading


Artinya : Orang yang berjasa akan selalu disebut-sebut orang walaupun telah mati


Memerah santan di kuku


Artinya : Mencari keuntungan dengan jalan yang sukar sekali


Tak empang peluru di lalang


Artinya : Kasih sayang suatu saat bisa berubah menjadi benci.


Dapat tebu rebah


Artinya : Mendapat untung


Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan


Artinya :

  1. Sudah sepakat benar
  2. Sudah putus mufakat


Sesal pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna


Artinya : Pikir dulu masak-masak (baik-baik) sebelum berbuat sesuatu (agar tidak menyesal kelak)


Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi


Artinya : Kasih sayang tidak mungkin datang dari satu pihak


Kaki naik, kepala turun


Artinya : Selalu sibuk bekerja


Kelekati memanjat peran, sebelum mati belum jeran


Artinya : Rela mengorbankan diri demi suatu perkara.


Kerbau kandang, emas berpura


Artinya : Harta benda haruslah disimpan dengan baik di tempatnya masing-masing.


Buka kulit, ambil tampak isi


Artinya : Jujur dan terus terang (dalam perundingan dan sebagainya)


Makanan enggang hendak dimakan oleh pipit


Artinya : Hendak menyamai kebiasaan/tingkah laku orang mulia atau orang kaya.

Baca :   Lihat Gambar Transformator Dibawah Ini Tegangan Primer Trafo Tersebut Adalah


Bahasa dan bangsa itu tidak dijual beli


Artinya : Baik dan buruk perilaku seseorang menunjukkan tinggi rendah martabat asal-usulnya.


Tersesak bagai undang kepada yang runcing, tak dapat bertenggang lagi


Artinya : Orang yang sudah tidak berdaya.


Jaring berbangkit kuaran tiba


Artinya : Salah perhitungan.


Bagai si lumpuh hendak merantau


Artinya : Tidak mungkin dikerjakan


Kalau ibu kaya anak jadi puteri, kalau anak kaya ibu jadi budak


Artinya : Perbedaan antara kasih sayang ibu dengan kasih sayang anak.


Sawah berpematang berpiring ladang berbintalak


Artinya : Segala sesuatu ada batasnya


Berlayar bernakhoda, berjalan dengan yang tua


Artinya : Setiap mengerjakan sesuatu hendaklah menuruti nasihat (petunjuk) orang yang ahli atau yang berpengalaman


Menyuruk hilang-hilang, memakan habis-habis


Artinya : Menyembunyikan suatu kehendak sesempurna-sempurnanya

Lihat juga :

1.
Kumpulan Arti Peribahasa lainnya DI SINI

2.
Tryout SKD CPNS 2021 (4000+ soal) DI SINI

3.
Kamus Besar Bahasa Indonesia DI SINI

Demikian informasi
“Arti Peribahasa Seperti Pungguk Merindukan Bulan”, semoga bermanfaat, silahkan Klik
LIKE dan SHARE
kepada teman-teman yang lain.

Seperti pungguk merindukan bulan
berasal dari kata dasar pungguk.

Arti dari seperti pungguk merindukan bulan dapat masuk ke dalam jenis peribahasa.

Seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas.

Kesimpulan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti seperti pungguk merindukan bulan adalah seseorang yang merindukan kekasihnya, tetapi cintanya tidak terbalas. Seperti pungguk merindukan bulan berasal dari kata dasar pungguk.

Arti peribahasa BAGAI PUNGGUK MERINDUKAN BULAN adalah

  1. 1 Seseorang yang membayangkan atau menginginkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai/diraih
  2. 2. Seseorang yang jatuh cinta pada orang lain yang tidak mungkin akan membalas cintanya

Pungguk sendiri adalah sejenis burung hantu, tepatnya bernama latin Ninox Scutulata yang banyak ditemukan di wilayah Malaysia dan Indonesia.

Peribahasa ini mengambil analogi karena burung hantu biasanya aktif di malam hari dan terkadang postur tubuhnya seperti sedang menatap bulan. Ia seperti sedang mengharapkan bisa terbang ke bulan, sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukannya meskipun hewan ini bisa terbang.

Baca :   Rpp Kelas 3 Tema 5 Subtema 3

Contoh kalimat :

  1. Yang benar saja. Kamu
    bagai punggung merindukan bulan. Bagaimana mungkin Asti Ananta akan membalas cintamu yang hanya seorang penjual gorengan. Lagipula, dia sudah bersuami.
  2. Si A, seperti pungguk merindukan bulan. Ia ingin memiliki Ferrari merah menyala itu. Padahal penghasilannya perhari hanya 20 ribu rupiah saja dari berjualan kantung plastik.

(Baca juga : Arti peribahasa ROMA TIDAK DIBANGUN DALAM SEMALAM)

Editor :
Drs. Johansyah Syafri
– Reporter :

– Fotografer :

Teks foto: Kadis Kominfotik Kabupaten Bengkalis

Optimisme.

Walau tak bisa digenggam seperti pasir di pantai, optimisme merupakan nomina. Termasuk kata benda. Jadi eksistensinya ada.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, arti optimisme adalah paham (keyakinan) atas segala sesuatu dari segi yang baik dan menyenangkan. Sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal.

Optimisme adalah tekad. Nutrisi atau makanan bergizi. Bahan bakar yang dibutuhkan untuk menggerakan mesin agar roda bisa berputar ke arah pencapaian prestasi.

Adalah sebuah kesia-siaan jika melakukan sesuatu tanpa harapan dan keyakinan.

Bila memperbuatnya, maka laksana berlayar tapi tak tahu dermaga yang dituju untuk berlabuh. Percuma. Mubazir. Buang-buang waktu dan energi.

Sesuai ajaran agama yang kami anut, sesulit apa pun keadaan atau kondisi atau situasi yang dihadapi, seorang muslim harus optimistis.

Tanpa memiliki keyakinan ini, cobaan kehidupan akan mengempaskan seorang muslim ke dalam ruang hampa tanpa harapan. Ke dalam jurang keputusasaan.

Bagi seorang mukmin, hidup dengan berbagai harapan, dengan banyak target, merupakan salah satu wujud yakin bahwa Allah swt itu ada.

Betul-betul percaya jika Sang Khaliq itu adalah sebaik-baiknya penolong. Sebaik mungkin pelindung. Kodrat dan iradat atas segalanya. Allahu Akbar.

Baca :   Perbedaan Lipstik Maybelline Powder Matte Asli Dan Palsu

Tentu, harapan atau target dimaksud terhadap sesuatu yang kita tahu. Bukan kepada sesuatu yang hitam gelap pekat dalam kepandaian yang kita miliki.

Bila harapan atau target itu gantungkan pada sesuatu yang sama sekali tidak kita mengerti, hasilnya akan sangat dekat, bakal kian mendekatan kita pada arti peribahasa “bagai pungguk merindukan bulan”. Pada kata impossible ‘mustahil’.

Bila dikemas dalam bentuk sebuah pantun kiasan, kira-kira begini bunyinya: “Pergi ke hutan memikat burung, dapat Kutilang dan juga Murai, maksud hati memuluk gunung, apalah daya tangan tak sampai.”

Sebagaimana takrir Nabi Muhammad saw, pada diri setiap umatnya sikap agar selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal tak boleh dihapuskan. Tak boleh hilang walau kiamat datang pada saat itu juga.

“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya, maka tanamlah,” begitu pesan Rasulullah saw.

Menurut sejumlah rujukan yang kami baca, hadis tersebut diriwayatkan Bukhari dan Ahmad.

Memang, bagi setiap muslim yang mukmin, sebaik-baik penyundut atau motivator dalam menyalakan api semangat agar senantiasa bersikap selalu menggantungkan asa yang baik dalam segala hal, tak lain dan tak bulan, dia adalah Sang Penyempurna Akhlak: Nabi Muhammad saw.

“Belum. Tetap atau jatuh tapai? Tinggal dua pilihan! Tak usah dipikirkan. Santai! Semua sudah tertulis saat nafas pertama berhembus,” itulah kalimat yang kami kirim pada sejawat melalui layanan berbagai pesan WhatsApp (WA) beberapa hari lalu, dengan tujuan untuk menghapus pesimistis yang perlahan tapi pasti mulai mengisi benaknya.

Selamat memperingati maulid Nabi Muhammad saw, 12 Rabiul Awal 1441 H. #####

Bengkalis, 9 November 2019

Arti Peribahasa Bagaikan Pungguk Merindukan Bulan

Sumber: https://memperoleh.com/arti-peribahasa-bagaikan-pungguk-merindukan-bulan

Check Also

Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert

Alumnice.co – Apa Yang Dimaksud Dengan Gas Inert Dalam bidang pelayaran, ada banyak jenis kapal …